Sabtu, 09 September 2017 15:33 WIB 0 Komentar 851 Dilihat
ASEAN Skills Competition Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda Indonesia

ASEAN Skills Competition Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda Indonesia

Melalui ajang ASEAN Skills Competition (ASC) pemerintah berupaya untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda Indonesia hingga mampu mencapai standar kompetensi di tingkat ASEAN. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri berharap, penyelenggaraan ASC di tahun-tahun mendatang semakin berkualitas dan kredibel baik dari segi penyelenggara, peserta, maupun kompetitornya. 

 

"Saya ucapkan selamat kepada pemenang ASEAN Skills Competition yang akan mewakili indonesia pada Oktober 2018 di Thailand," ujar Hanif saat menutup Seleknas ASC ke-12 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2017).

 

Dalam kurun waktu 10 bulan kedepan, para pemenang seleksi nasional ASC ke-12 akan mendapatkan pelatihan yang intensif sebelum mengikuti gelarasn ASC. Ajang ASC merupakan pembuktian bahwa dunia kompetensi merupakan dunia yang penuh dengan persaingan. 

 

"Ini merupaka suatu pertarungan bagaimana daya saing SDM bisa terus  dipertarungkan baik di ajang nasional maupun ditingkat regional ASEAN," katanya.

 

Menurut Menaker, baik pendidikan maupun pelatihan vokasi selama ini di pandang sebelah mata. Padahal realitanya banyak sarjana yang tidak memiliki keterampilan dan menganggur.

 

"Soal keterampilan dan kompetensi ini ibarat mata uang dalam persaingan global," ungkap menaker. 

 

Jika SDM indonesia tidak memiliki kompetensi tidak akan bisa bersaing dan kesempatan untuk menang. Angkatan kerja muda Indonesai harus berada diatas standard pasar kerja. 

 

"Kenapa harus diatas standard, karena kalau diatas standard maka anda pasti menang. Kalau anda sesuai standar, anda bisa menang, tapi kalau anda di bawah standar anda pasti kalah," papar Menaker.

 

Menaker berharap generasi mileneal indonesia menjadi generasi yang diatas standar pasar kerja sehingga tenaga kerja Indonesia bisa bersaing negara lain. Sudah saatnya Indonesia meninggalkan sumber daya alam sebagai tumpuan untuk melakukan pembangunan. 

 

"Karena selain persoalan lingkungan, kita juga tahu bahwa terus mengekploitasi alam akan mengakibatkan ketidak adilan antar generasi," lanjut Menaker. 

 

Ia menambahkan, saat ini dan kedepannya Indonesia harus menjadikan pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai prioritas agarterfokus pada pembangunan SDM sebagaimana sudah di prioritaskan oleh Presiden Joko Widodo. 

 

"Oleh karena itu skema baik pendidikan maupun pelatihan vokasi harus terus kita gaungkan. harus terus kita edukasikan juga kepada masyarakat. Bahwa mengirim anak ke tempat pelatihan kerja juga dapat membekali mereka dengan keterampilan dan kompetensi yang akhirnya bisa masuk ke pasar kerja," pungkas Menaker.

Biro Humas Kemnaker 

Lihat Berita Yang Lain

Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Harus Membangun Sistem Akreditasi Berbasis Mutu

20 Februari 2018 0

Jakarta -- Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bambang Satrio Lelono, meminta Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) dan [...]

Mahasiswa Harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

12 Februari 2018 0

Bandung –Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi  tantangan besar yang terjadi  era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat [...]

Puluhan Siswa BLK Lotim Siap Jalani OJT di Sejumlah Hotel Kawasan NTB

12 Februari 2018 0

Sebanyak 33 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) perhotelan jurusan Front Office di Balai Latihan Kerja Lombok Timur (BLK Lotim) menjalani uji praktik sebagai recepcionist. Praktik yang [...]