Senin, 29 April 2019 14:50 WIB 0 Komentar 418 Dilihat
Para Menteri Tenaga Kerja ASEAN Siapkan Strategi Hadapi  Future of Work

Para Menteri Tenaga Kerja ASEAN Siapkan Strategi Hadapi Future of Work

Para Menteri Tenaga Kerja yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN  mendiskusikan  strategi menghadapi Future of Work  (pekerjaan masa depan) yang mempengaruhi sektor ketenagakerjaan di masing-masing negara.

 

Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri mengatakan, Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan seluruh anggota ASEAN dalam memberikan respon dan menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam era future of work.

 

“Dengan mengedepankan semangat kebersamaan ASEAN, kita  akan mampu mengatasi segala tantangan sekaligus memanfaatkan peluang-peluang untuk  memajukan kejayaan ASEAN,” kata Menaker Hanif  saat memberikan sambutan dalam pertemuan khusus Menteri Tenaga Kerja ASEAN tentang Future of Work di Singapura pada Senin (29/4).

 

Untuk merespon perubahan-perubahan yang terjadi dalam sektor ketenagakerjaan di era future of works,  Menteri Hanif mengatakan, pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi khusus di bidang ketenagakerjaan.

 

Strategi pertama adalah meningkatkan employability angkatan kerja Indonesia melalui penerapan pelatihan vokasi yang masif dan sesuai dengan kebutuhan Industri. 

 

"Pelatihan vokasi dalam bentuk hard dan soft skills diberikan secara masif tanpa memandang usia dan latar belakang pendidikan untuk menjamin adanyaskillingupskilling, dan reskilling bagi SDM Indonesia,"

 

Skilling berarti mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja, khususnya angkatan kerja muda untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Upaya tersebut didukung dengan program reskilling dan upskilling agar pekerja yang terdampak job-shifting mendapat keterampilan sesuai dengan tuntutan perkembangan teknolongi pada era future of work.

 

Pemerintah Indonesia juga membangun BLK Komunitas Keagamaan. Tujuannya adalah untuk memberi bekal kompetensi selain ilmu agama yang mereka pelajari dan juga akan berdampak pada masyarakat sekitar.

 

Kedua, dalam menghadapi adanya new form of work di era digital ini, termasuk telework, yang diyakini akan memberi dampak pada beberapa elemen dalam hubungan industrial, pemerintah sudah siapkan solusi.

 

"Pemerintah Indonesia sudah, sedang dan terus memperkuat dialog sosial dengan Tripartit Nasional dan mitra sosial. Selan itu, pemerintah akan meastikan bahwa seluruh pekerja telah terlindungi melalui jaminan sosial dan jaminan kesehatan, termasuk bagi pekerja migran Indonesia di seluruh negara penempatan," kata Hanif.

 

Strategi ketiga, lanjut Hanif, memperluas pasar kerja yang fleksibel namun mampu menyerap SDM Indonesia untuk bekerja secara produktif dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

 

Keempat, meminimalisir kesenjangan antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki dalam iklim ketenagakerjaan Indonesia.

 

"Kita juga melakukan promosi nasional tentang implementasi equal employment opportunity (EEO) baik di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota guna memastikan tidak ada diskriminasi gender di tempat kerja," kata Hanif.

 

Kelima, menyadari di era ekonomi digital ini diperlukan kreatifitas dan inovasi produktif dari kaum muda. Pemerintah Indonesia menyediakan berbagai fasilitas, sarana dan kemudahan bagi kaum muda untuk berkreasi yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan kepentingan bangsa.

 

"Berbagai skema beasiswa sekolah, baik di dalam dan di luar negeri, kami sediakan dan permudah. Para anak muda juga diajak untuk mengembangkan industri kreatif dan industri dengan inovasi teknologi seperti animasi dan motor listrik melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja," kata hanif.

 

Strategi keenam, kata Hanif guna mendukung iklim ketenagakerjaan yang kondusif bagi investasi asing di wilayah Indonesia, pemerintah memperkuat penerapan occupational safety and health (OSH) di semua sektor industri. Hal ini guna memastikan terwujudnya kepatuhan hukum ketenagakerjaan yang diselaraskan dengan prinsip-prinsip decent work dan standar ketenagakerjaan baik domestik maupun standar internasional. 

 

 

 Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

331 Anak Muda se-ASEAN Bertarung dalam Kompetisi Keahlian di Thailand

27 Agustus 2018 1

Sebanyak 331 orang tenaga kerja muda yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN mengikuti  ASEAN Skills Competition (ASC) -12 yang berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 05 [...]

Menaker Targetkan Indonesia Juara Umum Kompetisi Keterampilan ASEAN 2018

25 Agustus 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri berharap Indonesia menjadi juara umum pada kejuaraan ASEAN Skills Competition (ASC) ke-XII di Bangkok, Thailand, pada 31 Agustus - 2 September 2018.

Asia Pacific Leaders Forum on Open Government 2017

14 Desember 2017 0

APLF 2017 mengagendakan sembilan sesi dialog, yaitu: (1) Opening Plenary - Setting the Stage: Open Government for Inclusive Development; (2) Ministerial Roundtable; (3) Subnational Roundtable; (4) [...]