Rabu, 14 Juni 2017 11:08 WIB 0 Komentar 164 Dilihat
APINDO Tegaskan Komitmennya Mengedepankan Dialog Sosial untuk Pencapian Kerja Layak

APINDO Tegaskan Komitmennya Mengedepankan Dialog Sosial untuk Pencapian Kerja Layak

Jenewa -- Dalam lanjutan Konferensi Buruh Internasional (ILC) ke 106 di Jenewa, Swiss, Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Myra M Hanartani, menegaskan komitmennya terhadap penerapan Prinsip Fundamental tentang Hak di Tempat Kerja di depan perwakilan negara-negara anggota ILO.
"APINDO berbagi pandangan bahwa dialog sosial intensif di tempat kerja merupakan salah satu instrumen untuk memastikan penerapan Prinsip Fundamental dan Right at Work yang efektif," ujar Myra dalam sidang Plenary di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jenewa, Swiss (13/6).
Myra percaya bahwa dialog sosial memainkan peran penting untuk kemajuan dan pencapaian kondisi kerja yang layak di tempat kerja.

"Kami juga menyadari bahwa penerapan Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja harus mempertimbangkan kebutuhan spesifik dari perkembangan dan kondisi masing-masing negara," tambahnya.
Dalam pidatonya, Myra menyambut baik semua upaya dalam mempromosikan dialog sosial antara pengusaha dan pekerja yang termasuk dalam berbagai sektor dan industri yang beragam dan beragam di Indonesia tanpa pengecualian sama sekali. 
Sebagai salah satu pilar utama prinsip kerja yang layak, masalah ketenagakerjaan di Indonesia masih menjadi perhatian utama. APINDO menyadari tenaga kerja berkualitas merupakan kunci utama untuk sukses dalam persaingan global. Dalam kaitan ini, seperti yang diprakarsai oleh Global Apprenticeship Network, APINDO bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia meluncurkan program magang dan sertifikasi magang. 
"APINDO mendorong sekitar 2.600 (dua ribu enam ratus) perusahaan untuk melaksanakan magang di tempat kerja mereka. APINDO juga membentuk sebuah komite untuk menangani panggilan dan Produktivitas di cabang kami untuk memastikan program magang dijalankan dengan baik. Sebagai anggota masyarakat global, Indonesia juga berbagi kepedulian terhadap perubahan iklim yang pada akhirnya akan memberi dampak pada dunia kerja," kata Myra.
Myra menambahkan, APINDO menghargai laporan Direktur Jenderal tentang Green Initiative. APINDO percaya bahwa sebagai anggota Tripartit, perlu berkolaborasi bersama untuk terus mencari inisiatif untuk melestarikan planet  dimana kita tinggal dan pada saat yang sama menjaga usaha kita untuk menciptakan lapangan kerja dan pelaksanaan yang lebih baik. 
"Kami berharap ILO dapat mendukung semua negara anggota dengan pendekatan bottom up dan pengembangan kapasitas sesuai dengan kebutuhan negara tertentu," jelasnya.
Akhirnya, APINDO berharap pertemuan ini akan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik mengenai pekerjaan yang layak.
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Ini Hasil Sidang Pleno Pertama LKS Triaprtit Nasional

29 Juli 2016 0

Berdasarkat surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 31/M Tahun 2016, Menaker di dapuk sebagai ketua-merangkap anggota LKS Tripartit mewakili unsur pemerintah. Beberapa waktu lalu, Menaker [...]

Menaker Hanif: Sudah Saatnya ASEAN Miliki Instrumen Perlindungan Pekerja Migran

09 Juni 2016 0

Pembentukan instrumen pekerja migran di tingkat ASEAN terus didorong oleh Indonesia sejalan dengan kehendak Pemerintahan Presiden Jokowi untuk meningkatkan perlindungan TKI di luar negeri.

Hanif Dhakiri: G-20 Harus Berkomitmen atasi Pengangguran Kaum Muda

09 Juni 2016 0

Pertukaran informasi yang berkeadilan antara negara anggota G-20 sangat diperlukan di masa yang akan datang. Komitmen ini penting dalam upaya bersama untuk mewujudkan pengurangan pengangguran kaum [...]