Rabu, 06 Juni 2018 09:10 WIB 0 Komentar 3341 Dilihat
Brunei-Indonesia Sepakat Perbaiki Kerjasama Penempatan Pekerja Migran

Brunei-Indonesia Sepakat Perbaiki Kerjasama Penempatan Pekerja Migran

JENEWA - Brunei Darussalam dan Indonesia sepakat untuk segera memperbaharui nota kerjasama (MoU) terkait penempatan pekerja migran Indonesia di Brunei. Kesepakatan kedua negara disampaikan dalam pertemuan bilateral kedua kedua negara disela-sela forum sidang ILO di Jenewa, Swiss, Selasa (5/6).


Pertemuan yang merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah tersebut diwakili oleh Menteri Tenaga Kerja RI M Hanif Dhakiri dengan Minister of Home Affairs Brunei Darussalam, Haji Awang Abu Bakar Bin Haji Apong.


“Kami segera memperbarui nota kerjasama dengan Indonesia terkait pelerja migran Indonesia di Brunei,” kata Haji Awang. 


Menurutnya keberadaan ribuan pekerja migran Indonesia di Brunei sangat membantu keberlangsungan ekonomi Brunei. “Segera setelah lebaran, kami berharap nota kesepakat sudah ditandatangani” imbuhnya.


Menteri Hanif menyambut baik komitmen Brunei teraebut. “Karena Indonesia mempunyai Undang Undang baru terkait pekerja migran yang menyebutkan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia di suatu negara harus didasari MoU,” kata Menaker. 


Dalam kesempatan tersebut, Menaker juga mengapresiasi pemerintah Brunei terkait relasi ketenegakaerjaan dengan pekerja migran Indonesia yang relatif kondusif. Menaker juga meminta Brunei terus meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya terkait jaminan sosial. Penghuna pekerja migran Indonesia harus memberikan jaminan sosial.


Atas permintaan tersebut, Haji Awang juga menyatakan bahwa Brunei memiliki regulasi baru terkait jaminan sosial baginpekerja migran. “Pengguna pekerja migran yang tak melengkapi dengan jaminan sosial, makantak akan mendapatkan izin dari imigrasi,” jelasnya.


Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto yang turut dalam pertemuan tersebut meminta kerjasama dengan Brunei terkait jaminan sosial bagi pekerja migran di kedua negara. 


“Kerjasama dimaksud akan mempermudah pekerja migran dalam mengiur maupun menggunakan manfaat di kedua negara, baik untuk pekerja migran Indonesia maupun Brunei”.


Pihak Brunei menyambut baik upaya kerjasama teraebut. (***)

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Dorong Orangtua Titipkan Anak di Pesantren

12 Agustus 2018 0

Bekasi -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong masyarakat ikut memperkuat pendidikan Islam dan memperkuat pondok pesantren. Karenanya, Menaker meminta agar para orangtua agar menitipkan [...]

Jumlah Perusahaan Penerima Penghargaan K3 Meningkat di Tahun 2018

09 Agustus 2018 0

Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menggelar acara Penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (9/8/2018). Acara penghargaan [...]

Kemnaker Galang Dana dan Bantuan Gempa Bumi Lombok

08 Agustus 2018 0

Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus melakukan penggalangan dana dan bantuan untuk membantu korban gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu [...]