Rabu, 04 Oktober 2017 15:59 WIB 0 Komentar 713 Dilihat
Menaker Kenalkan Hubungan Industrial Pekerja dan Pengusaha kepada Siswa SMK

Menaker Kenalkan Hubungan Industrial Pekerja dan Pengusaha kepada Siswa SMK

Bekasi---Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri memberikan sosialisasi pemahaman hubungan industrial bagi dunia pendidikan di Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) Merah Putih, Pondok Kecapi, Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10).
Diharapkan melalui kegiatan ini calon angkatan kerja dapat memahami bagaimana hubungan industrial kedepannya antara perusahaan dan pekerja. Sehingga, ketika sudah memasuki dunia kerja para calon angkatan kerja sudah dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai pekerja.
"Karenanya, pengenalan hubungan industrial sejak dini kepada calon angkatan kerja sangat penting, sebagai upaya mewujudkan hubungan kerja yang harmonis antara pengusaha dengan pekerja/buruh di tempat kerja, " kata Menaker Hanif.

Hadir mendampingi Menaker diantaranya Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Jaminan Sosial (Jamsos) Kemnaker Haiyani Rumondang, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industri (KKHI) Kemnaker, Aswansyah, Ketua Yayasan Pendidikan Al Falah Ustad Syamsuri dan dihadiri sekitar 1000 siswa yang berasal dari 10 SMK di wilayah Bekasi.
Menaker Hanif mengatakan, para calon angkatan kerja harus mempersiapkan diri dalam menghadapi lapangan kerja dan memiliki pemahaman tentang hubungan industrial, agar mampu bersaing dalam pasar kerja.
"Indonesia saat ini telah memasuki perdagangan bebas di dalam kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan menuju bonus demografi dengan bertambahnya angkatan kerja, sehingga persaingan dalam kesempatan kerjanya akan bersaing kompetitif," kata Hanif.
Mengingat situasi yang sudah kompetitif  itu, Menaker mengingatkan agar daya saing anak-anak muda ini semakin meningkat dari waktu ke waktu.
"Saya berpesan, pribadi kalian harus miliki daya saing. Sekarang tidak ada segala sesuai yang bisa dicapai dengan mudah. Semuanya serba bersaing, makanya harus punya daya saing, " ujar Menaker Hanif.
Menaker menjelaskan pribadi generasi muda harus miliki daya saing yang unggul.  Artinya harus bisa menjadi pribadi di atas standar. Karena kalau berada di atas standar, pasti akan memenangkan persaingan. Tapi kalau standar-standar saja, itu bisa menang dan bisa kalah. Kalau di bawah standar, pasti kalah.
Meski demikian, Menaker pun mengingatkan peserta didik SMK tidak perlu takut dengan perkembangan teknologi informasi. Sebaliknya menhadapi perkembangan teknologi informasi, harus persiapkan diri agar daya saing semakin baik.
"Pemerintah ingin terus  memastikan agar relevansi pendidikan dan pelatihan kita terhadap dunia kerja semakin baik sehingga lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha" ujarnya. 
Secara umum ada kompetensi dasar yang harus dimiliki angkatan kerja yakni softskill dan hardskill
"Jangan anggap enteng softskill karena terkait pembentukan karakter, disiplin, etos kerja dan nasionalisme kerja kita sebagai bangsa. Sedangkan hardskill adalah penguasaan profesi apa yang akan bisa ditekuni, " katanya.
Menaker menambahkan Pemerintah juga terus mendorong upaya peningkatan kompetensi (knowledge, skill, dan attitude) kepada penganggur dan setengah penganggur melalui pelatihan vokasi pada Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah. 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Terus Kaji Aturan Ketenagakerjaan Transportasi Online

29 Maret 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri  mengatakan pihaknya belum bisa membicarakan hasil akhir dari kajian karena masih melakukan kordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga [...]

Hari ini Menaker Hanif Resmikan Lipesia Zona Sulawesi Barat

14 Februari 2018 1

Liga Pekerja Indonesia Zona Prov. Sulawesi Barat

Lipesia Riau Mulai Bergulir Bidik Atlet Sepakbola Potensial

10 Februari 2018 0

Kelima tim yang bertarung mulai 10 Februari-3 Maret nanti adalah PT Astra Argo Lestari, PT Perkebunan Nusantara V, PT RIAU ANDALAN PULP & PAPER (RAPP), Bank Riau-Kepri dan Bank Tabungan Negara [...]