Kamis, 16 Februari 2017 17:25 WIB 0 Komentar 265 Dilihat
SKKNI Terus Ditinjau Agar Sesuai Dengan Kebutuhan Industri

SKKNI Terus Ditinjau Agar Sesuai Dengan Kebutuhan Industri

Jakarta – Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan acuan dalam melakukan pelatihan dan pendidikan vokasi di Indonesia. Agar terus relevan sebagai acuan bagi lembaga pelatihan dan pendidikan, SKKNI ditinjau secara periodik.

“SKKNI secara periodik memang harus ditinjau ya, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, perkembangan yang ada,” kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kerja (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI Bambang Satrio Lelono di Kantor Kemnaker Jakarta hari Kamis (16/7/2017).

Drijen Satrio menjelaskan, wewenang penyusunan dan review SKKNI ada di bawah komando kementerian dan lembaga (K/L) yang membidangi masing-masing sektor. Sedangkan pihak Kemnaker berkewajiban endorsement SKKNI tersebut. Oleh karenanya, ia akan terus mendorong masing-msing K/L untuk terus meninjau SKKNI agar relevan dengan perkembangan industri.

“Nah ini memang ada beberapa SKKNI yang katakanlah, tetap kita meminta sektor agar menyempurnakanlah kebutuhan. Karena tugas membuat SKKNI ini kan sektor, kita memfasilitasi untuk melakukan SKKNI,” lanjut Dirjen Satrio.

Perlu masyarakat pahami, SKKNI digunakan sebagai acuan dalam pembinaan, persiapan SDM yang berkualitas, kompeten yang diakui oleh seluruh pemangku kepentingan (stake holder) dan berlaku secara nasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

SKKNI juga sebuah uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja minimal yang harus dimiliki seseorang untuk menduduki jabatan tertentu yang berlaku secara nasional. Adapun, SKKNI didasarkan pada 5 prinsip:

  1. Relevan dengan kebutuhan dunia usaha atau industri di masing- masing sektor atau lapangan usaha;   
  2. Valid terhadap acuan dan/atau pembanding yang sah;
  3. Aseptabel oleh para pemangku kepentingan;
  4. Fleksibel untuk diterapkan dan memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan
  5. Mampu telusur dan dapat dibandingkan dan/atau disetarakan dengan standar kompetensi lain, baik secara nasional maupun internasional.


Lihat Berita Yang Lain

Pentingnya Peran Swasta Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

03 Februari 2017 0

Hal ini dikarenakan untuk mencapai target tahun 2030 , kebutuhan tenaga kerja terampil berkisar 113 juta. Sedangkan pada tahun 2016 Indonesia baru memiliki sekitar 57 juta tenaga kerja terampil [...]

Indonesia-New Zealand Jajaki Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan

31 Januari 2017 0

Pada pertemuan tersebut, berbagai kerja sama untuk mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia sangat penting. Mengingat 60 persen dari 125,44 juta angkatan kerja Indonesia adalah [...]

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Mempersiapkan SDM Berkualitas

27 Januari 2017 0

Presiden menekankan peningkatan kualitas pendidikan kejuruan. Dirinya menginginkan agar dilakukan peningkatan kualitas baik sarana maupun prasarana dari sekolah-sekolah kejuruan yang ada [...]