Senin, 03 September 2018 15:44 WIB 0 Komentar 1696 Dilihat
Menaker: Perguruan Tinggi Harus Mampu Cetak Generasi yang Siap Menghadapi Perubahan

Menaker: Perguruan Tinggi Harus Mampu Cetak Generasi yang Siap Menghadapi Perubahan

Surabaya -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meminta agar  perguruan tinggi supaya mencetak generasi muda yang siap menghadapi perubahan jaman di era digitalisasi.

 
"Sebagai wahana untuk menyiapkan generasi muda yang akan masuk ke dunia kerja, peguruan tinggi harus dapat mencetak sumber daya manusia berkarakter, inovatif dan professional,” kata Menaker Hanif saat memberikan kuliah umum pada acara Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Senin (3/9).

 
Menaker Hanif mengingatkan sekitar 65% pekerjaan di masa yang akan datang merupakan pekerjaan yang belum diketahui saat ini. Pekerjaan-pekerjaan baru akan muncul menggantikan pekerjaan lama.

 
"Kita harus memantaskan diri dengan bekerja keras dan tanggap terhadap perubahan. Keterampilan adalah salah satu kunci untuk melindungi diri dari perubahan yang terjadi," kata Menteri Hanif.

 
Selain itu, tutur Hanif, mahasiswa juga dituntut harus mulai membangun karakter yang baik sejak dini. "Tidak hanya itu, kalian juga harus tampil diatas rata-rata," katanya.

 
Oleh karenanya, ungkap Menaker, untuk menciptakan generasi yang tampil di atas standar, perguruan tinggi harus mendidik mahasiswanya supaya mampu tampil kreatif dan inovatif.

 
“Perguruan Tinggi memiliki jasa sangat besar, memiliki peran penting membantu pemerintah melakukan investasi SDM. Tapi perguruan tinggi juga harus mengevaluasi dan melihat perkembangan di luar agar relevan. Jadi, kalau anda tidak siap bersaing, lupakan. Kalau anda tidak siap bersaing, anda akan ketinggalan,“ kata Menteri Hanif.

 
Dikatakan Menteri Hanif Revolusi industri 4.0 adalah era teknologi digital, semua serba digital. Apabila kita tidak bergerak ke era digital maka bangsa kita akan tertinggal. Karena itu, pengelola pendidikan tinggi harus mampu mengelola pesatnya kemajuan dunia digital yang mengalami perubahan begitu cepat.

 
Tidak hanya melalui pendidikan, pelatihan kerja juga dapat menjadi alternatif dalam upaya peningkatan keterampilan.
"Akses pelatihan sama pentingnya dengan akses pendidikan.Selain memperkuat program Balai Latihan Kerja,  Pemerintah juga  berencana membangun 1000 Balai Latihan Kerja komunitas tahun depan," kata Menaker Hanif.

 
Senada dengan Menaker, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Prof.Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengungkapkan bahwa mahasiswa harus siap berubah dalam pola hidup, pola pikir, pola belajar, dan pola bekerja.

 
"Harus mengembangkan diri, mengembangkan kepribadian yang baik dan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Keberhasilan hidup perlu diperjuangkan, tidak cukup hanya dalam impian," tutupnya.

 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Hadapi Perubahan Zaman, Gen-Z Harus Perkuat Soft Skill

19 Oktober 2018 0

Gen-Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995 hingga sekarang. Gen-Z menjadi topik pembicaraan dunia karena generasi ini akan mendominasi populasi manusia di masa depan. Generasi inilah yang akan [...]

Menaker: Indonesia Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

16 Oktober 2018 0

Hanif mengatakan untuk menghadapi RI 4.0 dan konsekuensi yang muncul di tingkat industri, pekerjaan dan skills yang dibutuhkan, skema perlindungan tenaga kerja di masa depan, pemerintah, industri dan [...]

Menaker: Peningkatan Kompetensi SDM Harus Dipercepat

10 Oktober 2018 0

Pemerintah mendorong agar proses peningkatan SDM Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi juga melibatkan lembaga swasta dan dunia usaha. Hal ini dibutuhkan agar proses peningkatan [...]