Rabu, 24 April 2019 18:33 WIB 0 Komentar 236 Dilihat
Reformasi Ketenagakerjaan, Menaker Hanif Minta Masukan KEIN

Reformasi Ketenagakerjaan, Menaker Hanif Minta Masukan KEIN

Jakarta--Menaker Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) memberikan masukan agar ekosistem ketenagakerjaan bisa bertransformasi dari yang rigid/kaku menjadi lebih fleksibel. Salah satu problem utama dalam dunia ketenagakerjaan yang dihadapi saat ini yakni ekosistem ketenagakerjaan rapuh.

"Saya kasih PR ke KEIN. Intinya, kita perlu masukan dari KEIN bagaimana agar transformasi dari ekosistem yang rapuh dan rigid dan kaku itu menjadi benar-bener kita bisa didorong berubah menjadi fleksibel," kata Hanif saat menjadi pembicara diskusi prospek ekonomi 2019-2024 di Jakarta, Rabu (24/4).

Diskusi yang digelar KEIN dihadiri oleh Ketua Wantimpres Sidharto Danusubroto, Sekjen Kemnaker Khairul Anwar, Ketua KEIN Soetriso Bachir,  Wakil Ketua KEIN Arief Budimanta,  Ketua Apindo  Haryadi B. Sukamdani dan Ketua Industri Manufaktur Johnny Darmawan.

Hanif Dhakiri meyakini bila reformasi ketenagakerjaan dijalankan maka ekosistem ketenagakerjaan akan  lebih fleksibel sehingga pekerja, pengusaha maupun pemerintah akan sama-sama senang, “Dengan melakukan reformasi ketenagakerjaan, maka investasi akan mudah masuk karena eksosistemnya lebih bagus. Kalau kita mendorong padat karya, sangat memungkinkan apabila ekosistemnya diubah," ujarnya.

Hanif mengatakan masalah pengangguran  bukan terletak di lapangan kerjanya, karena selama kurun empat tahun pemerintah telah berhasil menciptakan 10 juta lebih lapangan kerja. Masih adanya pengangguran karena saat ini dunia usaha kesulitan mencari tenaga kerja dengan skill yang dibutuhkan.

Hanif Dhakiri mengatakan agenda pemerintah pembangunan SDM di tahun 2019 yakni mendorog pihak swasta terlibat lebih intens investasi SDM dengan memberikan insentif berupa “super tax reduction”.  Yakni insentif bagi dunia usaha agar nilai yang dikeluarkan untuk investasi SDM bisa diganti dengan pengurangan pajak.

“Strategi pemerintah lainnya secara umum yakni massifikasi pelatihan vokasi, meningkatkan kapasitas pelatihan dan menambah kecakupan peserta pelatihan,“  ujarnya.

Hanif menambahkan pemerintah setiap saat terus menggenjot peningkatan skill mengingat adanya keterbatasan SDM yakni 58 persen angkatan kerja merupakan lulusan SD/SMP dari total 131 angkatan kerja Indonesia. "Karenanya prioritas pemerintah 2019 yakni pembangunan SDM," katanya. 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Dorong Penanaman Modal di Sektor Over - Supplied Tenaga Kerja

26 Januari 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri mendorong penanaman modal di sektor yang over-Supplied Tenaga Kerja. Hal itu disampaikan menaker pada saat menerima Kepala Badan Koordinasi [...]

Menaker Tekankan Pentingnya Keseimbangan Antara Kerja dan Do’a

24 Januari 2017 0

Ketaatan sebagai ‘Hamba Tuhan Yang Maha Esa’ sangatlah penting untuk terus disublemasikan dalam segala aktifitas, termasuk saat bekerja. Begitupun sebaliknya, kualitas iman tidak cukup [...]

Pentingnya Sikap Toleransi Bagi Generasi Muda Agar Terhindar Dari Isu SARA

23 Januari 2017 0

Oleh karena itu, salah satu upaya yang terus diperjuangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) saat ini adalah meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Dengan adanya kompetensi, angkatan [...]