Senin, 17 April 2017 12:02 WIB 0 Komentar 381 Dilihat
Perubahan Karakter Dunia Kerja Harus Diantisipasi Oleh Seluruh Stakeholder

Perubahan Karakter Dunia Kerja Harus Diantisipasi Oleh Seluruh Stakeholder

Jakarta – Secara global, dunia kerja sedang mengalami transformasi besar. Beberapa faktor seperti perubahan demografi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanasan global, migrasi tenaga kerja, dan perkembangan karakter proses produksi, semuanya memiliki implikasi terhadap dunia pekerjaan.

Oleh karenanya, dampak perubahan-perubahan tersebut harus dapat diantisipasi dan dikelola secara baik oleh seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Yakni melalui inisiatif dan kerja sama yang baik demi masa depan dunia kerja Indonesia.

“Memang disadari, dan sudah terjadi adanya suatu perubahan di dunia kerja ini. Terutama pengaruh dari ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Staf Ahli Bidang Kerja Sama Internasional Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Abdul Wahab Bangkona mewakili Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri membuka ‘Dialog Nasional Mengenai Teknologi dan Informasi Inisiatif Pekerjaan Masa Depan’ di Hotel Aryaduta Jakarta pada Hari Senin (17/4/2017).

Ia pun mencontohkannya dengan industri transportasi berbasis on-line atau daring. Sistem transportasi ini perlu mendapatkan perhatian dari seluruh stakeholder, agar keberadaannya benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi produktivitas Indonesia.

 “Dan yang perlu diantisipasi adalah, bagaimana agar kelompok orang tidak kehilangan pekerjaannya, masuk ke dunia kerja dengan status orang yang terampil seluruhnya. Ini perlu adanya suatu pemikiran-pemikiran yang setrategis, sehingga orang-orang yang sudah terampil ini bisa sitting ke job lain yang produktif untuk kepentingan bangsa dan negara, dimanapun dia berada” ujarnya.

Ia pun memberikan catatan, dalam mengantisipasi perubahan dunia kerja tersebut juga harus memperhatikan industri tradisional seperti sektor pertanian. Segala perubahan yang ada harus mampu memberikan dampak positif untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Meskipun kita kok perhatikan future of work, tetapi yang pekerjaan tradisional yang menjadi tulang punggung bangsa harus diperhatikan terus,” kata Abdul Wahab menjelaskan.

Selanjutnya, inisiatif untuk mengantisipasi dunia kerja di masa depan juga membuthkan peran strategis dunia pendidikan. Lembaga pendidikan formal maupun lembaga pelatihan vokasional harus mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan perubahan yang ada. Sehingga, kesesuaian antara supplay and demand tenaga kerja dapat terjaga.

“Tentu saja ini semua memerlukan penyesuaian-penyesuaian kebijakan, rule and standard. Dan oleh karenanya, kami juga mengharap kepada ILO adanya fasilitasi di dalam mengembangkan rule and standard yang efektif dilakukan di dalam memerankan tranformasi atau perubahan-perubahan di dunia kerja ini,” paparnya dalam dialog hasil kerja sama Kemnaker dan ILO tersebut.

Lihat Berita Yang Lain

Menteri Hanif Minta Dunia Industri Siapkan Strategi Transformasi Agar Tetap Bertahan

14 Desember 2017 0

Menaker Hanif mengatakan dunia industri dewasa ini dihadapkan pada dua tantangan besar. Pertama adalah iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan kedua adalah perkembangan teknologi dan [...]

Segera Fokus Bangun SDM, Presiden Jokowi: Pendidikan Harus Berubah Total

29 November 2017 0

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, setelah fokus pada pembangunan infrastruktur, pemerintah akan segera masuk ke tahapan kedua, yaitu ke bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM) [...]

Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja

09 November 2017 0

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Haiyani Rumondang, dalam pernyataannya di depan sidang [...]