Kamis, 04 Mei 2017 17:32 WIB 0 Komentar 249 Dilihat
Perlunya Dukungan Masyarakat Dalam Menekan Kesenjangan Sosial

Perlunya Dukungan Masyarakat Dalam Menekan Kesenjangan Sosial

Kendal – Pembangunan bidang ketenagakerjaan dalam beberapa tahun terkahir terus mengalami perkembangan yang positif, khususnya pada angka pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Namun begitu, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menilai bahwa hal upaya yang sudah dilakukan harus kembali ditingkatkan. Salah satunya, keterlibatan secara aktif oleh seluruh komponen masyarakat.

“Sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, agar pemerintah bisa terus bekerja mengurangi kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial, dan juga mengurangi penganguran,” kata Menaker saat memberikan sambutan pada acara ‘Sarsehan, Haflah Akhirussanah, dan Istighotsah Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah’ Kendal, Jawa Tengah pada hari Kamis (4/5/2017).

Dalam beberapa tahun terakhir, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai membuahkan hasil. Seperti gini ratio pada tahun 2016 sebesar 0,397 yang mana mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebesar 0,402. Kemudian jumlah penduduk miskin tahun 2016 (per September) yang turun menjadi 27,76 juta jiwa (10,70 persen) dari pada periode yang sama tahun 2015 sebesar 28,51 juta jiwa (11,22 persen). Angka penganguran juga mengalami penurunan, dimana  angka pengangguran di Indonesia pada 2016 sebesar 7,02 juta orang (5,5 persen dari total penduduk) yang mana lebih rendah jika dibanding dengan tahun 2015 yang mencapai 7,45 juta orang (sekitar 5,81 persen).

Namun begitu, Indonesia masih dihadapkan pada kesenjangan keterampilan yang dapat berpengaruh terhadap kesenjangan sosial. Menurut Menaker, kunci utama untuk menyelesaikannya adalah peningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, lembaga pendidikan berbasis kemasyarakatan seperti pesantren memiliki peran penting untuk menuju ke arah tersebut.

“Karena pesantren inilah yang menjadi pusat penggemblengan bagi SDM yang punya karakter, yang punya akhlak,” urainya.

Menaker pun berpesan kepada para alumni pesantren, peran untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia tersebut dapat diraih melalui berbagai inovasi. Hanya saja, inovasi-inovasi terebut jangan sampai mengurangi esensi perjuangan pesantren dalam mewujdukan SDM yang berkarakter kuat.

“Kita membutuhkan orang-rang kompeten dengan basis dasar akhlak yang kuat. Dan itu ada di pesantren,” ujarnya.

Lihat Berita Yang Lain

Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional

17 Juli 2017 0

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan.Untuk sekolah dasar [...]

Di Era Persaingan, SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

18 Mei 2017 0

Keterampilan bukan lah satu-satunya bekal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa lain di era kompetisi saat lain. Di samping keterampilan, SDM Indonesia juga harus [...]

Menaker Tekankan SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

14 Mei 2017 0

Kompetensi adalah kunci dalam tolok ukur daya saing masyarakat di dunia kerja. Namun begitu, ada hal lain yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi manusia kompeten, yakni karakter yang kuat