Jumat, 23 Desember 2016 11:59 WIB 0 Komentar 241 Dilihat
Kunci Memenangkan Kompetisi Global Adalah SDM Kompetitif

Kunci Memenangkan Kompetisi Global Adalah SDM Kompetitif

Karawang – Di tengah dinamika global yang semakin kompetitif, keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten menjadi kebutuhan yang penting untuk segera terpenuhi. Keberadaan SDM kompeten tersebut diyakini akan mampu menunjang produktivitas nasional, yang pada gilirannya turut meningkatkan daya saing bangsa terhadap negara-negara lain. Hal ini ditekankan oleh Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan ‘Program Pemagangan Terpadu’hasil kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di KICC Karawang, Jumat (23/12/2016).

 

“Persaingan global yang semakin sengit sekarang ini, kemampuan SDM, Sumber Daya Manusia, harus terus kita tingkatkan. Karena disinalah kunci dalam memenangkan kompetisi itu,” kata Presiden dalam sambutannya.

 

Presiden menyebut, secara kuantitas Indonesia memiliki keunggulan SDM dibandingkan dengan negara lainnya. Hal ini dengan mendasarkan bahwa 60 persen masyarakat Indonesia ada pada usia produktif. Hanya saja, dari segi kualitas Indonesia masih harus berbenah, karena melihat angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh pendidikan menengah ke bawah.

 

Oleh karenanya, upaya untuk mewujudkan SDM Indonesia yang kompeten tersebut harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Agar upaya peningkatan kompetensi tersebut dapat tercapai lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

 

“Kondisi yang ada 50 persen adalah lulusan SD. 20 persen lulusan SMP. Dan 17 persen lulusan SMA/SMK. Ini lah yang harus kita tingkatkan kualitas skill, kualitas SDM kita, sehingga bonus demografi kita itu tiak sia-sia,” imbuh Presiden Joko Widodo.

 

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo berharap agar Program Pemagangan Tersebut benar-benar bisa mewujudkan pemagangan yang terpadu, terstruktur, dan sinergis dengan kebutuhan dunia industri. Peserta pemagangan harus mendapatkan sertifikasi kompetensi, sehingga kelak dapat langsung bekerja di perusahaan tempat peserta pemagangan, di perusahaan lain yang dinginkan, maupun berinisiatif untuk berwirausaha.

 

“Saya harapkan magang ini bisa 6 bulan, bisa 1 tahun. Para tenaga kerja harus mendapatkan sertifikasi. Sertifikat kompetensi. Sehingga bisa dipakai untuk bisa bekerja, bisa melamar dimanapun, perusahaan manapun,” lanjut Presiden.

 

Ke depan, program pemagangan terpadu yang diresmikan di Karawang tersebut akan dikembangkan ke daerah-daerah lainnya. Sehingga, pendidikan dan pelatihan vokasi di daerah dapat seinergis dengan industri di daerah setempat.

 

“Sekali lagi saya sangat menghargai apa yang sudah dikerjakan hari ini oleh Kementerian Ketenagakerjaan, bersama Kadin dan seluruh asosiasi APINDO. Ini tidak hanya di jawa barat, saya sudah minta ke kepala Kadin, dan APINDO untuk di semua daerah,” papar Presiden.

Lihat Berita Yang Lain

Tutup Seleknas ASC Ke-12, Menaker: Pelatihan Vokasi Pilar Kebijakan Pemerataan Ekonomi

09 September 2017 0

Gelaran seleksi nasional ASEAN Skills Competition (Seleknas ASC) ke-12 resmi di tutup. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengaskan kembali pentingnya pelatihan vokasi sebagai salah [...]

Peluang Kerja di Bidang Teknik Pengelasan Masih Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri

25 Agustus 2017 0

Kerjasama antara pemerintah dengan dunia industri dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri.  Termasuk industri-indutri  terkait teknis pengelasan yang [...]

Hadapi Persaingan Pasar Kerja, Menaker Ajak Mahasiswa Bangun Karakter Pekerja Keras

22 Agustus 2017 0

Kata Hanif, untuk mencapai kesuksesan, bakat hanya berkontribusi sebesar 1 persen, sisanya kerja keras. Oleh karena itu, selama menjadi mahasiswa harus berusaha membiasakan bersikap keras (disiplin) [...]