Rabu, 09 November 2016 15:55 WIB 0 Komentar 159 Dilihat
Penguatan Sikap Kepemimpinan dan Inovasi di Bidang Ketenagakerjaan

Penguatan Sikap Kepemimpinan dan Inovasi di Bidang Ketenagakerjaan

Jakarta – Kreatifitas dan inovasi suatu bangsa sangat dibutuhkan untuk mewujudkan bangsa yang maju dan berdaya saing. Hal ini tercermin dengan kenyataan bahwa negara-negara maju selalu memperkuat karakter kepemimpinan dan kebangsaannya, serta terus melakukan inovasi-inovasi baru.

Dengan adanya kenyataan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menekankan pentingnya karakter kuat dan keunggulan berinovasi bagi masyarakat Indonesia. Dua hal tersebut menurut Menaker akan mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia yang kompetitif.

"Kita semua tahu bahwa dunia dewasa ini telah mengalami perubahan yang drastis. Salah satunya perubahan di bidang ekonomi. Dari ekonomi yang bebasis produksi menjadi ekonomi berbasis pengetahuan," kata Menaker dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Peningkatan Kepemimpinan dan Inovasi di Bidang Ketenagakerjaan anatara Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) dengab Yayasan Upaya Damai Indonesia dan Tsinghua University di Gedung Tridharma Kemnaker, Jakarta pada hari Rabu (9/11/2016).

Menurutnya, basis produksi dunia usaha dan industri saat ini tidak bisa hanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) saja. Namun saat ini yang dibutuhkan oleh semua bangsa untuk maju adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan atau kompetitif.

"Basis produksi tidak hanya bisa mngandalkan orang, mesin, dan tanah. Tenaga kerja dalam arti punya tenga saja. Tidak bisa. Tapi adalah tenaga kerja yang berbasis pengetahuan," jelas Menaker.

SDM yang memiliki pengetahuan sudah barang tentu memiliki kompetensi dan kemampuan untuk berinovasi. Hal inilah yang menurut Menaker perlu didorong pertumbuhannya.

"Jadi yang lebih penting adalah tenaga kerja yang berbasis pengetahuan. Memiliki pengetahuan yang kuat, memiliki skill yang kuat, inovasi yang kuat," terang Menteri Hanif.

Ia pun menambahkan, kebutuhan Indonesia akan SDM yang berbasis pengetahuan itu masihlah sangat tinggi. Oleh karenanya, pemerintah akan selalu menjalin kerja sama dengan seluruh stakeholder ketenagakerjaan. Baik lintas kementerian/lembaga, pengusaha, dan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB).

Kerja sama dengan berbagai pihak tersebut akan selalu diarahkan untuk mewujudkan SDM Indonesia yang berkarakter, kompetitif, dan inovatif.

"Kebutuhan SDM kompetitif di republik ini di butihkan di semua sektor, dibutuhkan di semua level. Di pemerintahan, pengusaha, dan serikat pekerja. Itulah mengapa kita juga harus berani membuka hati kita. Membuka aspek-aspek yang lebih baik di negara lain, sebagai pembelajaran," terangnya.

Hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut Sekjen Kemnaker Abdul Wahab Bangkona, Irjen Kemnaker Sunarno, Plt. Dirjen Binwasnaker Maruli A. Hasoloan, Dirjen PHI dan Jamsostek Kemnaker Haiyani Rumondang, Presiden Tsinghua University Qui Yong, Ketua Apindo Hariadi Sukamdani, dan salah satu pendiri Yayasan Uapaya Indonesia Damai Aristides Katoppo.

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Perguruan Tinggi Harus Menyesuaikan Kurikulum dengan Perubahan Karakter Pekerjaan

25 Mei 2017 0

Jaman telah berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi yang semakin masif bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi teknologi dapat memudahkan kehidupan manusia. Namun di sisi lain jika [...]

Di Era Persaingan, SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

18 Mei 2017 0

Keterampilan bukan lah satu-satunya bekal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa lain di era kompetisi saat lain. Di samping keterampilan, SDM Indonesia juga harus [...]

Pemagangan Adalah Bagian Integral Dari Percepatan Peningkatan Kompetensi

17 Mei 2017 0

Program Pemagangan adalah salah satu upaya pemerintah untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia. Untuk itu, dukungan dari pelaku usaha dan kelompok masyarakat sangat diperlukan [...]