Jumat, 31 Maret 2017 11:31 WIB 0 Komentar 458 Dilihat
Menaker Menerima Audiensi TAFE South Australia

Menaker Menerima Audiensi TAFE South Australia

Jakarta – Penyelenggaraan pelatihan vokasi tengah menjadi fokus Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker). Pelatihan vokasi bertujuan untuk up scaling skills peserta, transfer of knowledge, dan mengakrabkan dunia kerja dengan para peserta pelatihan, sehingga mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam rangka mendukung pelaksanaan pelatihan vokasi, Kemnaker membuka kesempatan kerjasama dengan pihak-pihak yang telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pelatihan voaksi.

Pada Kamis (30/03/2017), Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menerima audiensi dari perwakilan Technical and Further Education South Australia (TAFE SA) di Ruang Kerja Menaker, Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan. TAFE SA adalah lembaga penyelenggara pelatihan vokasi di Australia yang dioperasikan dan dibiayai oleh pemerintah negara bagian Australia Selatan. Selain menyelenggarakan pelatihan vokasi, TAFE SA juga menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma dan sarjana.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Bambang Satrio Lelono yang turut mendampingi Menaker, menjelaskan bahwa kedatangan pihak TAFE SA adalah dalam rangka menawarkan kerjasama di bidang pelatihan vokasi. Bambang juga menyebutkan bahwa Menaker Hanif terbuka kepada tawaran kerjasama yang mendukung pelaksanaan program prioritas Kemnaker.

“Pak Menteri memesankan bahwa kerjasama-kerjasama di bidang pelatihan vokasi harus fokus dalam mengupayakan skill recognition atau pengakuan keterampilan bagi para lulusan BLK (Balai Latihan Kerja),” jelas Bambang yang ditemui setelah audiensi.

Bambang juga menyampaikan, bahwa tawaran kerjasama dari TAFE SA akan di-follow-up oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas). Agar diperoleh formula kerjasama yang dapat memberikan manfaat optimal bagi para peserta pelatihan vokasi.

“Pak Menteri ingin jika kerjasama ini terjalin, diharapkan melalui program-program mereka (TAFE SA), para lulusan BLK bisa jumping ke pendidikan formal. Intinya tawaran kerjasama ini kita sambut dengan baik,”  tutup Bambang.

Lihat Berita Yang Lain

BBPLK Bekasi Targetkan 18.624 orang Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi

16 Februari 2018 0

BBPLK Bekasi mendapat tambahan 25 BLK binaan pada 2018. Sebelumnya BBPLK Bekasi hanya memiliki empat BLK binaan. Dengan tambahan tersebut jumlah BLK binaan BBPLK Bekasi menjadi 29 yang terdiri dari [...]

Perguruan Tinggi Harus Bangun Jejaring dengan Industri

17 Januari 2018 2

Menaker Hanif mengatakan untuk menjawab tantangan pasar kerja yang dinamis, perguruan tinggi jangan hanya mengajarkan mahasiswa dengan keterampilan lama. Sebaliknya, jurusan dan kejuruan yang [...]

Pemerintah Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan

22 November 2017 0

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat mutu dan akses Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kompetensi angkatan kerja Indonesia. Saat ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti pelatihan di BLK tanpa [...]