Senin, 29 Februari 2016 16:14 WIB 0 Komentar 237 Dilihat
Buruh Harus Tingkatkan Etos Kerja, Kedisiplinan, dan Produktivitas

Buruh Harus Tingkatkan Etos Kerja, Kedisiplinan, dan Produktivitas

Jakarta – Peranan dunia usaha dan tenaga kerja sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional dan internasional. Untuk itu, serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) harus turut berpartisi aktif dalam menciptakan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif. Diantaranya aalah dengan meningkatkan etos kerja, kedisiplinan, dan produktivitas.

“Perubahan tantangan sosial, budaya, ekonomi, hukum, politik dan teknologi maupun komunikasi pada khususnya, menuntut kesiapan kita untuk mampu menyesuaikan diri agar kita tidak ketinggalan terhadap perubahan tersebut,” kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri dalam sambutan HUT Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) ke-16 yang dibacakan oleh Dirjen PHI & Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) di Wisma Antara Jakarta, Minggu (28/2).


Menteri Hanif meminta kepada anggota Aspek yang hadir maupun pekerja/buruh dimanapun berada, untuk senantiasa mengaktualisasi diri agar kompetitif terhadap perubahan jaman. Oleh karenanya, SP/SB juga harus turut serta dalam memupuk hubungan industrial yang harmonis. Hubungan industrial tersebut harus dikelola sedemikian mungkin agar dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan etos kerja, kedisiplinan, dan produktivitas tersebut.

”Untuk itu pelaku hubungan industrial khususnya serikat pekerja/serikat buruh dituntut harus mampu bangkit dan berhasil dalam mengelola hubungan industrial di Indonesia untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” ungkapnya.

Selain itu, hubungan industrial yang terjalin antara pengusaha dan pekerja juga harus diarahkan untuk menciptakan komitmen-komitmen baru dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bersama. Yaitu terciptanya ketenangan bekerja dan kelangsungan usaha. Dalam hal ini, hubungan industrial yang terjalin tersebut memberikan keuntungan bagi pekerja maupun pengusaha.

”Sehingga di satu sisi dunia usaha dapat berkembang dan di sisi lain pekerja/buruh dapat bekerja dengan baik dan kesejahteraannya meningkat,” papar Menaker.

Pada kesempatan tersebut, Menaker berharap agar serikat pekerja, Menaker berharap agar mampu meningkatkan profesionalismenya. Dengan cara tersebut, pekerja di Indonesia bersama-sama pemerintah, pengusaha, dan masyarakat umumnya turut berkontribusi dalam upaya pembangunan nasional.

”Sekaligus mampu membantu memecahkan permasalahan ketenagakerjaan yang kita hadapi bersama sebagai bagian dari permasalahan bangsa yang kita cintai,” pungkasnya.

Lihat Berita Yang Lain

Untuk Menggaet Anggota, Serikat Pekerja Harus Perbaiki Citra

28 September 2017 0

Pasuruan – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengingatkan kepada Serikat Pekerja untuk terus menggugah kesadaran buruh akan pentingnya berserikat. Dengan makin banyak anggota, maka [...]

Serikat Buruh Diminta Mendukung Peningkatan Daya Saing Nasional

05 September 2017 1

Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengajak setiap elemen ketenagakerjaan, termasuk serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) untuk turut andil dalam meningkatkan daya saing nasional.

Menaker Ajak Pengusaha dan Serikat Pekerja Kedepankan Dialog Sosial

11 Agustus 2017 0

Pangkal Pinang - Perselisihan pendapat maupun kepentingan antara pengusaha dengan pekerja sangatlah mungkin terjadi. Untuk itu, pemerintah mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan dialog sosial [...]