Jumat, 20 April 2018 18:07 WIB 0 Komentar 892 Dilihat
Kunker ke Semarang, Menaker Tinjau Empat Balai Kerja

Kunker ke Semarang, Menaker Tinjau Empat Balai Kerja

Semarang – Usai memberikan Presidential Lecturer, Jumat (20/4/2018) di kampus Undip Semarang, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri langsung melakukan kunjungan kerja ke empat lokasi.

Pertama, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang  (BBPLK) Semarang yang terletak di Jalan Brigjen Sudiarto No. 118, Pedurungan Kota Semarang, Jawa Tengah. Didampingi Kepala BBPLK Semarang Jateng Edy Susanto, Menteri Hanif meninjau ruang pola dan berdialog dengan Wika, Kajur garmen aparel.

Dilanjutkan di lab resto dan ritel oleh Kajur Bisman Nuraini. Dalam kesempatan ke ruang instalasi, Menteri Hanif mendukung adanya ruang analist. Menteri Hanif melanjutkan perjalanannya menuju LPK Djieneka Abadi yang berlokasi di Jalan Pedurungan IV No. 51 Kota Semarang.

Didampingi instruktur Zainul, Menaker Hanif terkejut dengan siswa yang mempelajari Honda Decompression System (HDS), yang mampu mendeteksi jenis kerusakan motor khusus injeksi melalui perangkat ponsel android dan laptop.

 “HDS hanya bisa deteksi sistem injection. Kalau kerusakan mesin masih manual,” kata Zainul. 

Menaker Hanif pun memberi motivasi sejumlah siswa otomotif tersebut agar terus tekun dan meningkatkan skills agar memiliki kompetensi dan bisa mudah memasuki pasar kerja. 

Lokasi kunjungan ketiga Menteri Hanif adalah Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Maharani yang berada di Jalan Sedayu Tugu, Kelurahan Banget Ayu, kecamatan Genuk Kota, Semarang. Sebanyak 200 lebih calon PMI berusia 21-42 tahun dengan mayoritas 50 persen lebih lulusam SD. Mereka mengikuti berbagai keterampilan mulai dari bahasa, kelas jompo baby sit, kamar mandi, table manner.


Menteri Hanif menyempatkan dialog dengan 60 calon PMI yang sedang mengikuti keterampilan bahasa Kantonis sebelum berangkat ke Hongkong, maupun 35 calon PMI yang akan berangkat  berangkat ke Malaysia dan Singapura sedang belajar bahasa Inggris.


“Pelatihannya harus dibedakan kepada calon PMI  dan PMI yang sudah berangkat keluar negeri. Yang sudah berangkat, kompetensinya pasti beda,” katanya.

Menteri Hanif juga menyempatkan melihat sejumlah siswa atau calon PMI yang sedang ikuti praktek kelas jompo dan baby sit. Menteri berpesan agar latihan simulasi secara baik dan lancar untuk memperoleh ketrampilan yang baik.


“Hati-hati latihan ya karena nanti di sana akan mengurusi orang jompo,” katanya.


Setelah  itu lokasi terakhir di titik keempat, Menteri Hanif dan rombongan kembali berangkat melanjutkan perjalanan ke Lembaga Pendidikan Profesi dan Kewirausahaan (LPPK) Bhakti Nusa, yang bertempat di Jalan Trilomba No.12 Semarang.

Lihat Berita Yang Lain

Perkuat Komite Vokasi Nasional, Kemnaker Dukung Kerjasama Kadin dan IHK Trier Jerman

09 Mei 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan mendukung kerja sama Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia dengan  Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier ( Kadin Jerman) untuk memperkuat Komite Vokasi Nasional [...]

Sumber Daya Ekonomi Zaman Now adalah SDM Kompeten dan Terampil

13 Maret 2018 0

Kendari -- Mulai 2019 Pemerintah Indonesia akan mengalihkan prioritas Pembangunan Nasional dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, sumber daya ekonomi zaman [...]

BBPLK Bekasi Targetkan 18.624 orang Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi

16 Februari 2018 0

BBPLK Bekasi mendapat tambahan 25 BLK binaan pada 2018. Sebelumnya BBPLK Bekasi hanya memiliki empat BLK binaan. Dengan tambahan tersebut jumlah BLK binaan BBPLK Bekasi menjadi 29 yang terdiri dari [...]