Rabu, 09 Mei 2018 17:59 WIB 0 Komentar 2562 Dilihat
Perkuat Komite Vokasi Nasional, Kemnaker Dukung Kerjasama Kadin dan IHK Trier Jerman

Perkuat Komite Vokasi Nasional, Kemnaker Dukung Kerjasama Kadin dan IHK Trier Jerman

Jakarta--Kementerian Ketenagakerjaan mendukung kerja sama Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia dengan  Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier ( Kadin Jerman) untuk memperkuat Komite Vokasi Nasional, dengan memberikan pelatihan vokasi kejuruan ganda  (pemagangan) yang memadukan pendidikan dan praktik.
 
Kerja sama kedua lembaga ini diharapkan dapat merintis kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi di Indonesia.
 
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dengan Wakil Ketua Umum Kadin Antonius J. Supit dan Kordinator Program IHK Trier Andreas Goesche di Ruang Kerja Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (9/5/2018).
 
 
“Pemerintah Indonesia melalui Menaker mendukung kerja sama pelatihan vokasi kejuruan ganda ini. Kita harapkan dukungan IHK Jerman agar  pemerintah Jerman men-support pelatihan vokasi di Indonesia, “ kata Anton Supit seusai pertemuan.
 
Selama ini, kata Anton, Kadin Indonesia bersama  IHK Trie telah terlibat aktif memberikan support bantuan berupa metodologi, sertifikasi, kurikulum, training of trainer (TOT), dan pelatihan di tempat kerja. 
 
“IHK Trier menjadi semacam  technical assistant untuk program kerjasama pelatihan vokasi kejuruan ganda. Kita siapkan program pemagang serta pelatihan vokasi khusus bagi pelajar SMK,” kata Anton Supit
 
Adapun, lama masa vokasi  kejuruan ganda atau magang itu berjalan sekitar tiga sampai enam bulan. Tujuan pemagangan sendiri untuk memberikan pengetahuan kepada pemagang, sehingga industri mudah mendapatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian yang diinginkan.
 
"Kerja sama pelatihan vokasi ini  akan membuat pola pemagangan dengan berbasis 70 persen praktik dan 30 persen lainnya merupakan in house training di sekolah dengan  mentor yang telah dipilih oleh Kadin Indonesia dan IHK Trier, " ujarnya.
 
 
Kadin Indonesia berharap, melalui Andreas, agar menyampaikan ke IHK Trier untuk bisa merintis dan memperoleh support dari pemerintah Jerman. Karena IHK Trie  tidak mewakili pemerintah Jerman.
 
 "Ke depan diharapkan agar pemerintah Jerman bisa membantu mengembangkan program pelatihan vokasi di Kemnaker. Kita berharap seperti itu," ujarnya. 
 
Anton menambahkan, bagi pengusaha program ini akan memberikan banyak keuntungan. 
“Meski mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga, tapi jauh lebih menguntungkan dari segi materil vokasi daripada perusahaan melakukan tes karyawan, tapi tidak diterima," ujarnya.
 
Sedangkan bagi para pencari kerja, kata Anton, setelah mengikuti enam bulan pelatihan vokasi, langsung bisa diterima kerja. Namun jika  melamar secara normal terkadang susah diterima karena kurang sesuai kompetensinya.
 
 
Sementara itu, Menaker Hanif menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif tawaran dari Kadin dan IHK Trier Jerman dalam rangka mensukseskan program pelatihan vokasi kejuruan ganda dengan paduan pendidikan dan praktik. 
 
“Sistem ganda harus berpijak di dua tempat, bukan hanya sekolah sambil bekerja. Tetapi bisa juga bekerja sambil sekolah, agar setelah tamat SMK atau tamat magang mereka bisa langsung mendapat kerja sesuai kompetensi, “ kata Hanif.
 
 “Magang adalah salah satu cara untuk menguatkan kemampuan SDM dalam memenuhi kebutuhan industri. Untuk itu, perlu adanya kerja sama dengan semua pihak, termasuk IHK Tier ini untuk memperkuat Komite Vokasi Nasional, “ kata Menaker Hanif.
 
Pemerintah juga berharap agar pihak swasta dapat berinvestasi kepada peningkatan keterampilan tenaga kerja baik melalui penyelenggaraan pelatihan maupun melalui program pemagangan.
 
 "Pemerintah mengajak kalangan dunia usaha dan industri yang berasal dari dalam maupun luar negeri (PMA) agar mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu bagi pekerja Indonesia,” kata Hanif.
 
Sedangkan Andreas menegaskan, pelatihan vokasi kejuruan sistem ganda dapat  mengembangkan SDM dengan belajar di industri. Karena pendidikan sekolah sudah banyak memperoleh dukungan, tetapi dengan sistem ganda maka akan ada dua tempat pembelajaran yaitu di sekolah dan industri.
 
“Harus belajar di industri atau industri menjadi tempat belajar. Tapi harus ada instruktur, pelatih tempat kerja dan dia harus kerja profesional. Harus ada kurikulum. Sekolah punya kurikulum inti tapi harus disusun sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, “ katanya.
 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Gandeng KADIN Targetkan 400 Ribu Peserta Pemagangan

16 Mei 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan mampu menggelar program pemagangan  bagi 400.000 orang yang didukung oleh  Kamar Dagang dan Industri (KADIN),  Asosiasi Pengusaha Indonesia [...]

Kunker ke Semarang, Menaker Tinjau Empat Balai Kerja

20 April 2018 0

Semarang – Usai memberikan Presidential Lecturer, Jumat (20/4/2018) di kampus Undip Semarang, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri langsung melakukan kunjungan kerja ke empat lokasi. 

Cetak SDM Kompeten, Pemerintah Seimbangkan Supply and Demand Pasar Kerja

19 April 2018 0

Pemerintah Indonesia tengah menyususn roadmap Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebagai upaya untuk menyeimbangkan antara supply and demand pasar kerja. Penyusunanroadmap ini [...]