Selasa, 26 April 2016 13:08 WIB 0 Komentar 322 Dilihat
Menko Darmin Ingin Peningkatan Kompetensi Tidak Hanya Melalui Pendidikan Formal

Menko Darmin Ingin Peningkatan Kompetensi Tidak Hanya Melalui Pendidikan Formal

Jakarta – Mekanisme peningkatan kompetensi tenaga kerja saat ini tidak bisa hanya bertumpu pada  pendidikan formal saja. Upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja juga harus dilakukan melalui pelatihan kerja yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta/perusahaan. Bahkan, pendidikan formal pun juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia kerja. Agar lulusan pendidikan formal lebih mudah terserap ke dunia kerja.

“Tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal untuk meningkatkan kompetensi kerja. Tetap saja diperlukan kompetensi-kompetensi tertentu yang mendukung tenaga kerja yang bersangkutan yang akan meningkatkan kemampuannya dalam mencari kerja,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Ruang Tridharma Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) saat memberikan sambutan pada acara penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemnaker dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tentang Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Pengembangan Program Pelatihan Terpadu pada hari Selasa (26/4/2016).

Sejatinya, persoalan peningkatan kompetensi kerja tenaga kerja Indonesia sudah menjadi program pemerintah yang terus dikejar sejak lama. Hanya saja, ia menilai ada tumpang tindih dan ketimpangan antar lembaga. Hal tersebut menyebabkan upaya peningkatan kompetensi tersebut berjalan lambat.

“Oleh karena itu, kita harus mengakui bahwa kita terlambat dalam mendampingi. Dan di sana-sini masih ada ketimpangan dan tumpang tindih antar lembaga,” jelasnya.

Untuk itu, ia menilai perlu adanya singkronisasi antar lembaga, seperti nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kemnaker dan Kadin tersebut. Dengan adanya singkronisasi tersebut, upaya peningkatan kompetensi kerja bisa lebih cepat tercapai dengan adanya kerja sama yang terkoordinir dan rapi.

“Kita sepakat soal kelembagaan dan singkronisasi kelembagaan tetap kita lakukan,” lanjut Menko Darmin.

MoU yang ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri dan Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani tersebut menyebut tugas dan peran bersama serta peran dan tugas masing-masing dalam meningkatkan kompetensi kerja. Oleh karenanya, upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing dan kapabilitas pekerja Indonesia.

Di samping itu, Menkor Darmin menambahkan, asosiasi industri harus dilibatkan dalam upaya peningkatan kompetensi kerja tersebut.

“Untuk itu kita harus bicara dengan asosiasinya. Agar hasil pelatihan sesuai dengan kebutuhan,” paparnya.

Lihat Berita Yang Lain

Perkuat Komite Vokasi Nasional, Kemnaker Dukung Kerjasama Kadin dan IHK Trier Jerman

09 Mei 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan mendukung kerja sama Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia dengan  Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier ( Kadin Jerman) untuk memperkuat Komite Vokasi Nasional [...]

Kunker ke Semarang, Menaker Tinjau Empat Balai Kerja

20 April 2018 0

Semarang – Usai memberikan Presidential Lecturer, Jumat (20/4/2018) di kampus Undip Semarang, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri langsung melakukan kunjungan kerja ke empat lokasi. 

Sumber Daya Ekonomi Zaman Now adalah SDM Kompeten dan Terampil

13 Maret 2018 0

Kendari -- Mulai 2019 Pemerintah Indonesia akan mengalihkan prioritas Pembangunan Nasional dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, sumber daya ekonomi zaman [...]