Jumat, 07 Desember 2018 19:31 WIB 0 Komentar 268 Dilihat
Kemnaker Perbanyak Jumlah  Tenaga  Kerja Bersertifikasi

Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi

Serang -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah  tenaga kerja skilled dan bersertifikasi. Massifikasi tenaga kerja bersertifikasi diharapkan bisa memperoleh pengakuan sesuai standar kebutuhan industri.
 
Hanif mengatakan hal tersebut usai menjadi pembicara seminar nasional "Kinerja Pemerintahan 4 Tahun Jokowi-Jusuf Kall dalam peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia"  di Gedung B lantai 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Jum'at (7/12/2018).
 
"Kita terus genjot massifikasi agar jumlah tenaga kerja skilled makin banyak. Lalu sertifikasi sehingga mereka diakui industri. Sertifikasi ini tentu ditambah standar yang ada di industri, " kata Hanif. 
 
Dalam acara yang digagas Kantor Staf Kepresidenan dan Kominfo ini, Hanif menambahkan menghadapi industri 4.0, Hanif Dhakiri meyakini seluruh daerah masih membutuhkan waktu penyesuaian mengingat pihak industri pun belum seluruhnya belum menggunakan industri 4.0.
 
 "Tak perlu khawatir karena saya sudah konfirmasi Kadin dan Apindo belum semua menggunakan industri 4.0. Tapi arahnya tetap ke sana, " katanya.
 
Karenanya lanjut Hanif Dhakiri perlu disiapkan anak-anak muda dengan skill-skill baru sesuai kebutuhan industri 4.0. "Karena ciri industri 4.0 kombinasi antara SDM, mesin dan big data, maka anak-anak muda kita harus dibuat friendly dengan dunia internet, teknologi sehingga mereka bisa memgembangkan peran-peran tertentu yang tidak bisa diambil oleh  mesin, " katanya.
 
Meski masih membutuhkan waktu lanjut Hanif, penyiapan tenaga kerja skilled yang relevan industri 4.0 menjadi sangat penting. "Setiap mengalami revolusi industri selalu dipenuhi kekhawatiran. Tapi pada akhirnya manusia tetap survive dengan perubahan-perubahan, karena ada banyak hal yang tidak bisa digantikan komputer, " katanya.
 
Di depan sekitar 500 mahasiswa Untirta, Hanif mengatakan karakter industri 4.0 telah berubah. Dari semula berbasis modal dan sumber daya alam, sekarang karakter industri menjadi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, SDM dan kolaborasi.
 
Hanif menegaskan dalam era industri 4.0 yang cepat akan mengalahkan yang lambat dan siapa yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan yang tidak responsif.
Volume pelatihan vokasi meningkat sebanyak 4 kali lipat  dati 92.236 di tahun 2015 menjadi 383.132 pada Oktober 2018.
 
 
Turut hadir dalam seminar Rektor Untirta Banten Sholeh Hidayat, Yanuar Nugroho, (Deputi II Kepala Staf Kepresidenan), Gati Wibawaningsih (Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin), Abdul Hamid (Dewan Riset Daerah Provinsi Banten) dan Kabag TU BBPLK Serang Vidi Arga Utomo.
 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Minta BLK Buka Program Pelatihan Malam

01 Februari 2019 0

Untuk mempercepat peningkatan kompetensi SDM, pemerintah telah memperkuat akses dan mutu pelatihan di BLK. Ke depan, diharapkan BLK mengadakan pelatihan pada hari Sabtu-Minggu dan malam hari agar [...]

Hadapi Perkembangan Zaman, Generasi Muda Harus Belajar Dari Kasus Nokia

16 Desember 2018 0

Perkembangan teknologi dan informasi telah mempengaruhi perubahan model bisnis dan pekerjaan. Untuk itu, generasi muda harus responsif terhadap berbagai perubahan. Agar tak bernasib seperti Nokia.

2.513 Siswa BLK Semarang Mendapat Sertifikat Kompetensi Kerja

13 November 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri memberikan sertifikat kompetensi kepada 2.513 lulusan Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Semarang. Tak hanya itu, 200 sertifikat [...]