Rabu, 05 Desember 2018 19:35 WIB 0 Komentar 49 Dilihat
Kongres Kebudayaan Indonesia: Berkepribadian Dalam Kebudayaan

Kongres Kebudayaan Indonesia: Berkepribadian Dalam Kebudayaan

Sesuai dengan amanat konstitusi, negara wajib memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Kini, upaya pemerintah meningkatkan ketahanan budaya untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa Indonesia, baik yang datang dari domestik maupun luar (eksternal), pada masa kini dan mendatang menjadi semakin jelas dan terarah. Dengan ditetapkannya Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pemerintah diamanatkan untuk menyusun Strategi Kebudayaan yang menjadi landasan pembangunan nasional.



Presiden Joko Widodo berpesan agar strategi kebudayaan dapat mengacu pada Trisakti. Dengan memperhatikan bagaimana asas berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan dapat menjadi ruh dari pengelolaan kebudayaan nasional. Strategi kebudayaan tersebut juga diharapkan dapat menghimpun masukan dari berbagai sektor dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan bidang kebudayaan.



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa arah pemajuan kebudayaan semakin jelas dan terarah setelah ditetapkannya UU Pemajuan Kebudayaan. Melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan, langkah-langkah strategis pemajuan kebudayaan menjadi semakin konkret. Pemajuan kebudayaan nasional juga perlu melibatkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Maka, pendidikan menjadi sangat strategis dalam upaya mewujudkan bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan.



“Pendidikan merupakan ujung tombak kebudayaan nasional sebab pendidikan sejatinya merupakan upaya pembentukan watak sesuai dengan cita-cita keberadaan bangsa Indonesia. Melalui instrumen pendidikanlah, kebudayaan nasional dapat dimajukan secara meluas dan merata ke seluruh komponen bangsa,” tutur Mendikbud.



Kongres kebudayaan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1918 di Surakarta telah menjadi forum strategis terbesar para pemangku kepentingan di bidang kebudayaan. Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan melalui Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) tahun 2018, pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan menyusun strategi kebudayaan yang menjadi landasan pembangunan nasional. Hal yang berbeda pada penyelenggaraan KKI tahun ini adalah penetapan Strategi Kebudayaan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia.



Mengambil tema “Berkepribadian dalam Kebudayaan”, Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) tahun 2018 digelar pada tanggal pada 5 – 9 Desember 2018 di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di kawasan Senayan, Jakarta. “Selain menjadi tempat membuat kebijakan, KKI diharapkan dapat menjadi tempat untuk belajar dan menjadi ruang terbuka bagi publik agar dapat berinteraksi dan memperluas jejaring,” ujar Dirjen Kebudayaan.


Strategi Kebudayaan Nasional

Pasal 13 UU Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan perumusan dan penetapan strategi kebudayaan nasional. Penyusunan strategi kebudayaan telah dimulai dari bawah (akar rumput), yakni di tataran kabupaten/kota, provinsi, hingga di pusat/nasional. Sebanyak 33 forum pra-kongres telah dilakukan untuk menjaring ide dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, salah satunya adalah generasi muda.

Strategi kebudayaan yang disusun berdasarkan rangkuman Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) dari berbagai wilayah di tanah air akan menjadi dasar perumusan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) yang menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang.

Proses penyusunan Strategi Kebudayaan sudah dimulai sejak bulan Maret 2018 dengan menggelar Lokakarya Penyusunan PPKD di 20 wilayah kerja. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan PPKD di tingkat Kabupaten/kota, hingga penyusunan PPKD di tingkat provinsi. Sampai dengan akhir November 2018 terdapat 300 PPKD kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota; dan 28 PPKD provinsi dari total 34 provinsi. Proses ini telah melibatkan lebih dari 1.500 orang pemangku kepentingan kebudayaan dari seluruh Indonesia.


Saat ini, seluruh PPKD baik dari kabupaten/kota dan provinsi, serta masukan dari berbagai macam bidang kebudayaan, asosiasi profesi, akademisi sedang dirangkum oleh tim perumus. Tim ini berjumlah 17 orang yang dipimpin oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid selaku sekretaris.

“Strategi Kebudayaan bukan kesimpulan dari para ahli atau para pemikir cemerlang tapi buah dari kecerdasan kolektif. Kali ini, kita tidak memulainya dari pemaparan makalah, tetapi dari bawah menghimpun pandangan, pendapat, informasi, masalah, dan usulan solusi untuk diramu menjadi Strategi Kebudayaan yang solid,” terang Dirjen Hilmar Farid.

Festival dan Pawai Kebudayaan

Animo masyarakat, khususnya generasi muda, yang besar dalam memeriahkan KKI terlihat dari jumlah pendaftar relawan. Ribuan pemuda dari berbagai latar belakang telah mendaftar, sementara yang dibutuhkan hanya 100 orang. Selain penyerahan strategi kebudayaan kepada Presiden, kongres yang telah berusia 100 tahun ini akan diisi sejumlah kegiatan menarik untuk berbagai kalangan. Di antaranya 4 forum pidato kebudayaan, 12 forum debat publik, 13 lokakarya dan kuliah umum pemajuan kebudayaan, pameran karya seni, pasar kuliner khas Indonesia, konser musik 18 band, 8 pertunjukan seni tradisi, pemutaran film, diskusi dan gelar wicara inspirasi kerja budaya, serta pawai budaya.

"Kami juga membuka pendaftaran sebagai peserta KKI secara online, dan saat ini sudah terdaftar sekitar 2.300 peserta yang akan mengikuti berbagai kegiatan di dalam KKI," tutur Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Sri Hartini.

Pada hari Minggu (9/12) pagi, KKI akan menggelar Pawai Kebudayaan yang disebut sebagai pertunjukkan seni budaya massal di jalanan. Pawai ini akan menghadirkan ribuan orang penampil perwakilan dari 34 provinsi, dengan koreografi. Ribuan pesilat dari Tapak Suci juga akan memeriahkan pawai budaya yang diselenggarakan bertepatan dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jakarta.

Selain itu, hal menarik pada KKI 2018 adalah panggung kubah bambu yang dirancang sebagai panggung utama. Sebagai karya instalasi yang unik, panggung bambu karya arsitek Novi Kristinawati Sutono memiliki diameter 20 meter, tinggi 10 meter, dan menggunakan sekitar 1.400 bilah bambu. Dalam proses pemasangan, Novi dibantu 17 orang dan membutuhkan waktu pengerjaan hampir dua minggu.

Seluruh kegiatan dalam KKI bersifat terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Publik dapat mengakses informasi seputar agenda dan materi Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 melalui laman kongres.kebudayaan.id. (*)


Jakarta, 4 Desember 2018
Disiapkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemenkominfo 

Lihat Berita Yang Lain

Orangutan Tapanuli, Spesies Baru Orangutan di Sumatera

03 November 2017 2

Hari ini hasil penelitian ini dilaporkan di dalam salah satu jurnal internasional terkemuka, Current Biology, dimana kategori jenis orangutan baru dengan nama ilmiah Pongo tapanuliensis atau [...]

Kemnaker Konsisten Tingkatkan Akses dan Mutu Pelatihan Kerja

23 Januari 2017 0

Sampai saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI konsisten meningkatkan akses dan mutu pelatihan kerja. Sebab Tenaga kerja Indonesia membutuhkan skill dan daya saing yang sesuai dengan [...]

Kabarenbang: Kualitas SDM Suatu Negara Tentukan Kualitas Budayanya

20 Oktober 2016 0

Jika peradaban suatu bangsa maju, maka teknologi bangsa tersebut juga akan maju, begitu pula sebaliknya. Peradaban, lanjutnya, adalah budaya yang berevolusi.