Senin, 29 Februari 2016 16:13 WIB 0 Komentar 186 Dilihat
Cara Pekerjakan Penyandang Disabilitas

Cara Pekerjakan Penyandang Disabilitas

1. Tetapkan Kebijakan Disabilitas

Kebijakan disabilitas sebaiknua meliputi:

  • Sebuah strategi disabilitas dengan tujuan ketenagakerjaan dan perspektif jangka panjang terhadap pekerjaan yang berkesinambungan bagi para karyawan disabilitas. Hal ini penting untuk menentukan strategi mengenai ketenagakerjaan penyandang disabilitas, termasuk mempertimbangkan isu disabilitas mana yang seharusnya dicakupkan dan bagaimana hal tersebut dapat dikaitkan dengan kebijakan yang sudah ada. Dalam proses ini, Anda harus berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan yang bekerja di pabrik maupun yang bekerja sama dengan pabrik (serikat pekerja, manajer SDM, manajer umum, pembeli, dan karyawan disabilitas), penyandang disabilitas itu sendiri, dan organisasi yang mewakili mereka (lihat daftar kontak OPD).
  • Pelatihan untuk para pekerja maupun pemilik perusahaan yang bertujuan meningkatkan kesadaran mereka terhadap disabilitas. Peningkatan kesadaran dari semua pekerja dan manajer merupakan hal yang sangat penting demi tercapainya dunia kerja yang inklusif.
  • Kebijakan perekrutan untuk penyandang disabilitas. Menargetkan jumlah pekerja disabilitas, menjalin koneksi dengan organisasi penyandang disabilitas (OPD, lihat 2.4), dan melakukan proses analisa pekerjaan (lihat 2.2) merupakan bagian-bagian penting dari kebijakan perekrutan.

2 Analisa Pekerjaan

Untuk menjamin efektifitas dan produktivitas para pekerja disabilitas, sangatlah penting bagi perusahaan untuk mengadakan analisa pekerjaan. Analisa ini akan memberikan informasi berharga bagi penyandang disabilitas dan memastikan mereka akan dapat melaksanakan tugas dengan cara yang terbaik. Adanya analisa juga akan membantu perusahaan dalam menjelaskan kebutuhan dan syarat untuk posisi yang tersedia tersebut.

Analisa pekerjaan adalah proses sistematis yang melibatkan 5 (lima) elemen utama :

  1. Tujuan: Apa yang menjadi sifat umum dari pekerjaan tersebut? Mengapa itu menjadi hal yang penting?
  2. Tugas: Apa yang menjadi tugas utama dari pekerjaan tersebut? Sejauh mana tingkat kesulitannya? Bagaimana keterkaitan antara tugas tersebut dengan pekerjaan lainnya di dalam divisi ataupun departemen?
  3. Lingkungan: Bagaimana lingkungan kerja tempat tugas tersebut dilaksanakan?
  4. Kondisi kerja: Bagaimana kondisi kerja yang berlaku untuk pekerjaan ini?
  5. Kualifikasi: Bagaimana syarat pendidikan, pengetahuan , keahlian dan kelengkapan lain yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini?

Ketelitian saat melakukan analisa pekerjaan sangatlah penting. Tanpa adanya ketelitian dalam proses identifikasi tugas dapat menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi hal-hal berikut ini:

  • Tugas mana yang dapat dieliminasi atau diubah dari deskripsi tugas awal, supaya membuat tugas tersebut lebih sesuai untuk penyandang disabilitas?
  • Penyesuaian apa yang diterapkan di lingkungan kerja, bagaimana perangkat dan peralatan yang lebih sesuai bagi pekerja disabilitas?

Saat melakukan analisa pekerjaan, tekankan pemikiran bahwa penyandang disabilitas mampu dan memiliki keahlian untuk melakukan pekerjaan tersebut. Tujuan dari analisa pekerjaan ini bukanlah untuk mendiskriminasi dan mengeliminasi penyandang disabilitas dari pelaksanaan tugas-tugas tertentu. Analisa pekerjaan ini adalah sebuah proses pengkajian yang dapat diberlakukan untuk semua pelamar, disabilitas ataupun tidak. Jika perusahaan tidak pernah merekrut penyandang disabilitas sebelumnya, sangatlah penting untuk melakukan analisa pekerjaan ini seserius mungkin. Lakukan apa saja yang dapat dilakukan untuk membuat proses perekrutan perdana ini berhasil.

3 Promosikan Pekerjaan Kepada Penyandang Disabilitas

  • Ketika mengiklankan lowongan, cantumkan bahwa posisi tersebut juga tebuka bagi penyandang disabilitas, atau cantumkan bahwa penyandang disabilitas dianjurkan untuk melamar pekerjaan tersebut.
  • Ketika berpartisipasi pada acara (job fair, pertemuan bisnis, pertemuan pembeli), utarakan keinginan Anda untuk merekrut penyandang disabilitas.

4 Jalin Hubungan dan Berkontribusilah Dengan Organisasi Penyandang Disabilitas

OPD dapat mendukung Anda dalam berbagai bidang, seperti:

  • Implementasi kebijakan disabilitas.
  • Saran dan pertimbangan mengenai akomodasi bagi penyandang disabilitas di tempat kerja.
  • Pelatihan bagi manajer dan karyawan mengenai bagaimana cara memperlakukan penyandang disabilitas.
  • Pelatihan bagi penyandang disabilitas agar dapat memenuhi persyaratan kerja.
  • Memberikan konsultasi pada perusahaan dalam mencari penyandang disabilitas yang berminat bekerja untuk pabrik Anda atau memenuhi persyaratan keahlian kerja.

Menjalin kemitraan dengan OPD dan mendukung mereka secara finansial merupakan cara untuk memberikan dukungan terhadap OPD untuk bekerja dalam jangka waktu panjang, dan untuk mengembangkan pelayanan mereka bagi perusahaan.

Jangan ragu untuk mengundang OPD terkait untuk datang ke pabrik, sehingga mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu dan kebutuhan dalam lingkungan kerja maupun penerapan kebijakan di pabrik, khususnya mengenai pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Peran OPD adalah untuk memberikan informasi penting dan bertindak sebagai jalur sumber daya yang sangat penting dalam memberikan saran kepada pabrik dan perusahaan mengenai akomodasi yang tepat bagi penyandang disabiltas di tempat kerja.

Lihat Berita Yang Lain

Mainstreaming Isu Ketenagakerjaan Kunci Keberhasilan Ekonomi Indonesia

21 Februari 2017 0

Di tengah melambatnya ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru merangkak naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2016 mencapai angka 5,02 persen [...]

Ini Pengertian dan Manfaat Pelatihan Berbasis Kompetensi

09 Februari 2017 1

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus menggenjot program peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Salah satu wujud konkret upaya tersebut adalah melalui pelatihan berbasi [...]

Tunggakan Dilunasi Negara, Jenazah Siti Maryam Dikebumikan di Malaysia

04 Februari 2017 0

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Brebes, Siti Maryam (23) meninggal pada Senin (30/1) pukul 01.00 waktu Malaysia karena sakit Tubercolosis (TBC). Almarhumah sudah menjalani proses perawatan di RUmah [...]