Senin, 10 Oktober 2016 23:08 WIB 0 Komentar 211 Dilihat
Kemnaker Jajaki Kerjasama Dengan Microsoft Perluas Informasi Lapangan Kerja

Kemnaker Jajaki Kerjasama Dengan Microsoft Perluas Informasi Lapangan Kerja

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) jajaki kerjasama dengan perusahaan Microsoft untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia melalui pelatihan vokasional. Rencananya, sebuah pilot project akan diluncurkan menggunakan modul Microsoft Certification.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 110 peserta akan dilatih menggunakan modul Microsoft Certification tersebut. Peserta akan mengikuti pelatihan hingga beberapa bulan ke depan. Pelaksanaan pelatihan akan dilakukan di BBPLK Cevest, Bekasi bekerjasama dengan Plan Indonesia. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas pekerja yang siap kerja juga diakui secara internasional dan diterima di semua industri.

“Kerjasama dengan Microsoft ini bertujuan untuk meningkatan kualitas SDM melalui skema pelatihan kerja merupakan salah satu terobosan yang pemerintah lakukan dalam menciptakan tenaga kerja terampil.”ujar Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri saat menemui Presiden Microsoft Asia  Ralph Haupter dan Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro di kantor Kemnaker, Senin (10/10/2016).

Menaker Hanif mengatakan, profil angkatan kerja nasional yang berjumlah 128 juta  masih didominasi (62 persen) oleh lulusan SD-SMP. Sehingga, investasi swasta masih diperlukan diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Keterlibatan swasta, lanjutnya lagi, sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini.

“Kita diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Syaratnya, kita harus punya 113 jutaan tenaga kerjatrampil, sementara posisi hari ini baru sekitar 55 jutaan yang tersedia. Jadi, kita perlu cetak 4 jutaan tenaga kerja trampil setiap tahun sampai dengan 2030. Itu kerja besar dan karenanya keterlibatan swasta sangat amat penting,” ujarnya.

Dengan menggandeng pihak swasta/perusahaan akan ada banyak keuntungan yang bisa diambil. Seperti program pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri/usaha setempat hingga instruktur dari profesional/praktisi usaha dan industri setempat yang memiliki kualifikasi level internasional. Pada akhirnya diharapkan, skills yang diperoleh dari pelatihan vokasional tersebut memiliki  kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja sehingga mengurangi pengangguran di Indonesia.

Selain itu, Kemnaker dan Microsoft juga bekerjasama dalam mengembangkan sistem informasi pasar kerja dan database. Microsoft akan memberikan layanan berupa sistem juga membantu dalam hal integrasi data, pengelolaan data, juga identifikasi data.

“Informasi pasar kerja menjadi hal yang sangat vital dalam mencapai target penempatan tenaga kerja dua juta per tahunnya. Kami sangat mengapresiasi kerjasama oleh Microsoft dalam mendukung pengembangan sistem sekaligus integrasi sistem yang sudah ada saat ini.” katanya.

Kedepannya, Kemnaker juga berencana untuk membuat sebuah Innovation Centre atau tempat bagi anak-anak muda untuk dapat melakukan inovasi. Dalam hal ini Microsoft akan memberikan bantuan teknis untuk Kemnaker dalam proses pendiriannya.

BIRO HUMAS KEMNAKER

Lihat Berita Yang Lain

Pemerintah Dorong Industri Media Agar Memiliki Standar Kompetensi dan Sertifikasi

06 Maret 2017 0

Sebagai acuan dalam melakukan pelatihan dan pendidikan vokasi, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan aspek penting yang harus ada dalam setiap sektor pelatihan profesi [...]

Pentingnya Peran Swasta Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

03 Februari 2017 0

Hal ini dikarenakan untuk mencapai target tahun 2030 , kebutuhan tenaga kerja terampil berkisar 113 juta. Sedangkan pada tahun 2016 Indonesia baru memiliki sekitar 57 juta tenaga kerja terampil [...]

Indonesia-New Zealand Jajaki Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan

31 Januari 2017 0

Pada pertemuan tersebut, berbagai kerja sama untuk mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia sangat penting. Mengingat 60 persen dari 125,44 juta angkatan kerja Indonesia adalah [...]