Jumat, 28 April 2017 18:53 WIB 0 Komentar 166 Dilihat
Langkah Pemerintah Antisipasi Perubahan Karakter Pasar Kerja

Langkah Pemerintah Antisipasi Perubahan Karakter Pasar Kerja

Jakarta - Karakter pasar kerja saat ini berorientasi pada pasar kerja aktif. Sedangkan di Indonesia, karakter pasar kerja masih dihadapkan pada karakter pasar kerja pasif. Untuk itu, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini harus bisa menyesuaikan perubahan karakter pasar kerja, baik di saat ini maupun di masa yang akan datang.

“Ekonomi kita sedang bertranformasi menuju pada ekonomi yang berbasis pengetahuan. Sehingga human capital adalah prasayarat utama untuk kita tingkatkan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Agar Indonesia ini lebih kompetitif di era persaingan,” kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat menjadi Keynote Speaker dalam acara ‘Indonesia Human Capital Award (IHCA)-III Tahun 2017’ di Gedung Tridharma Kementerian Ketenagakerjaan RI pada Hari Jumat (28/4/2017).

Persoalan karakter pasar kerja yang pasif ini, menurutnya harus diselesaikan dengan menyesuaikan antara supply dan demand pasar kerja.

“Sehingga, tercipta keseimbangan antara sisi supplay dan demand-nya,” ujar Menaker.

Oleh karenanya, ada dua sisi kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk matching supply and demand pasar kerja ini. Pertama, kebijakan yang mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif.

“Kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong pertumbuhan industri-industri kita di semua sektor,” jelas Menaker.

Kedua, dari sisi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus ada link and match antara penyediaan SDM (supply) dengan kebutuhan dunia kerja/industri (demand). Saat ini, pemerintah sendiri telah menerbitkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk sektor manajemen SDM melalui Keputusan Menakertrans Nomor 307 Tahun 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia.

SKKNI tersebut diharapkan menjadi acuan para pelaku usaha maupun lembaga pendidikan/pelatihan dan sertifikasi kerja. Sehingga, arah kebijakan pembangunan SDM ini dapat tercapai sesuai dengan target pembangunan nasional.

“Dari SDM ini harus benar-benar disiapkan sesuai dengan kebutuhan pasar,” papar Menaker.

Lihat Berita Yang Lain

Tahun 2018, Kemnaker Fokus Tingkatkan SDM dan Kualitas Pekerja

08 Januari 2018 0

Diakui Menteri Hanif, seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2018, pihaknya masih menghadapi tantangan yang sama. Terutama menghadapi tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial dan  tantangan [...]

Menteri Hanif Minta Dunia Industri Siapkan Strategi Transformasi Agar Tetap Bertahan

14 Desember 2017 0

Menaker Hanif mengatakan dunia industri dewasa ini dihadapkan pada dua tantangan besar. Pertama adalah iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan kedua adalah perkembangan teknologi dan [...]

DKI Jakarta Raih Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Tertinggi 2017

06 Desember 2017 0

Pada tahun 2017 IPK tertinggi berhasil diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan indeks sebesar 66,11, peringkat kedua ditempati DI Yogyakarta dengan indeks 63, 76 sedangkan peringkat ketiga ditempati [...]