Senin, 12 Februari 2018 17:43 WIB 0 Komentar 1576 Dilihat
Mahasiswa Harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Mahasiswa Harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bandung –Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi  tantangan besar yang terjadi  era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini.  Perubahan pola baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama.

Tantangan itu  harus dihadapi sesuai  pola kerja baru  yang tercipta dalam  revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten ditingkatkan,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK)  Maruli Hasoloan mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri saat membuka IKA Unpad Job Expo pada Senin (12/2).

Dirjen Maruli mengatakan revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri. Perubahan pun terjadi dalam dunia industri dewasa ini yang ditandai  berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif karena perkembangan teknologi informasi.

Oleh karena itu. katanya, lembaga pendidikan dan pelatihan Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah sesuai kebutuhan pasar kerja.  "Lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, dan inovatif," jelas Maruli.

"Dunia industri juga harus dapat mengembangkan strategi transformasi dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan karena transformasi industri akan berhasil dengan adanya tenaga kerja yang kompeten" papar Maruli.

Di sisi lain, Direktur Pendidikan Universitas Padjajaran Wawan Hermawan menegaskan, menjadi generasi yang hidup di era industri 4.0 harus mamiliki daya saing yang tinggi.

"Selain unggul di bidang akademik, generasi saat ini juga harus berdaya saing tinggi. Persaingan di luar dana sangat ketat, apalagi sekarang sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," jelas Wawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Ferry Sofyan Arif mengatakan, sebanyak 30% dari 22 juta angkatan kerja di Jawa Barat adalah lulusan SMA/SMK.

"Kegiatan jobfair semacam ini adalah kegiatan yang sangat bagus untuk penyerapan angkatan kerja. Selain itu, kedepannya kita juga akan mengarahkan angkatan kerja untuk menjadi wirausaha," kata Sofyan.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Harus Membangun Sistem Akreditasi Berbasis Mutu

20 Februari 2018 0

Jakarta -- Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bambang Satrio Lelono, meminta Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) dan [...]

Puluhan Siswa BLK Lotim Siap Jalani OJT di Sejumlah Hotel Kawasan NTB

12 Februari 2018 0

Sebanyak 33 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) perhotelan jurusan Front Office di Balai Latihan Kerja Lombok Timur (BLK Lotim) menjalani uji praktik sebagai recepcionist. Praktik yang [...]

Tingkatkan Kinerja dan Capaian di Tahun 2018, Kemnaker Terus Konsolidasikan Unit Teknis

08 Februari 2018 0

Mengarungi tahun 2018, Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) konsolidasikan unit teknis kementerian agar kerja antar lini dapat berjalan solid dan sinergis. Sehingga, capain kinerja Kemnaker [...]