Senin, 25 Februari 2019 09:47 WIB 0 Komentar 215 Dilihat
Periksa Aspek K3, Menaker Hanif Jajal MRT

Periksa Aspek K3, Menaker Hanif Jajal MRT

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meninjau kesiapan pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta serta memeriksa  peralatan dan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengerjaan proyek tersebut.

 

Menteri Hanif menilai persiapan MRT sudah 99% dan telah memprioritaskan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama pengerjaan proyek. Selama pekerjaan, tidak ada kecelakaan kerja yang signifikan.

 

"Ini patut diapresiasi pemerintah. Pelaksanaan  K3 di MRT memadai dan SMK3 dijalankan dengan baik, selain pembangunan kesadaran di tingkat pekerjanya cukup kuat  Bisnis transportasi itu separuhnya bisnis keamanan, " kata Menteri Hanif saat menjajal MRT dari Hotel Indonesia-Lebak Bulus-Hotel Indonesia pada pada Senin (25/2/2019).

 

Hanif menambahkan dari sisi lapangan kerja, proyek MRT juga akan menciptakan efek yang besar. Sejak awal proyek MRT berjalan, telah menyerap 10.000 tenaga kerja. "Multiplier effect adanya MRT juga sangat positif dengan terciptanya lapangan kerja dan mendukung pertumbuhnlan kantong-kantong ekonomi di sekitar area yang dilalui jalur MRT, " katanya.

 

Menyoal lapangan kerja baru yang tercipta setelah adanya MRT, Hanif mengaku belum menghitungnya secara terperinci. Namun setelah MRT nanti beroperasi, diperkirakan menyerap lebih 500 orang tenaga kerja. Untuk vendor supplier jasa keamanan dan kebersihan bisa lebih dari 1000 orang.

 
"Tapi di luar itu akan muncul kantong ekonomi baru. Misalnya kos-kosan makin ramai, harga tanah makin tinggi dan warung makin tumbuh. Ini akan menambah penyediaan lapangan kerja baru, " katanya.

 

Hanif  menjelaskan, pihaknya patut berbangga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama masyarakat memiliki MRT pertama di Indonesia."Insyaallah tanggal 12 Maret 2019, MRT akan uji coba kepada publik. Jadi akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebelum beroperasi secara penuh pada Maret nanti," tuturnya.


Hanif menambahkan, hal yang positif dengan adanya MRT, nantinya bisa membantu memberikan kemudahan transporasi di masyarakat. "Istilahnya kan transformasi kebudayaan juga orang akan dibiasakan mengantre tepat waktu dan orang akan dibiasakan," ungkapnya


 

Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan pihaknya memiliki ketentuan SMK3 dan SMK3 Perkeretaapian sejak mengerjakan proyek MRT. "Kita sudah sertifikasi dan lolos semuanya. Untuk MRT bisnis keselamatan dan keamanan sangat prioritas. Kita tidak main-main, " ujar William.

 

William menegaskan jumlah tenaga kerja yang terserap dalam proyek MRT sekitar 550 orang. Sebanyak 350 orang terlibat langsung menjalan kereta api dan 200 tenaga kerja di kantor pusat MRT. "Di outsource tenaga keamanan dan kebersihan serta frontliner sekitar 300 orang, " katanya.

 

William menambahkan tak ada satu pun TKA di MRT. "Seluruh masinis, tenaga operasi dan pemeliharaan, anak-anak muda Indonesia. Tak ada satu pun TKA, " kata William.

 

Saat meninjau, Hanif didampingi Sekjen Khairul Anwar,  Dirjen Pengawasan  K3 Sugeng Priyanto, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Kelembagaan dan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Aswansyah, Direktur Sukiyo, Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja, Sukiyo dan Karo Humas Soes Hindharno serta Kadisnakertrans DKI Jakarta Andri Yuliansyah.



 


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Dukung Program Promotif Preventif Keamanan Berkendara

28 Agustus 2019 0

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyambut baik program promotif preventif Tahun 2019 yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dengan pembagian 5.500 helm dan safety riding serta sosialisasi tentang [...]

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

11 Juli 2019 0

Kementerian Ketenagakerjaan meminta kepada perusahaan-perusahaan  untuk segera terapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  baru untuk meningkatkan aspek perlindungan bagi [...]

Luncurkan Profil dan Portal K3, Kemnaker - ILO Ajak Pekerja Budayakan Keselamatan Kerja

27 Juni 2019 0

Kementerian Ketenagakerjaan bersama dengan International Labour Organization (ILO) mengajak para pekerja untuk menerapkan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat bekerja.