Selasa, 22 Mei 2018 17:30 WIB 0 Komentar 1212 Dilihat
Menaker Hanif  Kunjungi Industri Pengolahan  Tembakau di Pamekasan

Menaker Hanif Kunjungi Industri Pengolahan Tembakau di Pamekasan

Pamekasan--- Dalam rangkaian kegiatan safari  Ramadhan,  Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meninjau pabrik rokok HR di Dusun Berru, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Jawa Timur pada Senin (22/5) kemarin malam.

 

Di pabrik rokok bermerk Surya Putra tersebut, Menaker Hanif  mengamati dengan seksama industri pengolahan tembakau mulai dari proses di mesin produksi untuk membungkus tembakau, hingga mengemas bungkus rokok yang sudah dilinting.

 

Menaker Hanif mengakui di tengah beragamnya kontroversi utamanya dari sudut pandang kesehatan, industri tembakau telah menjadi bagian penting sebagai salah satu sumber penerimaan keuangan negara.

 

"Selain menyerap banyak tenaga kerja mulai dari hulu sampai hilir, Industri tembakau juga merupakan penopang ketahanan ekonomi di tengah persaingan global saat ini, " ujar Menaker Hanif usai berkeliling di pabrik yang mempekerjakan 300 pekerja.

 

Dikatakan Hanif, pemerintah terus berupaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja sektor industri  rokok dan tembakau. Kementerian Ketenagakerjaan mempunyai fungsi antara lain meningkatkan daya saing tenaga kerja, produktivitas tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, hubungan industrial, dan jaminan sosial tenaga kerja.

 

“Pemerintah dalam hal ini Kemnaker berkepentingan untuk memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dan keberlangsungan dunia usaha/industri termasuk petani, pekerja dan pelaku usaha pertembakauan. Upaya terbaik terus kami lakukan, “ kata Hanif.

 

 

Saat ini  jumlah tenaga kerja yang terserap  dalam industri hasil tembakau (IHT) lebih dari  6 juta petani. Sebanyak 2 juta petani tembakau, 1,5 petani cengkeh, 600 ribu pekerja/buruh industri tembakau dan 2 juta peritel. IHT juga menyumbang pajak peringkat tiga di Indonesia sebesar Rp176,2 triliun rupiah yang terdiri dari penerimaan cukai sebesar 137,9 triliun rupiah, 13,7 triliun rupiah pajak daerah dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 24,6 triliun rupiah.

 

Dalam perbincangan santai dengan Menaker Hanif,  mewakili dua pengusaha tembakau H. Rajiuddin dan H. Hamid, Hj. Lutfiah berharap Kemnaker mampu menjembatani pengusaha rokok di Pamekasan dalam pembinaan. Selama ini pelaku usaha industri rokok tidak memperoleh perhatian dari Pemda Pamekasan.

 

"Kami tidak minta pembinaan berupa materi, tapi dengan silaturrahmi, Pemda bisa menerima keluhan pelaku usaha industri rokok dan langsung memberikan pembinaan khusus, " katanya sambil menerangkan industri rokok di Madura menyerap sekitar 30 ribu tenaga kerja.


Menaker Hanif menjelaskan pemerintah mencari jalan terbaik agar beberapa industri khususnya industri rokok kretek nasional masih bisa bertahan dan menjadi solusi ekonomi para pekerja serta mengurangi pengangguran guna meningkatkan ekonomi nasional dan kesejahteraan buruh.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: Industri Rokok Menjadi Tantangan Tersendiri Bagi Pemerintah

06 November 2017 0

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan, dinamika industri rokok selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Di satu sisi, pemerintah terus mematok kenaikan [...]

Menaker: Industri Rokok Berkontribusi Besar pada Penyerapan Tenaga Kerja

23 Agustus 2016 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, industri rokok memiliki kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia dan peningkatan pendapatan negara. Menaker [...]