Rabu, 13 September 2017 14:18 WIB 0 Komentar 616 Dilihat
Kompetensi SDM Indonesia Harus di Atas Standar Pasar Kerja

Kompetensi SDM Indonesia Harus di Atas Standar Pasar Kerja

Yogyakarta -- Perkembangan teknologi, politik dan ekonomi menuntut peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) karena persaingan tenaga kerja nasional maupun global semakin ketat. Kompetensi dan kualitas SDM Indonesia harus terus bergerak sampai di atas standar pasar kerja. 

 

"Kalau bicara SDM, kita harus pastikan bahwa SDM Indonesia kompetitif. Harus melampaui standar," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri pada forum konsolidasi mahasiswa pascasarjana Indonesia bertajuk 'Bersinergi Menuju Kedaulatan Indonesia; Upaya Refleksi, Proyeksi, dan Resolusi Masalah Negara' di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (13/9/2017).

 

Menaker mengungkapakan, untuk memenangkan kompetisi tenaga kerja, SDM Indonesia harus berada di atas standar pasar kerja untuk memastikan kemenangan. Jika kompetensi tenaga kerja Indonesia berada pada standar masih bisa menang namun tidak menutup kemungkinan kalah.

 

"Jika kompetensinya di bawah standar maka sudah pasti kalah," katanya.

 

Meski demikian, Menaker mengajak masyarakat untuk melihat masa depan Indonesia dengan lebih optimis. Karena sedikit atau banyak harapan dan capaian pembangunan ketenagakerjaan harus tetap dijaga dan diapresiasi demi keberlangsungan pembangunan ketenagakerjaan yang lebih baik. 

 

"Karena dengan menghargai capaian-capaian kecil ini kita bisa berpikir positif," ungkap Menaker.

 

Menaker masih menyayangkan persoalan ketenagakerjaan masih dianggap isu pinggiran. Hal ini yang menjadikan peningkatan kompetensi SDM masih mengalami kendala. 

 

"Jadi kalau kita mulai transformasi ke SDM, masalah ini harus segera kita atasi karena kita juga akan menghadapi bonus demografi," tutur Menaker.

 

 

Pelatihan vokasi menjadi terobosan untuk mengatasi persoalan angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja. Jika pelatihan vokasi tidak memiliki kedudukan yang seimbang dengan pendidikan formal terutama dalam hal alokasi anggaran, maka pembangunan SDM dan pengangguran akan terus menjadi persoalan pembangunan ketenagakerjaan.

Lihat Berita Yang Lain

Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Harus Membangun Sistem Akreditasi Berbasis Mutu

20 Februari 2018 0

Jakarta -- Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bambang Satrio Lelono, meminta Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) dan [...]

Mahasiswa Harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

12 Februari 2018 0

Bandung –Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi  tantangan besar yang terjadi  era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat [...]

Puluhan Siswa BLK Lotim Siap Jalani OJT di Sejumlah Hotel Kawasan NTB

12 Februari 2018 0

Sebanyak 33 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) perhotelan jurusan Front Office di Balai Latihan Kerja Lombok Timur (BLK Lotim) menjalani uji praktik sebagai recepcionist. Praktik yang [...]