Senin, 07 Agustus 2017 16:01 WIB 0 Komentar 175 Dilihat
14 Negara APO Hadiri Workshop Peningkatan Produktivitas Perguruan Tinggi

14 Negara APO Hadiri Workshop Peningkatan Produktivitas Perguruan Tinggi

Yogyakarta-- Sebagai institusi pencetak tenaga kerja kompeten di masa depan, institusi perguruan tinggi dituntut untuk lebih produktif dan berdaya saing. 

 
Kualitas layanan yang diberikan oleh perguruan tinggi akan menentukan kualitas lulusan yang dihasilkan. Itulah sebabnya, peningkatan produktivitas perguruan tinggi sangat penting. 

 
Melihat pentingnya hal tersebut Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Asian Productivity Organization (APO) menggelar workshop Pengukuran Produktivitas bagi Perguruan Tinggi.

 
"Saya berharap dengan diadakannya workshop ini, kita semua bisa meningkatkan produktivitas dan kinerja perguruan tinggi yang ada di Negara kita masing-masing," Kata Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Muhammad Zuhri, seusai membuka Workshop Pengukuran Produktivitas di Perguruan Tinggi, Yogyakarta (7/8).

 
Menurut Zuhri, Pengukuran kinerja dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan organisasi untuk mengimplementasikan strategi secara efektif untuk memastikan semua tujuan dapat dicapai. 

 
"Yang dapat dipergunakan mengukur kinerja adalah efisiensi atau produktivitas yang mengevaluasi hubungan antara input dan output," tambahnya.

 
Lebih lanjut Zuhri menjelaskan, Untuk kasus Indonesia, kita memiliki sekitar 4000 perguruan tinggi sekitar 300 Institusi. Pelatihan Keria yang dimiliki pemerintah, dan lebih dari 8000 Institusi Pelatihan Kerja Swasta. 

 
"Peningkatan produktivitas institusi pendidikan dan pelatihan tersebut, tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi Indonesia. Diperlukan komitmen yang tinggi dari seluruh pihak," jelas Zuhri.

 
Workshop tersebut diikuti 14 negara dari 20 negara anggota APO. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Pakistan, Pilipina, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja,  Fiji, India, Iran, Laos, Malaysia, Nepal, Thailand dan Vietnam.

 
Adapun Jepang, Korea, China, Hong Kong, Singapura, dan Mongolia tidak mengirimkan perwakilannya. Sebagai narasumber Prof. William F Massy dari Stanford University dan Prof. Hamish Coates dari University of Melbourne.


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Minta Dunia Usaha Bantu Perkembangan UMKM di Indonesia

15 Oktober 2017 0

Malang -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengajak seluruh dunia usaha untuk lebih optimal memberdayakan masyarakat dengan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan.

Hari Puisi Indonesia, Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

04 Oktober 2017 0

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan membaca puisi saat menghadiri agenda Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki [...]

BLK Ambon Tingkatkan Sinergi dengan Dunia Industri

28 September 2017 5

Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon terus meningkatkan sinergi dengan dunia industri. Upaya ini dilakukan dengan dibentuknya Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) BLK Ambon.