Minggu, 15 April 2018 15:23 WIB 0 Komentar 969 Dilihat
Menaker Hanif: Asalkan Kualitasnya Baik Pendidikan Vokasi Bisa Jadi Pilihan Utama

Menaker Hanif: Asalkan Kualitasnya Baik Pendidikan Vokasi Bisa Jadi Pilihan Utama

Banyumas - Pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan salah satu instrumen untuk menjembatani masyarakat masuk ke pasar kerja maupun berwirausaha.

Oleh karenanya, masyarakat hendaknya tidak memandang pendidikan vokasi sebagai second class yanh menjadi pilihan ke dua ketika tidak diterima di lembaga pendidikan umum.

"Terkait pendidikan vokasi saya juga ingin mengajak masyarakat kita ini untuk meyakini bahwa sesungguhnya pendidikan vokasi ini bisa menjadi jembatan kalau kita menginginkan anak-anak kita ini masuk pasar kerja atau berwirausaha," kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat menjadi Narasumber Seminar Nasional tentang Teknologi, Kewirausahaan, dan Pemberdayaan Ekonomi di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Banyumas pada Sabtu petang (14/4).

Selama ini, masyarakat masih sering terjebak pada orientasi lembaga pendidikan umum. Namun ketika pilihan ada di pendidikan umum, tidak sedikit lulusannya malah kesulitan masuk ke pasar kerja.

Oleh karenanya, Menaker Hanif berharap yang orientasinya ingin masuk ke pasar kerja ataupun berwirausaha untuk memilih pendidikan vokasi. Karena, sistem pendidikan yang terapkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha/ibdustri.

"Oleh karena itu harus mulai juga dibangun kepercayaan mengenai vokasi ini di masyarakat. Bahwa pendidikan vokasi ini bukan kelas dua, pendidikan vokasi itu bagus kalau sekali lagi dikaitkan dengan pekerjaan," jelas Menaker.

Selain pendidikan vokasi, Menaker menjelaskan bahwa pemerintah juga terus menggenjot peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK).

Selain diselenggarakan secara gratis, akses dan mutu pelatihan vokasi di BLK terus diperkuat.

Apalagi, saat ini angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan menengah ke bawah (SD-SMP). Dari 128 juta orang angkatan kerja, sebesar 60,08 % berpendidikan menengah ke bawah.

"Makanya sekarang pemerintah menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi. Sehingga mereka yang membutuhkan skill, membutuhkan keterampilan memiliki akses," paparnya.


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Dorong Industri Dilibatkan Dalam Penyusunan Kurikulum Pendidikan

30 Juni 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong keterlibatan dunia industri dalam proses belajar mengajar di kampus maupun lembaga pendidikan, termasuk membantu menyusun atau mendisain kurikulum [...]

Cetak SDM Kompeten, Pemerintah Seimbangkan Supply and Demand Pasar Kerja

19 April 2018 0

Pemerintah Indonesia tengah menyususn roadmap Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebagai upaya untuk menyeimbangkan antara supply and demand pasar kerja. Penyusunanroadmap ini [...]

Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital

14 April 2018 0

Purbalingga - Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi turut berpengaruh terhadap perkembangan dunia industri. Oleh karenanya, lembaga pendidikan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar [...]