Kamis, 31 Agustus 2017 11:06 WIB 0 Komentar 487 Dilihat
Wukuf di Arafah, Jemaah Haji wujudkan Nilai-Nilai Kemanusian

Wukuf di Arafah, Jemaah Haji wujudkan Nilai-Nilai Kemanusian

Mekah- Jutaan Jemaah haji hari ini, kamis (31/08/2017)  atau 9 Zulhijah 1438 H melakukan wukuf di Arafah, Mekah, Arab Saudi. Setelah wukuf,  kamis malam akan bergerak ke Muzdalifah dan selanjutnya tengah malam menuju ke Mina.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga Amirul Hajj Indonesia mengatakan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi  yang terdiri dari sejumlah Kementerian/ Lembaga/TNI Polri/ Instansi terkait ini, siap mengantarkan jemaah Haji Indonesia melaksanakan rukun dan wajib haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina).

Menag memberikan pesan khusus kepada jemaah haji Indonesia terkait pelaksanaan puncak ibadah haji,wukuf di Arafah. Menurut Menag, ada dua ciri haji mabrur, yaitu: ith’am ath-tha’am dan ifsa’us-salam, memberi makan dan menebarkan salam. Memberi makan merupakan simbol kepedulian sosial. Sebab agama hadir untuk kepentingan sosial, tidak semata individual. Kepedulian adalah  ciri kemabruran.

Ciri kemabruran kedua adalah menebarkan salam. Menag mengatakan, salam merupakan simbol menebar perdamaian. Menag berharap  sekembalinya di Tanah Air, Jemaah haji mendapat haji mabrur, semakin meningkat kepedulian sosial dan menjadi duta penebar kedamaian di lingkungan masing-masing. Jemaah haji, wujudkan nilai-nilai kemanusiaan.

“ Semoga semua lancar wukufnya, karena tidak ada keinginan setiap jemaah selain mendapatkan kemabruran,” ujar Menag 

Hingga saat ini, Indonesia menjadi negara pengirim jemaah haji terbanyak  dunia yaitu 221.000 jemaah. Sedangkan 4 Negara dengan jemaah haji terbanyak lainnya adalah Pakistan (179.000 jemaah), India (170.000 jemaah). Selanjutnya adalah Bangladesh (128.000 jemaah) dan Nigeria (95.000 jemaah).  

Fakta lain yang membanggakan, meski  Indonesia dengan negara jumlah jemaah terbanyak tapi Jemaah haji Indonesia terkenal tertib, rapi, dan sopan.  

Patuhi Larangan Lontar Jumrah 

Di tengah kepadatan Mina dan untuk mengatur pergerakan jemaah ke lokasi lontar jumrah (jamarat), Pemerintah Arab Saudi telah membuat jadwal larangan melontar jumrah. Lebih lanjut lagi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan demi keselamatan  dan ketertiban, jemaah harus mematuhi aturan melontar jumrah.

"Jemaah sebelum berangkat ke jamarat, harus memperhatikan sinyal lampu, merah atau hijau," kata Menag 



Sinergi petugas Haji

Sementara itu,  dr.Eka Jusup Singka  Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan mengatakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah  siap melayani jemaah di Arafah dan Mina. Semua petugas kesehatan dapat menjalankan tugasnya secara terintegrasi dan tersistem dalam satu kesatuan komando Armina.



Selain itu, juga telah disiapkan layanan kesehatan mobile melalui pos-pos pelayanan kesehatan yang ada di Arafah, Musdalifah dan Mina. Pelayanan kesehatan ini melibatkan tenaga kesehatan yang terhimpun dalam Tim Promotif-Preventif, Tim Gerak Cepat dan Tim Kuratif-Rehabilitatif. 

“Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada jemaah haji dari ketiga KKHI di atas berupa pelayanan kesehatan rawat inap, rawat jalan dan rujukan,”jelasnya.

Hingga tanggal 29/08/ Jumlah data jemaah haji yang meninggal dunia  sejak dari embarkasi dan Saudi Arabia  berjumlah 165 orang. Sedangkan untuk jemaah yang sakit akan disafari wukufkan. Para jemaah  akan diberangkatkan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daker Makkah menuju Arafah menggunakan ambulans.

"Mereka akan berada di Arafah beberapa menit kemudian akan dipulangkan kembali ke KKHI Makkah," katanya.

Penyelenggaran Haji adalah tugas nasional, oleh karena itu  jemaah haji Indonesia akan mendapatkan  pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sejak di tanah air dan tiba di Arab Saudi hingga kembali lagi ke Indonesia.



(Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Lihat Berita Yang Lain

Perhutanan Sosial, Kini Masyarakat Legal Mengelola Hutan

08 September 2017 0

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu, 6 September 2017. Membangun Indonesia dari pinggiran, didefinisikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), salah satunya melalui [...]

Capaian Kinerja Kemenkes RI Tahun 2015-2017

28 Agustus 2017 0

Jumlah kasus kematian Bayi turun dari 33.278 di tahun 2015 menjadi 32.007 pada tahun 2016, dan di tahun 2017 di semester I sebanyak 10.294 kasus. Demikian pula dengan angka kematian Ibu turun dari [...]

Partisipasi Organisasi Masyarakat Sangat Diperlukan Bagi Pembangunan Ketenagakerjaan

28 Juli 2017 0

Agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional sangat membutuhkan partisipasi dari seluruh elemem masyarakat. Diharapkan, organisasi masyarakat (ormas) maupun LSM yang memiliki kedekatan langsung dengan [...]