Senin, 09 Januari 2017 00:05 WIB 0 Komentar 111 Dilihat
Menaker Ajak Masyarakat Untuk Perkuat Karakter Bangsa

Menaker Ajak Masyarakat Untuk Perkuat Karakter Bangsa

Semarang - Di tengah perkembangan sosial dan ekonomi Indonesia yang dinamis saat ini, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat karakter bangsa. Hal ini menurutnya sangat penting agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda tidak mudah termakan oleh informasi dan berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Selain itu, karakter yang kuat juga dinilainya penting di era persaingan saat ini. Masyarakat yang berdaya saing adalah masyarakat yang kompeten sekaligus berkarakter.

"Saat ini Yang namanya karakter itu nomor 1. Yang di dalam dunia kerja, dunia karir, namanya karakter itu nomor 1," ujar Menteri Hanif saat memberikan sambutan dan arahan dalam acara 'Maulid Nabi Muhammad saw dan Haul Syaikh Abdul Qodir al-Jaelani' di Pondok Pesantren Putra-putri Ad-Danuriyyah 2 Pedurungan, Semarang hari Minggu (8/1/2017).

Di samping itu, Menaker juga menjelaskan beberapa capaian Pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga penghujung tahun 2016. Diantaranya adalah persoalan kemiskinan, Kesenjangan sosial, dan pengangguran.

Menaker memaparkan, gini ratio tahun 2016 sebesar 0,397 yang mengalami penurunan dari tahun 2015 sebesar 0,402. Kemudian penduduk miskin tahun 2016 (per September) turun menjadi 27,76 juta jiwa (10,70 persen) dari pada periode yang sama tahun 2015 sebesar 28,51 juta jiwa (11,22 persen). Angka penganguran di Indonesia juga mengalami penurunan, dimana  angka pengangguran di Indonesia pada 2016 sebesar 7,02 juta orang (5,5 persen dari total penduduk) yang mana lebih rendah jika dibanding dengan tahun 2015 yang mencapai 7,45 juta orang (sekitar 5,81 persen).

"Walopun itu menurun, hal itu tetap jadi tantangan kita semua. Karena kita ada masalah kompetensi," papar Menaker.

Masalah rendahnya kompetensi tenaga kerja dinilai Menaker sebagai penyebab mata rantai kemiskinan.

"Untuk memotong mata rantai kemiskinan ini kuncinya ada di peningkatan kompetensi," jelasnya.

Sebagai upaya peningkatan kompetensi masyarakat Indonesia, pemerintah melakukan sejumlah terobosan diantaranya:

Pertama, meningkatkan mutu dan akses pelatihan kerja. Hal ini ditunjang dengan sertifikasi profesi dan skema pemagangan hasil kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Selain untuk meningkatkan peluang masyarakat Indonesia untuk memasuki lapangan kerja, skema ini juga untuk meningkatkan wirausahawan baru.

Kedua, memperkuat akses permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini bunga KUR terus ditekan oleh pemerintah dari semula 24 persen menjadi 9 persen. Kedepannya bunga tersebut juga akan ditekan hingga di bawah 7 persen.

"Makanya pemerintah mengeluarkan program KUR. Dulu bunganya 24, sekarang 9, bahkan diupayakan menjadi 7 persen," paparnya.

Lihat Berita Yang Lain

Kebangkitan Nasional, Momentum Peningkatan Kompetensi Manusia Indonesia di Era Digitalisasi

19 Mei 2017 0

Hari Kebangkitan Nasional diperingati untuk mengenang perjuangan para pendahulu bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Tepat 109 tahun yang lalu, organisasi Boedi Oetomo lahir di atas semangat [...]

Menaker Ingin Pesantren Mampu Membekali Keterampilan Kepada Alumninya

14 Mei 2017 0

Pondok pesantren dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sudah cukup lama menjadi bagian sejarah Indonesia. Lembaga pendidikan yang umumnya berbasis keagamaan ini diharapkan terus eksis [...]

Peran Strategis Perguruan Tinggi Penyiapan Angkatan Kerja Masuki Pasar Kerja

30 Maret 2017 0

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengungkapkan peran strategis perguruan tinggi dalam penyiapan mahasiswa memasuki pasar kerja. Dalam konteks ketenagakerjaan [...]