Kamis, 14 Desember 2017 16:27 WIB 0 Komentar 1138 Dilihat
Menteri Hanif  Minta Dunia Industri Siapkan Strategi Transformasi  Agar Tetap Bertahan

Menteri Hanif Minta Dunia Industri Siapkan Strategi Transformasi Agar Tetap Bertahan

Batam – Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri meminta dunia industri  agar mereka menyiapkan strategi transformasi industri atau industrial transformation strategy agar tetap bertahan dan berdaya saing.

 

“Transformasi ini dibutuhkan untuk memperkuat daya saing dan  menjaga agar tidak terjadi goncangan industrial,” kata Menteri Hanif saat mengisi diskusi pada acara Rapimnas KADIN  Indonesia Tahun 2017 di Batam pada Hari Kamis (14/12/2017).

 

Rapimnas Kadin di Batam ini dilakukan pada 13-14 Desember 2017. Rapimnas ini menyoroti pembangunan daerah dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta untuk menyusun program kerja Kadin di tahun 2018.

 

Menaker Hanif mengatakan dunia industri dewasa ini dihadapkan pada dua tantangan besar. Pertama adalah iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan kedua adalah perkembangan teknologi dan informasi.

 

“Ketika industrinya berubah maka pekerjaannya menjadi berubah. Itulah kenapa sekarang ini kita menemukan sejumlah pekerjaan yang baru muncul dan ada juga pekerjaan lama yang akan hilang,” kata Menaker menjelaskan.

 

 

Menurut Menteri Hanif, dalam Industrial Transformation Strategy tersebut juga harus mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan. Karena, transformasi industri akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru.

 

Jenis-jenis pekerjaan baru tersebut menurut Menaker, juga akan menciptakan skill baru. Oleh karenanya, dunia bisnis dan industri juga harus mengantisipasinya.

 

“Hal lain yang perlu menjadi perhatian oleh seluruh elemen masyarakat saat ini adalah kualitas input SDM. Baik melalui pendidikan vokasi maupun vokasional training. Dunia berubah, industri berubah, tapi input SDM tidak berubah,” kata Hanif

 

Secara khusus, Menaker menekankan agar vocational training (pelatihan vokasi) agar lebih digenjot untuk membantu meningkatkan daya saing SDM Indonesia.

 

“Bagaimana vocational training ini bisa diakses, gak peduli dia sekolah atau nggak sekolah, nggak peduli dia ini umurnya tua atau muda, selama dia ini membutuhkan peningkatan keterampilan, dia haru bisa mengakses vocational training ini,” kata Menteri Hanif.

 

Selain itu, menurut Menaker, angkatan kerja lama juga dapat dikelompokkan menjadi working poor dan pekerja dengan resiko ter-PHK. Oleh karenanya, vocational training ini dinilainya juga mampu menjadi instrumen bagi untuk retraining. Retraining ini berfungsi untuk upskilling (meningkatkan keterampilan) reskilling (mendapatkan keterampilan baru) bagi kedua kelompok tersebut.

 

“Oleh karenanya, sinergi dan kerja sama dari pemerintah, dunia industri dan pekerja itu sendiri menjadi sangat penting untuk tetap bertahan dan menghindari terjadinya PHK,” ujarnya.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Tingkatkan Layanan Ketenagakerjaan, Kemnaker Jalin Kerja Sama Dengan IBM

11 Mei 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi International Business Machines (IBM) untuk meningkatkan integrasi sistem teknologi yang ada di Kemnaker [...]

Kerjasama Pekerja dan Pengusaha Dukung Perekonomian Nasional

16 April 2018 0

Menurutnya, dialog sosial inilah sarana bagi semua pihak untuk menuangkan gagasannya. Termasuk, mencari jalan keluar manakala terjadi perselisihan. "Dalam interaksi hubungan industrial, kita ini kan [...]

Menaker Ingin Kompetensi Pekerja Indonesia di Atas Standar

11 April 2018 0

Oleh karenanya, Menaker menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memperkuat kompetensi SDM Indonesia melalui beberapa cara.