Selasa, 09 Agustus 2016 18:29 WIB 0 Komentar 416 Dilihat
Ciptakan Wirausahawan Baru, Kemnaker Gandeng NGO

Ciptakan Wirausahawan Baru, Kemnaker Gandeng NGO

Untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kesenjangan ekonomi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng berbagai pihak, termasuk Non-Govermant Organization (NGO), guna menciptakan wirausahawan baru. Dengan kerjasama yang berpengalaman, pola penciptaan wirausahawan baru dapat dijalankan lebih efektif.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri yang biasa disapa MHD saat memberikan pengarahan pada kegiatan Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan  Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) Kemnaker bekerjasama dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), di Salatiga, Selasa, 09/08/16.

Menurut MHD, menciptakan wirausahawan baru merupakan langkah strategis bukan hanya untuk mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menciptakan kelas menengah baru yang mandiri dan produktif.

"Dalam jangka panjang, pada saat dunia kewirausahaan sudah kuat, akan hadir kelas menengah mandiri dan produktif yang bakal menjadi pilar percepatan pertumbuhan ekonomi nasional", terang MHD.

Karena itu, lanjut MHD, kementeriannya terus meningkatkan kerjasama strategis penciptaan wirausaha baru dengan berbagai kalangan, baik kalangan NGO, sektor-sektor industri, perguruan tinggi dan lainnya.

"Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, NGO dan kalangan swasta lainnya, target menciptakan kewirausahaan kuat akan cepat tercapai. Pada gilirannya, akan mengurangi jumlah pengangguran dan memperpendek kesenjangan ekonomi", tegas MHD di depan para calon wirausahawan baru.

Sebagai tambahan, lanjut MHD, jumlah angka pengangguran di Indonesia turun pada akhir 2015 menjadi 7 juta orang. Tapi sayangnya, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya mencapai 1,5% dari jumlah penduduk. Idealnya, suatu negara sekurang-kurangnya 2,5% dari jumlah penduduknya menjadi wirausahawan. Karena itu, Kemnaker akan terus menggenjot pelatihan kewirausahaan di berbagai daerah secara massif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum SPP Qaryah Thayyibah M. Abdul Rohim menjelaskan kerjasama dengan BBPP Kemnaker akan melatih calon pengusaha baru di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dorongan Presiden

Abdul menjelaskan kerjasama SPPQT dan Kemnaker merupakan tindak lanjut dari dorongan Presiden Jokowi pada saat rombongan SPPQT diundang makan siang di istana beberapa bulan yang lalu.

Pada saat itu, lanjut Abdul, SPPQT diminta memperluas penciptaan wirausaha produktif berbasis desa, seperti yang sudah dipraktekkannya selama ini.

"Sudah saatnya pemerintah, NGO dan kalangan civil society lainnya bergandeng tangan, untuk ikhtiar mengurangi pengangguran, memangkas kesenjangan ekonomi dan mendistribusikan kemakmuran ekonomi secara merata bagi seluruh rakyat", tegas Abdul.

Lihat Berita Yang Lain

Selamat! Delegasi Indonesia Raih 6 Emas dan 3 Perak di Abu Dhabi

03 Desember 2018 0

Jakarta- Delegasi Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan mendapatkan 6 Emas dan 3 Perak pada perhelatan World Skills Asia (WSA) 2018 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kompetisi yang [...]

Permenaker Jaminan Sosial bagi Pekerja Migran Segera Diteken

29 November 2018 0

Jakarta--Setelah melalui pembahasan panjang dengan melibatkan  pemangku kepentingan terkait (stakeholder), Menteri Ketenagakerjaan  M Hanif Dhakiri akan segera menandatangani Peraturan [...]

Pemerintah Resmikan Layanan Terpadu bagi Pekerja Migran di Banyuwangi

28 November 2018 0

Banyuwangi -- Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pemerintah kembali meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa [...]