Jumat, 11 Mei 2018 14:30 WIB 0 Komentar 2643 Dilihat
Kemnaker Tingkatkan Penempatan TKI Formal dan  Profesional di Kuwait

Kemnaker Tingkatkan Penempatan TKI Formal dan Profesional di Kuwait

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus meningkatkan  penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sifatnya profesional dan bekerja di sektor-sektor formal di Kuwait.


Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK) Maruli A. Hasoloan usai menemui Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tatang Budie Utama Razak di kantor Kemnaker, Jakarta pada Jumat (11/5).

“Pemerintah akan lebih meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran yang sifatnya formal  sesuai jabatan profesional,” kata Dirjen Maruli.


Jenis-jenis pekerjaan formal yang tersedia di Kuwait diantaranya adalah misalnya Hospitality (Jasa Pelayanan), Perawat, Migas, dan Konstruksi.

Selain itu, lanjut Maruli, pemerintah juga terus meningkatkan aspek perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri.



“Kedepannya bagaimana penempatan itu dan perlindungannya makin lebih baik, sehingga mengurangi kasus yang terjadi di negara-negara penempatan,” ujarnya.


Dikatakan maruli, saat ini kasus-kasus PMI di Kuwait jumlahnya mengalami penurunan secara siginifikan. Hal ini tidak terlepas dari semakin baiknya peran shelter yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi PMI di luar negeri.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Ta
tang sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kuwait dimana shelter berperan semakin bagus dan juga kasus sudah berkurang banyak, ini menjadi contoh bagi negara lain,” tutur Maruli.


Oleh karena itu, tambah Maruli, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkan penempatan dan perlindungan PMI yang makin baik. “Antara Kemnaker, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) harus bekerja sama guna menyusun formula penempatan dan perlindungan PMI di luar negeri,” ujar Maruli.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tatang menjelaskan, saat ini permintaan pekerja yang sifatnya profesional jumlahnya meningkat dengan pesat.

 

“Permintaannya terus meningkat, oleh karena itu kita harus serius untuk menangani ini dan menyiapkan formula perlindungan yang bagus,” katanya.


Ditambahkan Tatang, jumlah kasus PMI di Kuwait angkanya terus mengalami penurunan. Kondisi ini membuat negara-negara pemasok pekerja ke Kuwait khususnya yang dari Asia Tenggara menjadikan Indonesia sebagai bahan rujukan untuk belajar.


“Justru malah Filipina yang selama ini kita anggap sudah memiliki sistem yang bagus, sekarang belajar sama kita, khususnya untuk penempatan pekerja di Kuwait,” tutur Tatang.


Untuk diketahui, berdasarkan data resmi dari pemerintah Kuwait per 1 Juni 2017, jumlah PMI formal jumlahnya terus melesat. Sementara itu, PMI non formal jumlahnya terus menurun.


Jumlah PMI yang ada di Kuwait sebanyak 5.865 orang yang terdiri dari 2.100 orang PMI formal dan 3.765 PMI non formal.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Dunia Pendidikan dan Industri Harus Kerjasama Hadapi Revolusi 4.0

19 November 2018 0

Jakarta--Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong kalangan civitas akademika atau lembaga pendidikan bisa bersinergi dengan industri/dunia usaha dalam menghadapi tantangan dan peluang [...]

Menaker Minta Pemerintah Desa Bantu Lindungi Pekerja Migran

19 November 2018 0

Pasuruan -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhaikiri menilai pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam memfasilitasi bagi warganya yang berkeinginan menjadi pekerja migran melalui prosedur yang [...]

BLK Lembang Ciptakan Aplikasi Smart Farming Bagi Petani

08 November 2018 3

Memasuki era revolusi industri 4.0 Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang membuat aplikasi Smart Farming untuk menjawab tantangan digitalisasi revolusi industri 4.0. Aplikasi bebasis android ini bisa [...]