Kamis, 25 Februari 2016 19:49 WIB 0 Komentar 301 Dilihat
Besar Atau Kecil Angka PHK, Pemerintah Selalu Serius Menanganinya

Besar Atau Kecil Angka PHK, Pemerintah Selalu Serius Menanganinya

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dahkiri menegaskan bahwa pemerintah selalu serius menangani persoalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar atau kecil angkanya. Pemerintah juga selalu mendorong adanya penyelesaian yang baik agar tidak menyisakan masalah apapun antara pengusahan dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

 

“Baik kecil atau besar, pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap masalah PHK. Kita menanganinya dengan serius dan mendorong adanya penyelesaian yang baik,” ujar Menaker di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

 

Untuk kesekian kalinya Menaker menyampaikan bahwa PHK dan lapangan kerja itu ibarat hidup dan mati. Ada bayi yang lahir dan ada orang yang meninggal, ada PHK ada juga lapangan kerja. Hal ini sudah menjadi  dinamika ketenagakerjaan yang akan selalu terjadi.

 

“Jika perusahaan sudah tidak bisa menghindari adanya PHK maka harus ada dialog antara pihak menejemen dengan serikat pekerja untuk menyikapi hal tersebut untuk menghasilkan kesepakatan bersama. Karena PHK harus berdasarkan kesepakatan bersama,” paparnya.

 

Menurutnya, sikap dasar pemerintah terhadap persolan PHK jelas. Pertama, kalau bias jangan sampai ada PHK. Karena PHK harus dijadikan pilihan paling terakhir bagi perusahaan. Kedua, lanjut Menaker, walaupun karena satu dan lain alasan PHK harus dilakukan, maka harus didahuli dengan dialog sosial dengan serikat pekerja setempat, dan jangan sampai terjadi PHK sepihak. Ketiga, ketika PHK benar-benar terjadi, hak-hak pekerja harus dipenuhi agar tidak menyisakan masalah. Keempat, pemerintah sudah menyiapkan program-program bamper bagi korban-korban PHK.

 

“Programnya macam-macam, misalanya pelatihan kerja, ada yang berupa pelatihan wirausaha. Pelatihan kerja itu artinya mendorong orang masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK) agar mereka bias mengakses pasar kerja dan mereka bisa masuk dunia kerja yang baru. Sedangkan pelatihan wirausaha mendorong mereka untuk berwirausaha secara mandiri. Selain itu ada juga program padat karya produktif,” jelas mantan anggota Komisi X DPR RI ini.

 

Menaker menambahkan, banyak hal yang bias dilakukan oleh perusahaan untuk menghindari terjadinya PHK misalnya dengan mengurangi gaji pekerja-pekerja di level atas, mengurangi fasilitas, mengurangi jam kerja, mengurangi hari kerja, serta beberapa pilihan lain yang bias dan mungkin untuk dilakukan dalam rangka menghindari PHK.

Lihat Berita Yang Lain

Agar Hubungan Industrial Sehat, Menaker: Serikat Pekerja Harus Kuat

07 Februari 2018 0

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menghimbau kepada pekerja di semua perusahaan, memiliki Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang kuat. Keberadaan serikat pekerja bisa menjadi [...]

Kemnaker Awasi K3 Sektor Konstruksi dan Industri Berbahan Bakar Berbahaya

01 Februari 2018 0

Saat ini Pemerintah Indonesia tengah gencar dalam membangun infrastruktur dan sarana penunjang produktivitas nasional dengan tujuan untuk memeratakan ekonomi. Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja [...]

Ini Pesan Khusus Menaker Hanif Bagi 131 Pejabat Kemnaker yang Baru Dilantik Pejabat

31 Januari 2018 0

Jakarta—Semakin beratnya tantangan pembangunan ketenagakerjaan ke depan harus diantisipasi  pejabat-pejabat di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan secara  responsif [...]