Jumat, 09 Desember 2016 12:07 WIB 0 Komentar 41 Dilihat
Pengembangan Skill Harus Mampu Mengimbangi Dinamika Sosial-Ekonomi

Pengembangan Skill Harus Mampu Mengimbangi Dinamika Sosial-Ekonomi

Denpasar  – Dinamika sosial yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi telah cukup banyak mempengaruhi perkembangan dunia ketenagakerjaan. Hal ini terlihat dari banyaknya  Negara-negara dunia yang mulai menerapkan pelatihan dan pendidikan berbasis klaster skill.

 

“Ini adalah satu konsenkuensi yang menjadi perhatian semua Negara. Ada bebera hal yang menjadi tantangan. Adanya transformasi pasar kerja oleh karena ada pengaruh teknologi,” kata Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Abdul Wahab Bangkona setelah forum panel ‘Skill for Future’ pada pertemuan The 16th Asia and the Pacific Regional Meeting (APRM) di BNDCC Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12/2016).

 

Menurutnya, banyak sekali perusahaan dan industri yang membutuhkan pekerja dengan skill sesuai dengan klaster usahanya. Sehingga, saat ini banyak dunia usaha dan industry yang menyerap pekerja terdidik ataupun terlatih menggunakan fokus pelatihan/pendidikan pada satu kebutuhan skill tertentu.

 

“Konsekuensinya adalah semua program pendidikan dan pelatihan harus disesuaikan,” ujar Abdul Wahab.

 

Selain itu, pengaruh perkembangan teknologi dan informasi juga turut mempengaruhi pola bisnis dunia saat ini. Ia mencontohkan, banyak perusahaan saat ini yang menerapkan virtual office, bisnis online dan sebagainya.

 

Oleh karenanya, Sekjen Kemnaker mengajak Negara-negara anggota ILO untuk bekerja sama dalam berkoordinasi untuk mengantisipasi perubahan-perubahan tersebut.

 

“Ada upaya-upaya bersama dan diharapkan ada inisiatif-inisiatif dari ILO sebagai wadah pertemuan ini untuk memikirkan perubahan ini, sehingga Negara anggorta bias mengantisipasi,” terangnya.

 

Hal ini bisa dilakukan dengan membagi pengalaman dinamika ekonomi dan perkembangan pasar kerja antar Negara. Sehingga, akan terlihat sejauh mana perkembangan yang telah terjadi dan pada lanjutnya akan dapat dianalisis sejauh mana perkembangan tersebut berikut dampak-dampaknya.

 

“Ada kesepakatan dari pembicaraan untuk membangun kerjasama Negara-negara anggota untuk membagi best practice,” paparnya.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Pentingnya Peran Swasta Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

03 Februari 2017 0

Hal ini dikarenakan untuk mencapai target tahun 2030 , kebutuhan tenaga kerja terampil berkisar 113 juta. Sedangkan pada tahun 2016 Indonesia baru memiliki sekitar 57 juta tenaga kerja terampil [...]

Indonesia-New Zealand Jajaki Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan

31 Januari 2017 0

Pada pertemuan tersebut, berbagai kerja sama untuk mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia sangat penting. Mengingat 60 persen dari 125,44 juta angkatan kerja Indonesia adalah [...]

Pemerintah Fokus dan Konsisten Tingkatkan Kompetensi Bagi Pekerja Migran Maupun Di Dalam Negeri

26 Januari 2017 0

Dengan keahlian yang dimiliki pekerja Indonesia, mereka tidak hanya menjadi pekerja lokal saja, tapi juga menjadi pekerja Internasional yang memiliki keahlian tertentu dan bisa bersaing di tingkat [...]