Senin, 29 Februari 2016 18:34 WIB 0 Komentar 219 Dilihat
Kemnaker Sambut Hangat Bantuan IWA Tingkatkan Kemampuan Instruktur las

Kemnaker Sambut Hangat Bantuan IWA Tingkatkan Kemampuan Instruktur las

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di bawah pimpinan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri menyambut hangat niat baik Indonesian Welding Association (IWA) yang ingin membantu peningkatan instruktur las di Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker. 


Menaker langsung menugaskan Direktur Jenderal Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker untuk menindaklanjuti revisi Kerangkan Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta menyambut baik IWA yang berkeinginan untuk ikut seleksi anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).


Sebelumnya, IWA yang membidangi las otomatis menyatakan siap membantu peningkatan kompetensi instruktur las BLK Kemnaker. Hal ini dinyatakan oleh Presiden IWA, Adi Sukardi, dalam forum audiensi Pengurus DPP IWA dengan Kemnaker di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Senin (29/02/2016).


Asosiasi yang berdiri sejak tahun 2015 ini mengusulkan adanya penyempurnaan KKNI dan Struktur Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang pengelasan. Sebab, KKNI Bidang Las berkiblat pada standar Amerika Serikat, padahal pangsa pasar terbesar untuk kompetensi las di Indonesia justru berkiblat ke standar Internasional.


Sesungguhnya, standar kompetensi las yang berkiblat ke Amerika Serikat tidak banyak lagi, dan kebanyakan hanya las untuk pekerja Indonesia di Australia dan Timur Tengah yang terkait dengan industri perminyakan. Di tengah anjloknya harga minyak akhir-akhir ini, tentu kebutuhan kompetensi las untuk perminyakan berkurang, yang menyebabkan menurunnya standar kompetensi las berkiblat ke USA.

Disamping itu, standar kompetensi las yang berkiblat pada standar internasional terus meningkat, khususnya untuk galangan kapal dan industri otomotif, "power plan". Jika dilihat mesin dan peralatannya, kebanyakan peralatan las standar internasional otomatisasi.  Sementara KKNI yang ada masih menggunakan standar USA dengan peralatan manual. Dengan demikian, sudah waktunya dilakukan revisi KKNI yang menampung standar kompetensi USA dan standar Internasional.

"Kami siap untuk memberikan masukan penyusunan KKNI baru, juga memberikan pelatihan las otomatis, serta mengawal sertifikasi las di BNSP apabila terpilih anggota BNSP", pungkas Presiden IWA. (SS)

Lihat Berita Yang Lain

Tampil Dengan Formasi Baru, Ini Target Kemnaker Tahun 2017

20 Januari 2017 0

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kinerja di tahun 2017, Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) melakukan sejumlah pergantian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemnaker [...]

Ada Pergantian Jabatan, Ini Formasi Baru Kemnaker RI

20 Januari 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengganti jabatan beberapa pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI pada Jumat (20/1/2017) di ruang Tri [...]

Di Tahun 2017, Peningkatan Kompetensi Harus Jadi Isu Sentral

20 Januari 2017 0

Menteri Hanif menjelaskan, negara-negara maju selalu menempatkan persoalan ketenagakerjaan pada persoalan yang setrategis. Ia mencontohkan dengan Negara Jerman. Negara tersebut menempatkan [...]