Senin, 30 April 2018 20:45 WIB 0 Komentar 1310 Dilihat
Menaker Dorong Inovasi Ketenagakerjaan Yang Sesuai Dengan Potensi Daerah

Menaker Dorong Inovasi Ketenagakerjaan Yang Sesuai Dengan Potensi Daerah

Kendal - Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyatakan, berbagai inovasi dan kreatifitas masyarakat sangat diperlukan untuk mendorong pembangunan ketenagakerjaan. Namun begitu, berbagai inovasi dan kreatifitas tersebut hendaknya di sesuaikan dengan potensi daerah.


Hal ini disampaikan Menteri Hanif saat menjadi pembicara dalan acara Silaturahim Alumni Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal pada hari Senin (30/4/2018).


Menurut Menteri Hanif, pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan non formal dengan santri yang datang dari berbagai daerah. Oleh karenanya, santri harus membiasakan diri untuk berinovasi dan hidup kreatif. Agar kelak ketika pulang ke daerah asal dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat daerah.


"Oleh karenanya, saya juga ingin mendorong kalau santri-santri melakukan inovasi, maka basisnya adalah tempat dimana berada. Di desanya, di kampungnya, itu yang harus diinovasi," kata Menteri Hanif.


Menteri Hanif menambahkan, dunia saat berubah dengan cepat. Salah satunya disebabkan oleh perkembangan teknologi dan informasi.


Oleh karenanya, bagi Menteri Hanif, inovasi dan kreativitas adalah kunci bagi santri dan masyarakat secara umum untuk bisa bertahan di tengah perkembangan zaman.


"Nah tentu, saya sering sampaikan bahwa dasarnya tetap karakter, dasarnya tetap akhlak, adab," tutur Menteri Hanif.


Untuk mendorong pengembangan potensi daerah melalui inovasi dan kreativitas tersebut, Menaker berpesan agar kapasitas santri harus terus ditingkatkan.


"Oleh karena itu, kehadiran tempat-tempat pelatihan di pesantren juga menjadi penting. Agar santri ini lebih kuat kewirausahaannya, dan bisa membantu masyarakat desa keluar dari kemiskinan," ujar Menaker.


Menaker juga berpesan agar pesantren juga mengembangkan lembaga pelatihan vokasi, baik yang dikembangkan secara mandiri maupun dikerja samakan dengan lembaga pelatihan lain.


Secara khusus, lembaga pelatihan, menurut Menaker, lebih mengakomodir kebutuhan akan peningkatan skill dibandingkan lembaga pendidikan formal. Karena, lembaga pelatihan memiliki karakteristik jangka waktu pelatihan yang lebih pendek dibandingkan pendidikan formal.


Dengan begitu, tuntutan akan skill yang fleksibel dan responsif terhadap cepatnya perubahan zaman dapat diakomodir melalui lembaga pelatihan.


"Dan di sini, pelatihan vokasi menjadi penting karena jangka pelatihannya pendek," paparnya.


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

1.000 Siswa BLK Makassar Terima Sertifikat Kompetensi

17 Oktober 2018 0

Makassar -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyerahkan 1000 sertifikat kompetensi kepada lulusan peserta pelatihan kerja Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar.

Kisah Sukses Pengusaha Alumni Pemagangan Jepang

13 Oktober 2018 0

Bandung -- Program pemagangan ke Jepang yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berbuah manis. Banyak alumni pemagangan di Jepang setelah kembali ke Indonesia menjadi pengusaha [...]

Tiga Strategi Kemnaker Kuatkan SDM Indonesia di Era Digital

13 Oktober 2018 1

Jakarta -- Memasuki era ekonomi digital pemanfaatan dan penguasaan teknologi merupakan salah satu indikator kemajuan negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kuat. Untuk memperkuat SDM [...]