Selasa, 26 April 2016 13:08 WIB 0 Komentar 312 Dilihat
Menko Darmin Ingin Peningkatan Kompetensi Tidak Hanya Melalui Pendidikan Formal

Menko Darmin Ingin Peningkatan Kompetensi Tidak Hanya Melalui Pendidikan Formal

Jakarta – Mekanisme peningkatan kompetensi tenaga kerja saat ini tidak bisa hanya bertumpu pada  pendidikan formal saja. Upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja juga harus dilakukan melalui pelatihan kerja yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta/perusahaan. Bahkan, pendidikan formal pun juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia kerja. Agar lulusan pendidikan formal lebih mudah terserap ke dunia kerja.

“Tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal untuk meningkatkan kompetensi kerja. Tetap saja diperlukan kompetensi-kompetensi tertentu yang mendukung tenaga kerja yang bersangkutan yang akan meningkatkan kemampuannya dalam mencari kerja,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Ruang Tridharma Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) saat memberikan sambutan pada acara penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemnaker dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tentang Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Pengembangan Program Pelatihan Terpadu pada hari Selasa (26/4/2016).

Sejatinya, persoalan peningkatan kompetensi kerja tenaga kerja Indonesia sudah menjadi program pemerintah yang terus dikejar sejak lama. Hanya saja, ia menilai ada tumpang tindih dan ketimpangan antar lembaga. Hal tersebut menyebabkan upaya peningkatan kompetensi tersebut berjalan lambat.

“Oleh karena itu, kita harus mengakui bahwa kita terlambat dalam mendampingi. Dan di sana-sini masih ada ketimpangan dan tumpang tindih antar lembaga,” jelasnya.

Untuk itu, ia menilai perlu adanya singkronisasi antar lembaga, seperti nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kemnaker dan Kadin tersebut. Dengan adanya singkronisasi tersebut, upaya peningkatan kompetensi kerja bisa lebih cepat tercapai dengan adanya kerja sama yang terkoordinir dan rapi.

“Kita sepakat soal kelembagaan dan singkronisasi kelembagaan tetap kita lakukan,” lanjut Menko Darmin.

MoU yang ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri dan Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani tersebut menyebut tugas dan peran bersama serta peran dan tugas masing-masing dalam meningkatkan kompetensi kerja. Oleh karenanya, upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing dan kapabilitas pekerja Indonesia.

Di samping itu, Menkor Darmin menambahkan, asosiasi industri harus dilibatkan dalam upaya peningkatan kompetensi kerja tersebut.

“Untuk itu kita harus bicara dengan asosiasinya. Agar hasil pelatihan sesuai dengan kebutuhan,” paparnya.

Lihat Berita Yang Lain

BBPLK Bekasi Targetkan 18.624 orang Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi

16 Februari 2018 0

BBPLK Bekasi mendapat tambahan 25 BLK binaan pada 2018. Sebelumnya BBPLK Bekasi hanya memiliki empat BLK binaan. Dengan tambahan tersebut jumlah BLK binaan BBPLK Bekasi menjadi 29 yang terdiri dari [...]

Pemerintah Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan

22 November 2017 0

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat mutu dan akses Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kompetensi angkatan kerja Indonesia. Saat ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti pelatihan di BLK tanpa [...]

Kemenperin Transformasi Pendidikan Kejuruan Sesuai Kebutuhan Dunia Industri

28 Juli 2017 0

Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan Pendidikan Vokasi Industri yang berbasis kompetensi untuk menjawab tantangan kebutuhan SDM Industri. Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran [...]