Kamis, 24 November 2016 13:45 WIB 0 Komentar 79 Dilihat
Pokok-Pokok dan Hasil Rembuk Nasional Hubungan Industrial 2016

Pokok-Pokok dan Hasil Rembuk Nasional Hubungan Industrial 2016

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) sebagai representasi dari pemerintah bersama-sama dengan seluruh stakeholder ketenagakerjaan telah meyelesaikan rembuk nasional hubungan industrial tahun 2016. Rembuk nasional ini bertujuan untuk mewujudkan hubungan industrial di Indonesia yang lebih harmonis, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kondisi ketenagakerjaan Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai persoalan. Salah satunya adalah persoalan daya saing. Untuk itu, dengan mendorong terwujudnya hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja, hal ini akan turut mendukung terwujudnya iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Yang mana pada akhirnya akan turut meningkatkan produkvitas usaha dan kesejahteraan pekerja.

“Tentunya kami ini ini mencoba membuat suatu diskusi yang dapat membahas atau menarik benang merah di setiap hal-hal hubungan industrial,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek (PHI dan Jamsos) Kemnaker Haiyani Rumondang saat menutup acara Rembuk Nasional Hubungan Industrial di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Acara yang mengusung tema ‘Penguatan Kemitraan Hubungan Industrial dan Inovasi Institusi’ turut dihadiri oleh seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Mulai dari unsur pemerintah, pengusaha, Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), Mediator Hubungan Industrial, dan pakar/praktisi. Pemerintah pun memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, yang telah mengoptimalkan forum tersebut untur berdialog dalam rangka mencari benang merah hubungan industrial yang lebih baik.

“Banyak sekali sisi positif yang kami ambil. Semua pemangku kepentingan sangat semangat untuk mencari titik-titik temu meskipun menghadapi isu-isu yang kontroversi tersebut,”  imbuh Dirjen Haiyani.

Kurang lebih 500 peserta mengikuti acara Rembuk Nasional tersebut. Adapun, pokok-pokok pikiran dan hasil kesimpulan Rembuk Nasional Hubungan Industrial 2016 adalah sebagai berikut:

  1. Sistem pengupahan yang sederhana, terdesentralisasi, dan pasti
  2. Jaminan sosial yang proaktif
  3. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang harmonis, transparan, cepat, dan pasti
  4. Hubungan kerja, pemagangab dan kompetensi kerja yang mensejahterakan dan pasti
  5. Peran dan fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) yang mensejahterakan anggotanya.

Lihat Berita Yang Lain

Dialog Sosial Terus Diperkuat Untuk Mendukung Pembangunan Inklusif dan Berkeberlanjutan

08 Desember 2016 0

Dialog sosial merupakan salah satu wahana bertemunya unsur tripartit ketenagakerjaan. Untuk itu, dialog sosial ini sangat penting untuk dijadikan sebagai wahana mencari solusi dan menyelesaikan [...]

Menaker Ajak Seluruh Stakeholder Ketenagakerjaan Bangun Sistem Ketenagakerjaan Kondusif

23 November 2016 1

Begitu halnya dengan sistem ketenagakerjaan. Sistem yang terbangun diharapkan dapat menjadi satu kesatuan unit yang dapat mensejahterakan seluruh pihak serta meningkatkan produktivitas dan daya saing [...]

Perkembangan Bisnis Era Digital Harus Memperhatikan Aspek Perlindungan Ketenagakerjaan

09 November 2016 0

Pada saat ini, penggunaan IT tidak dicukupkan pada aspek operasional-teknis usaha saja. Tetapi lebih jauh lagi, IT telah merambah ke aspek manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, Kementerian [...]