Minggu, 16 Oktober 2016 16:16 WIB 0 Komentar 451 Dilihat
Hadapi MEA, Serikat Pekerja Diminta Tingkatkan Produktivitas dan Keterampilan Anggotanya

Hadapi MEA, Serikat Pekerja Diminta Tingkatkan Produktivitas dan Keterampilan Anggotanya

Dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Serikat Pekerja/ Serikat Buruh (SP/SB) diminta bekerjasama dengan pemerintah dan asosiasi pengusaha untuk meningkatkan produktivitas dan keterampilan kerja para anggotanya.

           

“Dalam persaingan global saat ini keberadaan  SP/SB  juga mempunyai fungsi mengembangkan keterampilan, dan keahlian anggotanya agar kesejahteraan buruh meningkat dan ikut memajukan perusahaan,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Minggu (16/10).



Hal tersebut diungkapkan Dirjen Haiyani saat mewakili Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam Pembukaan Kongres V Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan (FSB HUKATAN).SBSI di Kuta Bali pada Sabtu (15/10) malam.

           

Haiyani  mengingatkan dalam merumuskanan melaksanakan program organisasi, SP/SB di Indonesia perlu mengingat kembali tujuan dasar pendirian SP/SB, Federasi dan Konfederasi  yakni  memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja dan keluarganya.

           

Berdasarkan data yang ada pada Kementerian Ketenagakerjaan, saat ini terdapat 11 Konfederasi SP/SB, 111 Federasi SP/SB, 7.294 SP/SB, dengan jumlah anggota 2.717.961 pekerja / buruh.

           

“Perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bukan hanya selalu dari sisi finansial, melainkan juga dengan cara membantu mengembangkan potensi anggotanya pada bidang-bidang tertentu, agar yang bersangkutan mampu mengoptimalkan potensinya, “ katanya.

           

Haiyani berpendapat hendaknya dibuat  pengaturan, bahwa dalam melaksanakan hubungan industrial, SP/SB juga mempunyai fungsi untuk mengembangkan keterampilan, dan keahlian anggotanya untuk ikut memajukan perusahaan.



“Kami berharap, program-program  organisasi SP/SB dapat  dipersiapkan untuk membantu meningkatkan keahlian dan kompetensi kerja  para anggotanya sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja/buruh, “ kata Haiyani.

           

Haiyani menambahkan pemerintah  memberikan apresiasi terhadap keberadaan organisasi  SP/SB sebagai wadah pekerja/buruh  dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota SP/SB dan keluarganya.

           

“Peran dan fungsi SP/SB  sangat diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan pekerja/buruh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, “ kata Haiyani

           

Lebih lanjut kata Haiyani cara dan sistim bekerja, cara berinteraksi dan cara berkomunikasi antar pengurus dan anggota juga harus diatur dan ditetapkan secara jelas dalam organisasi. Sehingga kerjasama internal dan eksternal yang melibatkan pemerintah dan asosiasi pemgusaha dapat berjalan dengan baik.

           

Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan peran di bidang hubungan industrial dan meningkatkan kerja sama yang efektif dan produktif dalam forum-forum tripartit untuk kepentingan bersama.



“Percayalah jika kita bersama-sama berupaya menciptakan kesejahteraan buruh, maka kesejahteraan buruh akan terwujud. Untuk itu dibutuhkan kesamaan pesepsi, visi dan misi yang sama dalam mewujudkan kesejahteraan buruh,” kata Haiyani.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: Kisah Pardi Youtuber Sukses Bisa Ditiru 1000 Mahasiswa Vokasi UI

15 Agustus 2018 1

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri punya cara unik untuk menginspirasi 1000 mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI). Menaker menceritakan kisah Kang Pardi, warga [...]

Menaker Hanif: Jadi Wirausaha Muda Harus Kreatif dan Inovatif

28 Juli 2018 0

Yogyakarta-Pemerintah Indonesia terus mendorong agar sektor wirausaha terus berkembang, khususnya di kalangan anak muda. Adapun, 2 kunci utama untuk menjadi wirausaha adalah kreatif dan inovatif.

Kemnaker-Toyota Gelar Pelatihan Otomotif di BLK

05 Juli 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan dan Toyota mengadakan kerja sama program pelatihan teknisi otomotif di Balai Latihan Kerja Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kerja sama pelatihan ini ditujukan untuk [...]