Rabu, 06 Juni 2018 09:10 WIB 0 Komentar 1056 Dilihat
Brunei-Indonesia Sepakat Perbaiki Kerjasama Penempatan Pekerja Migran

Brunei-Indonesia Sepakat Perbaiki Kerjasama Penempatan Pekerja Migran

JENEWA - Brunei Darussalam dan Indonesia sepakat untuk segera memperbaharui nota kerjasama (MoU) terkait penempatan pekerja migran Indonesia di Brunei. Kesepakatan kedua negara disampaikan dalam pertemuan bilateral kedua kedua negara disela-sela forum sidang ILO di Jenewa, Swiss, Selasa (5/6).


Pertemuan yang merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah tersebut diwakili oleh Menteri Tenaga Kerja RI M Hanif Dhakiri dengan Minister of Home Affairs Brunei Darussalam, Haji Awang Abu Bakar Bin Haji Apong.


“Kami segera memperbarui nota kerjasama dengan Indonesia terkait pelerja migran Indonesia di Brunei,” kata Haji Awang. 


Menurutnya keberadaan ribuan pekerja migran Indonesia di Brunei sangat membantu keberlangsungan ekonomi Brunei. “Segera setelah lebaran, kami berharap nota kesepakat sudah ditandatangani” imbuhnya.


Menteri Hanif menyambut baik komitmen Brunei teraebut. “Karena Indonesia mempunyai Undang Undang baru terkait pekerja migran yang menyebutkan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia di suatu negara harus didasari MoU,” kata Menaker. 


Dalam kesempatan tersebut, Menaker juga mengapresiasi pemerintah Brunei terkait relasi ketenegakaerjaan dengan pekerja migran Indonesia yang relatif kondusif. Menaker juga meminta Brunei terus meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya terkait jaminan sosial. Penghuna pekerja migran Indonesia harus memberikan jaminan sosial.


Atas permintaan tersebut, Haji Awang juga menyatakan bahwa Brunei memiliki regulasi baru terkait jaminan sosial baginpekerja migran. “Pengguna pekerja migran yang tak melengkapi dengan jaminan sosial, makantak akan mendapatkan izin dari imigrasi,” jelasnya.


Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto yang turut dalam pertemuan tersebut meminta kerjasama dengan Brunei terkait jaminan sosial bagi pekerja migran di kedua negara. 


“Kerjasama dimaksud akan mempermudah pekerja migran dalam mengiur maupun menggunakan manfaat di kedua negara, baik untuk pekerja migran Indonesia maupun Brunei”.


Pihak Brunei menyambut baik upaya kerjasama teraebut. (***)

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia Perjuangkan Jaminan Hak-Hak Pelaut Korban Bajak Laut

05 Juni 2018 0

JENEWA-Indonesia secara tegas mendukung pengesahan amandemen Konvensi Pekerja Maritim (Maritime Labour Convention/MLC) yang mengatur jaminan hak-hak keuangan bagi pelaut yang menjadi korban sandera [...]

Indonesia Tegaskan Komitmen Kesetaraan Gender dan Penghapusan Pelecehan di Tempat Kerja

04 Juni 2018 0

Jenewa - Pada forum Sidang Perburuhan Internasional yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jenewa, Swiss, Indonesia menegaskan komitmennya menjunjung kesetaraan gender [...]

Di Forum ILO, Menteri Hanif Pastikan Indonesia Terus Lakukan Perbaikan Ketenagakerjaan

04 Juni 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri memimpin Delegasi Indonesia dalam  rangkaian  acara Konferensi Perburuhan Internasional atau Internasional Labor Conference (ILC) ke-107 yang [...]