Kamis, 16 Februari 2017 17:25 WIB 0 Komentar 301 Dilihat
SKKNI Terus Ditinjau Agar Sesuai Dengan Kebutuhan Industri

SKKNI Terus Ditinjau Agar Sesuai Dengan Kebutuhan Industri

Jakarta – Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan acuan dalam melakukan pelatihan dan pendidikan vokasi di Indonesia. Agar terus relevan sebagai acuan bagi lembaga pelatihan dan pendidikan, SKKNI ditinjau secara periodik.

“SKKNI secara periodik memang harus ditinjau ya, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, perkembangan yang ada,” kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kerja (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI Bambang Satrio Lelono di Kantor Kemnaker Jakarta hari Kamis (16/7/2017).

Drijen Satrio menjelaskan, wewenang penyusunan dan review SKKNI ada di bawah komando kementerian dan lembaga (K/L) yang membidangi masing-masing sektor. Sedangkan pihak Kemnaker berkewajiban endorsement SKKNI tersebut. Oleh karenanya, ia akan terus mendorong masing-msing K/L untuk terus meninjau SKKNI agar relevan dengan perkembangan industri.

“Nah ini memang ada beberapa SKKNI yang katakanlah, tetap kita meminta sektor agar menyempurnakanlah kebutuhan. Karena tugas membuat SKKNI ini kan sektor, kita memfasilitasi untuk melakukan SKKNI,” lanjut Dirjen Satrio.

Perlu masyarakat pahami, SKKNI digunakan sebagai acuan dalam pembinaan, persiapan SDM yang berkualitas, kompeten yang diakui oleh seluruh pemangku kepentingan (stake holder) dan berlaku secara nasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

SKKNI juga sebuah uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja minimal yang harus dimiliki seseorang untuk menduduki jabatan tertentu yang berlaku secara nasional. Adapun, SKKNI didasarkan pada 5 prinsip:

  1. Relevan dengan kebutuhan dunia usaha atau industri di masing- masing sektor atau lapangan usaha;   
  2. Valid terhadap acuan dan/atau pembanding yang sah;
  3. Aseptabel oleh para pemangku kepentingan;
  4. Fleksibel untuk diterapkan dan memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan
  5. Mampu telusur dan dapat dibandingkan dan/atau disetarakan dengan standar kompetensi lain, baik secara nasional maupun internasional.


Lihat Berita Yang Lain

Perguruan Tinggi Harus Menyesuaikan Kurikulum dengan Perubahan Karakter Pekerjaan

25 Mei 2017 0

Jaman telah berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi yang semakin masif bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi teknologi dapat memudahkan kehidupan manusia. Namun di sisi lain jika [...]

Di Era Persaingan, SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

18 Mei 2017 0

Keterampilan bukan lah satu-satunya bekal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa lain di era kompetisi saat lain. Di samping keterampilan, SDM Indonesia juga harus [...]

Pemagangan Adalah Bagian Integral Dari Percepatan Peningkatan Kompetensi

17 Mei 2017 0

Program Pemagangan adalah salah satu upaya pemerintah untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia. Untuk itu, dukungan dari pelaku usaha dan kelompok masyarakat sangat diperlukan [...]