Kamis, 31 Mei 2018 15:51 WIB 0 Komentar 2093 Dilihat
Buka Puasa Bersama Masyarakat Bekasi, Menaker Jelaskan 3 Tantangan Indonesia

Buka Puasa Bersama Masyarakat Bekasi, Menaker Jelaskan 3 Tantangan Indonesia

Bekasi--Tiga tantangan bangsa Indonesia setiap periode yang dihadapi adalah masalah kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial. Namun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, telah berhasil mengurangi ketiga tantangan tersebut selama tiga tahun terakhir. Bahkan perkembangannya lebih maju.

 

"Angka kemiskinan terus menurun, ketimpangan sosial menurun. Angka pengangguran juga menurun. Posisinya sekarang 5,13 persen. Ini angka pengangguran terendah sejak Indonesia masuk reformasi, " kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan dalam acara berbuka puasa di Kranji, kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018).

 

Acara berbuka puasa dihadiri oleh tokoh masyarakat Kranji diantaranya KH Drs Fuadi Ahmad, KH Nutami, KH Jubah Ireeng, KH Mirhan Syamsuri, Lurah Kranji Ali Kristanto, Kyai Adam Malik, Kyai Ali Munir, Kyai Hamdani  serta tuan rumah Lilis Nurul Husna.

 

Menteri Hanif menjelaskan pemerintah terus berupaya mengatasi ketimpangan sosial dan kemiskinan masih menjadi problem di Indonesia yang salah satu disebabkan masalah kualitas SDM.

 

Angkatan kerja Indonesia sebesar 128juta, namun sebanyak 60 persen lulusan SD/SMP.  Tenaga profesional juga masih sekitar 5 persen. Dengan kondisi itu, bagaimana Indonesia berkompetisi dengan negara-negara lain?

 

“Malaysia saja (profesional)  sudah 20 persen" lanjut Menteri Hanif.

 

Ditegaskan Menaker Hanif, Pemerintah terus menggenjot untuk meningkatkan kualitas SDM agar mampu berdaya saing di pasar kerja. Salah satunya yakni melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Akses pendidikan vokasi terus ditingkatkan. Misalnya di Kemnaker ada BLK atau BBPLK Bekasi.  Dulu kalau mau masuk BLK, syaratnya harus lulusan SMA atau sederajat. Tapi sekarang dibebaskan tanpa persyaratan.

 

"Meski usia 50 tahun dan sedang tidak bekerja bisa ikut BLK. Tak peduli usia berapa, pendidikan apa, siapa yang butuh skill, butuh ketrampilan, butuh kompetensi bisa datang ke BLK Pemerintah, " kata katanya.

 

Menaker Hanif mengatakan pelatihan gratis yang disediakan BLK pemerintah tersebut akan memberikan berbagai kejuruan. Mulai dari kejuruan otomotif, listrik,  AC, jahit menjahit, fesyen, animasi.

 

"Akses lebih dibuka untuk memastikan angkatan kerja lulusan SD/SMP 60 persen  tadi mendapatkan skill dan ketrampilan yang lebih baik," katanya.

 

Selain akses dan mutu pelatihan vokasi atau kerja yang disediakan pemerintah, pihaknya juga menyiapkan dua kebijakan sosial yakni pendanaan pelatihan. Intinya agar pelatihan kerja agar ada pendanaannya lebih besar dari pemerintah atau skill development fund (SDF). Kedua, bantalan sosial untuk korban PHK atau unemployment benefit (UB).

 

"Dua kebijakan sosial itu penting karena pekerjaan di masa depan juga berubah. Salah satunya karena didorong perkembangan teknologi informasi yang juga cepat," ujar Menteri Hanif.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Selain Kelayakan, Pembangunan Rusunami Harus Memperhatikan Aspek Lingkungan

27 April 2017 0

meskipun yang disasar adalah MBR, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa pembangunan tempat tinggal tidak boleh mengesampingkan faktor lingkungan.

Humas Kemnaker Komitmen Bangun Reputasi Pemerintah

18 November 2016 0

Bandung - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar acara Temu Bakohumas dan Komunitas Tingkat Nasional pada 17-19 November 2016 di Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat. Pertemuan [...]

Di KTT ASEAN, Presiden Tekankan Pentingnya Stabilitas dan Keamanan Jalur Maritim

08 September 2016 0

Dalam rangka meningkatkan kerja sama maritim baik di antara sesama negara anggota ASEAN maupun antara ASEAN dengan negara mitranya., Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa [...]