Senin, 17 April 2017 12:02 WIB 0 Komentar 440 Dilihat
Perubahan Karakter Dunia Kerja Harus Diantisipasi Oleh Seluruh Stakeholder

Perubahan Karakter Dunia Kerja Harus Diantisipasi Oleh Seluruh Stakeholder

Jakarta – Secara global, dunia kerja sedang mengalami transformasi besar. Beberapa faktor seperti perubahan demografi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanasan global, migrasi tenaga kerja, dan perkembangan karakter proses produksi, semuanya memiliki implikasi terhadap dunia pekerjaan.

Oleh karenanya, dampak perubahan-perubahan tersebut harus dapat diantisipasi dan dikelola secara baik oleh seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Yakni melalui inisiatif dan kerja sama yang baik demi masa depan dunia kerja Indonesia.

“Memang disadari, dan sudah terjadi adanya suatu perubahan di dunia kerja ini. Terutama pengaruh dari ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Staf Ahli Bidang Kerja Sama Internasional Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Abdul Wahab Bangkona mewakili Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri membuka ‘Dialog Nasional Mengenai Teknologi dan Informasi Inisiatif Pekerjaan Masa Depan’ di Hotel Aryaduta Jakarta pada Hari Senin (17/4/2017).

Ia pun mencontohkannya dengan industri transportasi berbasis on-line atau daring. Sistem transportasi ini perlu mendapatkan perhatian dari seluruh stakeholder, agar keberadaannya benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi produktivitas Indonesia.

 “Dan yang perlu diantisipasi adalah, bagaimana agar kelompok orang tidak kehilangan pekerjaannya, masuk ke dunia kerja dengan status orang yang terampil seluruhnya. Ini perlu adanya suatu pemikiran-pemikiran yang setrategis, sehingga orang-orang yang sudah terampil ini bisa sitting ke job lain yang produktif untuk kepentingan bangsa dan negara, dimanapun dia berada” ujarnya.

Ia pun memberikan catatan, dalam mengantisipasi perubahan dunia kerja tersebut juga harus memperhatikan industri tradisional seperti sektor pertanian. Segala perubahan yang ada harus mampu memberikan dampak positif untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Meskipun kita kok perhatikan future of work, tetapi yang pekerjaan tradisional yang menjadi tulang punggung bangsa harus diperhatikan terus,” kata Abdul Wahab menjelaskan.

Selanjutnya, inisiatif untuk mengantisipasi dunia kerja di masa depan juga membuthkan peran strategis dunia pendidikan. Lembaga pendidikan formal maupun lembaga pelatihan vokasional harus mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan perubahan yang ada. Sehingga, kesesuaian antara supplay and demand tenaga kerja dapat terjaga.

“Tentu saja ini semua memerlukan penyesuaian-penyesuaian kebijakan, rule and standard. Dan oleh karenanya, kami juga mengharap kepada ILO adanya fasilitasi di dalam mengembangkan rule and standard yang efektif dilakukan di dalam memerankan tranformasi atau perubahan-perubahan di dunia kerja ini,” paparnya dalam dialog hasil kerja sama Kemnaker dan ILO tersebut.

Lihat Berita Yang Lain

Era Disrupsi Industri 4.0, Menaker: Investasi di Indonesia Menguntungkan

27 September 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan tantangan ekonomi di era disrupsi industri 4.0 semakin besar. Namun berinvestasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi semua pihak di masa [...]

Pengangguran Tertinggi di Palestina, Indonesia Desak ILO Galang Dukungan  

07 Juni 2018 0

Indonesia mendesak Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) untuk secara serius menggalang dukungan mitra pembangunan guna mengatasi masalah pengangguran di [...]

Indonesia dan Singapura Sepakati Kerjasama Antisipasi Dampak Revolusi Digital

07 Juni 2018 0

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Singapura yang selama ini telah bekerjasama dengan Indonesia dalam hal ketenagakerjaan melalui Temasek [...]