Senin, 29 Februari 2016 19:32 WIB 0 Komentar 264 Dilihat
Presiden Ingin Proyek Energi Serap Banyak Tenaga Kerja

Presiden Ingin Proyek Energi Serap Banyak Tenaga Kerja

Jakarta - Pembangunan proyek-proyek pembangunan energi yang saat ini mulai digarap pemerintah diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Selain itu, kontraktor lokal juga harus banyak dilibatkan. Dengan semakin banyak melibatkan kontraktor lokal, tenaga kerja lokal pun diyakini akan lebih mudah terserap.

Berbagai kontak pembangunan saat ini memang diharapkan banyak melibatkan masyarakat Indonesia. Selain penyerapan tenaga kerja dan kontraktor lokal, berbagai pembangunan, khusunya sektor energi diharapkan lebih banyak menggunalan komposisi produk lokal (local content) dalam prosesnya.

"Saya hanya ingin menegaskan, bahwa proyek-proyek yang nanti dilaksanakan harus menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, sebesar-besarnya. Harus melibatkan juga kontraktor-kontraktor lokal supaya ekonomi di daerah jalan, jangan uangnya muter di Jakarta saja. Local content juga, gunakan produk dalam negeri, batasi barang impor," kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di acara pengadaan barang dan jasa di Kementerian ESDM, Plaza Kementerian ESDM, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/2).

Saat ini, banyak kontraktor luar yang juga meminta untuk mengikutkan produk luar secara impor. Kontraktor luar beralasan, barang-barang tersebut belum tersedia di Indonesia. Bahkan, harganya pun lebih terjangkau. Presiden Jokowi pun dengan tegas membantah hal tersebut.

"Ada yang bilang ke saya. Pak ini pipanya harus impor. Saya cek, siapa bilang. Di kita juga banyak. Ada yang bilang Pak impor lebih murah. Saya cek juga tidak. Yang sering pakai barang impor saya kejar," tegas Presiden.

Pembangunan proyek energi saat ini juga berkaitan dengan sektor-sektor lainnya, termasuk sektor ketenagakerjaan. Oleh karenanya, beliau ingin proses penandatangan proyek tersebut jangan berbelit-belit.

"Bila ada masalah cepat diputuskan, diselesaikan, jangan banyak didiskusikan, jangan banyak diseminarkan. Ibarat pemain bola, saudara-saudara ini striker yang tugasnya bikin gol, jangan jaga gawang saja. Saya tunggu hasilnya. Terima kasih," pungkasnya.

Lihat Berita Yang Lain

Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa

17 Mei 2017 0

Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang [...]

Dukung Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban, Kemnaker Latih 19.000 Tenaga Kerja

09 Mei 2017 0

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono mengatakan, dukungan tersebut sudah dilakukan mulai awal tahun ini.

Penegakan Peraturan Penggunaan TKA Didukung Dengan Layanan Prima

02 Mei 2017 0

Seiring dengan meningkatnya PMA pada triwulan I 2017, tentunya hal ini harus diimbangi dengan kualitas layanan ketenagakerjaan yang baik. Agar, manfaat investasi ini benar-benar dirasakan oleh [...]