Kamis, 06 April 2017 15:14 WIB 0 Komentar 384 Dilihat
Kepatuhan Terhadap Norma Kerja Berperan Besar Dalam Mewujudkan Kerja Layak

Kepatuhan Terhadap Norma Kerja Berperan Besar Dalam Mewujudkan Kerja Layak

Jakarta – Kepatuhan terhadap norma kerja oleh stakeholder ketenagakerjaan memiliki peranan besar sebagai upaya mewujudkan kerja layak di Indonesia. Dengan perspektif dari masing-masing stakeholder, pembahasan persoalan ketenagakerjaan secara bersama-sama mutlak diperlukan. Tentunya, tujuannya adalah pembangunan bidang ketenagakerjaan.

Hal ini ditekankan Kasubdit Lembaga dan Sarana Pengawasan Tenaga Kerja Ditjen Binwasnaker dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Muchamad Yusuf dalam acara penutupan ‘Simposium Strategi Peningkatan Kepatuhan Norma Ketenagakerjaan Melalui Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan di Indonesia’ di Hotel J.S Luwansa, Jakarta pada hari Kamis, 6 April 2017.

“Simposium ini menunjukkan kepada dunia bahwa, komitmen tripartit di Indonesia yang kuat untuk menciptakan budaya patuh dalam rangka mewujudkan kondisi kerja layak di tempat kerja melalui peningkatan kepatuhan terhadap norma ketenagakerjaan,” ujar Muchamad Yusuf dalam pidatonya mewakili Plt. Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker.

Pada acara yang diselenggarakan oleh Kemnaker dan International Labour Organization (ILO) tersebut, ia menyampaikan bahwa komitmen atas kepatuhan terhadap norma ketenagakerjaan perlu dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen ketenagakerjaan. Karena, pembangunan ketenagakerjaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, yakni pemerintah. Namun, pembangunan ketenagakerjaan harus melibatkan seluruh komponen ketenagakerjaan.

“Kami sangat menyadari bahwa tidaklah mungkin pemerintah akan dapat berhasil tanpa dukungan dan kerja sama dari rekan-rekan sekalian,” lanjut Muchamad Yusuf.

Simposium yang melibatkan pihak pemerintah, APINDO, dan berbagai Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) ini dirancang untuk membahas strategi-strategi inovatif, sebagai respon terhadap berbagai tantangan dalam kepatuhan kerja. Para peserta diajak bertukar informasi dan pendapat mengenai langkah-langkah baru untuk mendorong kerja sama yang lebih erat, serta memastikan terwujudnya pekerjaan.

“Banyak hal yang kita pelajari bersama dan sangat inspiratif untuk semua dan bagaimana melibatkan stakeholder yang strategis melihat persoalan dari perspektif yang lebih menyegarkan,” paparnya.

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia Siap Perkuat Kapasitas Ketenagakerjaan Negara Berkembang

15 Maret 2018 0

Hal tersebut ditegaskan oleh Indah Anggoro Putri, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dalam pertemuan sesi ke-332 Governing Body Organisasi Buruh [...]

Di Forum ILO, Indonesia Tegaskan Bebas Pekerja Anak Tahun 2022

14 Maret 2018 0

JENEWA - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi Indonesia bebas dari pekerja anak pada tahun 2022. Penegasan tersebut disampaikan delegasi Indonesia dalam pertemuan anggota [...]

Kemnaker Gandeng BWI ILO Tingkatkan Kualitas Pengawasan Ketenagakerjaan

05 Maret 2018 0

Menurut Dirjen Binwasnaker dan K3, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan ILO ini sudah berlangsung cukup lama. Oleh karenannya, Zero Tolerance Protocol (ZTP) tersebut dinilainya [...]