Rabu, 10 Oktober 2018 12:17 WIB 0 Komentar 1966 Dilihat
Menaker: Peningkatan Kompetensi SDM Harus Dipercepat

Menaker: Peningkatan Kompetensi SDM Harus Dipercepat

Maumere - Pemerintah mendorong agar proses peningkatan SDM Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi juga melibatkan lembaga swasta dan dunia usaha.

 
Hal ini dibutuhkan agar proses peningkatan kualitas SDM dapat dipercepat dan dapat menghasilkan tenaga kerja kompeten yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

 
"Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara-nagara lain dalam penyiapan SDM kompeten.Apalagi Indonesia juga dihadapkan pada tantangan bonus demografi, "Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri saat mengunjungi Laboratoriun Pelatihan Politeknik ATMI Sikka (Kampus Cristo re Maumere), NTT, Rabu (10/10).

 
Dikatakan Hanif, berdasarkan data BPS Indonesia masih mengalami persoalan angkatan kerja yang didominasi oleh lulusan SD-SMP (59,6 %). Dalam rentang usia tersebut, kemungkinannya sangat tipis bagi masyarakat untuk dapat mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

 
"Misalkan, lulusan Politeknik dibandingkan dengan lulusan BLK yang pelatihan hanya beberapa bulan, itukan kualitasnya (lulusan) bisa diadu," kata Hanif.

 
Sementara itu, salah seorang pengurus Polteknaker ATMI, Romo Doni, menyebut bahwa pendidikan vokasi seperti politeknik memiliki prospek bagus di dunia kerja. Sejumlah lulusan politeknik mereka pun disebutnya telah berhasil masuk ke dunia industri. Hanya saja, pendidikan vokasi, khususnya di daerah punya banyak kendala.

 
"Kendala yang dihadapi antara lain kebutuham alat-alat (pelatihan) yang tidak murah. Itulah kenapa tiap tahun hanya sekitar 20-an orang saja yang kami terima," ujar Romo Doni.

 
Menanggapi hal tersebut, Hanif menyebut bahwa dalam standar internasional (ILO), kuota pelatihan memang hanya sekitar 16 orang saja tiap kelasnya. 

 
Tetapi, Hanif mengingatkan selain kualitas dan kecepatan, lembaga pelatihan dan pendidikan vokasi juga harus memperhatikan pembangunan karakter dan attitude.

 
"Seperti di Jepang, itu kalau karyawan baru, dilatih karakternya dengan jalan kaki sekian meter dengan waktu tempuh sekian detik. Jadi yang jalannya lambat biar bisa nambah cepat. Yang jalannya terlalu cepat bisa menyesuaikan" paparnya.

 
Kedepannya, dengan adanya standar kualitas kerja yang  baik, maka para pekerja memiliki standar yang sama dalam bekerja. Sehingga, tidak ada gap keahlian satu sama lain.


 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: Pemerintah Siapkan Perlindungan Skill dan Jaminan Sosial Bagi Pekerja

17 September 2019 0

Dalam menghadapi tantangan disrupsi ekonomi dan transformasi industri yang masif saat ini, Pemerintah terus mempersiapkan SDM yang berkompeten dan memastikan terlindunginya jaminan sosial bagi [...]

Konferensi Menaker G20: Membentuk Masa Depan Pekerjaan yang Berpusat pada Manusia

30 Agustus 2019 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri akan menghadiri pertemuan para Menteri Tenaga Kerja anggota G20 (G20 Labour and Employment Ministers’ Meeting/G20-LEMM) yang berlangsung di ANA Crowne [...]

Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Digital Skill

04 Juli 2019 0

Digital skill dinilai sangat potensial untuk terus dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah akan menjadikan digital skill sebagai salah satu prioritas pembangunan SDM.