Senin, 17 April 2017 12:02 WIB 0 Komentar 218 Dilihat
Perubahan Karakter Dunia Kerja Harus Diantisipasi Oleh Seluruh Stakeholder

Perubahan Karakter Dunia Kerja Harus Diantisipasi Oleh Seluruh Stakeholder

Jakarta – Secara global, dunia kerja sedang mengalami transformasi besar. Beberapa faktor seperti perubahan demografi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanasan global, migrasi tenaga kerja, dan perkembangan karakter proses produksi, semuanya memiliki implikasi terhadap dunia pekerjaan.

Oleh karenanya, dampak perubahan-perubahan tersebut harus dapat diantisipasi dan dikelola secara baik oleh seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Yakni melalui inisiatif dan kerja sama yang baik demi masa depan dunia kerja Indonesia.

“Memang disadari, dan sudah terjadi adanya suatu perubahan di dunia kerja ini. Terutama pengaruh dari ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Staf Ahli Bidang Kerja Sama Internasional Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Abdul Wahab Bangkona mewakili Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri membuka ‘Dialog Nasional Mengenai Teknologi dan Informasi Inisiatif Pekerjaan Masa Depan’ di Hotel Aryaduta Jakarta pada Hari Senin (17/4/2017).

Ia pun mencontohkannya dengan industri transportasi berbasis on-line atau daring. Sistem transportasi ini perlu mendapatkan perhatian dari seluruh stakeholder, agar keberadaannya benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi produktivitas Indonesia.

 “Dan yang perlu diantisipasi adalah, bagaimana agar kelompok orang tidak kehilangan pekerjaannya, masuk ke dunia kerja dengan status orang yang terampil seluruhnya. Ini perlu adanya suatu pemikiran-pemikiran yang setrategis, sehingga orang-orang yang sudah terampil ini bisa sitting ke job lain yang produktif untuk kepentingan bangsa dan negara, dimanapun dia berada” ujarnya.

Ia pun memberikan catatan, dalam mengantisipasi perubahan dunia kerja tersebut juga harus memperhatikan industri tradisional seperti sektor pertanian. Segala perubahan yang ada harus mampu memberikan dampak positif untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Meskipun kita kok perhatikan future of work, tetapi yang pekerjaan tradisional yang menjadi tulang punggung bangsa harus diperhatikan terus,” kata Abdul Wahab menjelaskan.

Selanjutnya, inisiatif untuk mengantisipasi dunia kerja di masa depan juga membuthkan peran strategis dunia pendidikan. Lembaga pendidikan formal maupun lembaga pelatihan vokasional harus mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan perubahan yang ada. Sehingga, kesesuaian antara supplay and demand tenaga kerja dapat terjaga.

“Tentu saja ini semua memerlukan penyesuaian-penyesuaian kebijakan, rule and standard. Dan oleh karenanya, kami juga mengharap kepada ILO adanya fasilitasi di dalam mengembangkan rule and standard yang efektif dilakukan di dalam memerankan tranformasi atau perubahan-perubahan di dunia kerja ini,” paparnya dalam dialog hasil kerja sama Kemnaker dan ILO tersebut.

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja

09 November 2017 0

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Haiyani Rumondang, dalam pernyataannya di depan sidang [...]

Kemnaker dan ILO Komitmen Wujudkan Indonesia Bebas Pekerja Anak Tahun 2022

09 Juni 2017 1

Kementerian Ketenakerjaan dan International  Labor Organizational (ILO) bekerja sama melakukan berbagai langkah untuk mempercepat terwujudnya peta jalan (roadmap) Indonesia bebas pekerja anak [...]

Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa

17 Mei 2017 0

Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang [...]