Kamis, 24 November 2016 13:45 WIB 0 Komentar 128 Dilihat
Pokok-Pokok dan Hasil Rembuk Nasional Hubungan Industrial 2016

Pokok-Pokok dan Hasil Rembuk Nasional Hubungan Industrial 2016

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) sebagai representasi dari pemerintah bersama-sama dengan seluruh stakeholder ketenagakerjaan telah meyelesaikan rembuk nasional hubungan industrial tahun 2016. Rembuk nasional ini bertujuan untuk mewujudkan hubungan industrial di Indonesia yang lebih harmonis, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kondisi ketenagakerjaan Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai persoalan. Salah satunya adalah persoalan daya saing. Untuk itu, dengan mendorong terwujudnya hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja, hal ini akan turut mendukung terwujudnya iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Yang mana pada akhirnya akan turut meningkatkan produkvitas usaha dan kesejahteraan pekerja.

“Tentunya kami ini ini mencoba membuat suatu diskusi yang dapat membahas atau menarik benang merah di setiap hal-hal hubungan industrial,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek (PHI dan Jamsos) Kemnaker Haiyani Rumondang saat menutup acara Rembuk Nasional Hubungan Industrial di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Acara yang mengusung tema ‘Penguatan Kemitraan Hubungan Industrial dan Inovasi Institusi’ turut dihadiri oleh seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Mulai dari unsur pemerintah, pengusaha, Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), Mediator Hubungan Industrial, dan pakar/praktisi. Pemerintah pun memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, yang telah mengoptimalkan forum tersebut untur berdialog dalam rangka mencari benang merah hubungan industrial yang lebih baik.

“Banyak sekali sisi positif yang kami ambil. Semua pemangku kepentingan sangat semangat untuk mencari titik-titik temu meskipun menghadapi isu-isu yang kontroversi tersebut,”  imbuh Dirjen Haiyani.

Kurang lebih 500 peserta mengikuti acara Rembuk Nasional tersebut. Adapun, pokok-pokok pikiran dan hasil kesimpulan Rembuk Nasional Hubungan Industrial 2016 adalah sebagai berikut:

  1. Sistem pengupahan yang sederhana, terdesentralisasi, dan pasti
  2. Jaminan sosial yang proaktif
  3. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang harmonis, transparan, cepat, dan pasti
  4. Hubungan kerja, pemagangab dan kompetensi kerja yang mensejahterakan dan pasti
  5. Peran dan fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) yang mensejahterakan anggotanya.

Lihat Berita Yang Lain

Pentinganya Memahami Hubungan Industrial Bagi Kaum Berpendidikan

23 Mei 2017 0

Pemahaman tentang HI dinilai sangat penting bagi civitas akademika. Dimana bagi pelajar dan pemuda pada umumnya akan mengetahui materi, informasi, dan pengetahuan seputar dasar-dasar hubungan [...]

Menaker Dorong Pengusaha Bersinergi Meningkatkan Kompetensi SDM Indonesia

20 April 2017 0

Pemerintah terus melakukan upaya-upaya strategis untuk mengembangkan hubungan industrial yang maksimal, karena peran dunia usaha dinilai sangat penting dalam memberikan kontribusi positif bagi [...]

Konsolidasi LKS Tripartit, Wahana Sinkronisasi Pembangunan Ketenagakerjaan

12 April 2017 0

LKS Tripartit sendiri beranggotakan delegasi dari pengusaha dan Serikat Pekerja yang sudah tercatat di Instansi Ketenagakerjaan. Lembaga ini memiliki peranan memberikan pertimbangan, saran, dan [...]