Senin, 10 Oktober 2016 23:08 WIB 0 Komentar 223 Dilihat
Kemnaker Jajaki Kerjasama Dengan Microsoft Perluas Informasi Lapangan Kerja

Kemnaker Jajaki Kerjasama Dengan Microsoft Perluas Informasi Lapangan Kerja

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) jajaki kerjasama dengan perusahaan Microsoft untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia melalui pelatihan vokasional. Rencananya, sebuah pilot project akan diluncurkan menggunakan modul Microsoft Certification.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 110 peserta akan dilatih menggunakan modul Microsoft Certification tersebut. Peserta akan mengikuti pelatihan hingga beberapa bulan ke depan. Pelaksanaan pelatihan akan dilakukan di BBPLK Cevest, Bekasi bekerjasama dengan Plan Indonesia. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas pekerja yang siap kerja juga diakui secara internasional dan diterima di semua industri.

“Kerjasama dengan Microsoft ini bertujuan untuk meningkatan kualitas SDM melalui skema pelatihan kerja merupakan salah satu terobosan yang pemerintah lakukan dalam menciptakan tenaga kerja terampil.”ujar Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri saat menemui Presiden Microsoft Asia  Ralph Haupter dan Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro di kantor Kemnaker, Senin (10/10/2016).

Menaker Hanif mengatakan, profil angkatan kerja nasional yang berjumlah 128 juta  masih didominasi (62 persen) oleh lulusan SD-SMP. Sehingga, investasi swasta masih diperlukan diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Keterlibatan swasta, lanjutnya lagi, sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini.

“Kita diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Syaratnya, kita harus punya 113 jutaan tenaga kerjatrampil, sementara posisi hari ini baru sekitar 55 jutaan yang tersedia. Jadi, kita perlu cetak 4 jutaan tenaga kerja trampil setiap tahun sampai dengan 2030. Itu kerja besar dan karenanya keterlibatan swasta sangat amat penting,” ujarnya.

Dengan menggandeng pihak swasta/perusahaan akan ada banyak keuntungan yang bisa diambil. Seperti program pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri/usaha setempat hingga instruktur dari profesional/praktisi usaha dan industri setempat yang memiliki kualifikasi level internasional. Pada akhirnya diharapkan, skills yang diperoleh dari pelatihan vokasional tersebut memiliki  kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja sehingga mengurangi pengangguran di Indonesia.

Selain itu, Kemnaker dan Microsoft juga bekerjasama dalam mengembangkan sistem informasi pasar kerja dan database. Microsoft akan memberikan layanan berupa sistem juga membantu dalam hal integrasi data, pengelolaan data, juga identifikasi data.

“Informasi pasar kerja menjadi hal yang sangat vital dalam mencapai target penempatan tenaga kerja dua juta per tahunnya. Kami sangat mengapresiasi kerjasama oleh Microsoft dalam mendukung pengembangan sistem sekaligus integrasi sistem yang sudah ada saat ini.” katanya.

Kedepannya, Kemnaker juga berencana untuk membuat sebuah Innovation Centre atau tempat bagi anak-anak muda untuk dapat melakukan inovasi. Dalam hal ini Microsoft akan memberikan bantuan teknis untuk Kemnaker dalam proses pendiriannya.

BIRO HUMAS KEMNAKER

Lihat Berita Yang Lain

Kemenperin Transformasi Pendidikan Kejuruan Sesuai Kebutuhan Dunia Industri

28 Juli 2017 0

Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan Pendidikan Vokasi Industri yang berbasis kompetensi untuk menjawab tantangan kebutuhan SDM Industri. Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran [...]

Pemda Harus Mampu Menyeimbangkan Supply and Demand Tenaga Kerja

02 Juni 2017 0

Menarik investor masuk ke daerah adalah salah satu strategi yang harus dikembangkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, Pemda juga harus menyeimbangkan sisi [...]

Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa

17 Mei 2017 0

Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang [...]