Senin, 09 Januari 2017 11:03 WIB 0 Komentar 150 Dilihat
Kabarenbang Wakili Menaker Hadiri Milad Pesantren Dan Pertemuan Alim Ulama Se Ciamis

Kabarenbang Wakili Menaker Hadiri Milad Pesantren Dan Pertemuan Alim Ulama Se Ciamis

Pentingnya dunia pesantren dalam mencetak kader-kader penerus bangsa menjadi perhatian menaker hanif Dhakirii. Meski tak bisa hadir langsung karena ada acara lain yang sudah terjadwal, politisi yang asalnya santri ini tetap menutus stafnya untuk memenuhi undangan dari para ulama dan kalangan pesantren untuk berbagi motivasi soal penguatan SDM Indonesia.


"Tidak ada institusi pendidikan umum yang selengkap fungsi Pondok Pesantren. Santri dan kiai bersatu bekerjasama untuk melatih disiplin, sejak sebelum subuh sudah bangun dan lalu dilanjut salat subuh berjamaah, ini sungguh latihan disiplin yang tidak ringan, maka siapapun yang lulusan pesantren dan istikomah dengan amalan ini, insyallah hidupnya akan sukses. Karena dalam dunia pesantren kita mengenal Maqolah, al istiqomatu khoirun min alfi karomah: konsistensi, disiplin itu lebih baik dari seribu karomah. Ini adalah jargon milik pesantren," 


Demikian diungkapkan Kepala Barenbang Kemnaker RI, Sugiarto Sumas dalam sambutannya yang mewakili Menaker Hanif hadir di acara Haul Milad Pesantren Miftahul Ulum Ciamis, sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pertemuan Alim Ulama se Ciamis, di Ciamis Jabar, Minggu malam, 8/1/2017.


Soal tanggungjawab, lanjut pejabat eselon satu Kemnaker yang doktor ini,  Santri pasti akan memiliki tanggungjawab atas hidupnya, karena dia hapal hadits nabi Muhammad SAW, kullukum roo in wakullukum mas ulun an roiyyatih,  bahwa setiap kita punya tanggungjawab yang harus kita tunaikan atas amanat yang dibebankan kepada kita. Santri, apalagi kiai pasti hapal soal ini tegasnya.


"Kalau ada santri yang berhasil jadi pengusaha, maka dia akan memegang teguh hadits rasulullah SAW dari riwayat Ibnu Majah,  yang berbunyi, 'berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering'. Sebaliknya kalau santri yang jadi pekerja, pasti dia akan sungguh-sungguh, bekerja keras sebagai wujud nyata dari tanggungjawab, disiplin dan istikomah. Sikap inilah yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang penuh persaingan," urainya.


Sugiarto Sumas juga menambahkan, dalam menghadapi persaingan global dan kompetisi dunia, secara kuantitas potensi kekuatan negara kita sebetulnya cukup besar.  60% dari penduduk Indonesia adalah anak muda. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 195 juta penduduk usia produktif di tahun 2040.

Namun. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2016 oleh BPS, kualitas angkatan kerja Indonesia masih rendah: Dari 118,41 Juta orang Penduduk Yang Bekerja, 60,24 persennya hanya berpendidikan SMP kebawah. Dan dari  7,03 juta orang Pengangur sebesar 39,45 persennya hanya berpendidikan SMP kebawah.


"Daya saing kita juga rendah. Dari 138 negara  yang disurvai oleh World Economic Forum Tahun 2015-2016, kita berada pada ranking 41. Sementara Singapura rangking 2, Malaysia rangking 25, dan Thailand rangking 34. Hal ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Untuk itu, saya mengajak semua lembaga pendidikan dan pelatihan, khususnya Pondok Pesantren untuk memfasilitasi lulusannya supaya lebih kompeten, bersertifikat dan berdaya saing global," harapnya di depan para santri dan kiai se kabupaten Ciamis.


Oleh karena itu, lanjut dia, dia mengajak Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan dunia pesantren lainnya, untuk tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas lulusannya, yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berkeahlian dan bersertifikasi sehingga mampu menjadi SDM yang berdaya saing tinggi.

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Hanif Terbitkan Kepmen Cuti Bersama Sektor Swasta

20 Juni 2017 0

Kepmen ini telah ditandatangani oleh Menaker M. Hanif Dhakiri pada tanggal 19 Juni 2017 dan mulai berlaku sejak ditetapkan. Kepmen tersebut diterbitkan berdasar pada Keputusan Presiden (Keppres) [...]

Lima Bupati Raih Predikat Terbaik Dalam Upaya Penghapusan Pekerja Anak

12 Juni 2017 0

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan  memberikan penghargaan tertinggi kepada lima orang Pimpinan Daerah  sebagai pelaksana terbaik upaya pencegahan dan penghapusan pekerja anak [...]

Pemda Harus Mampu Menyeimbangkan Supply and Demand Tenaga Kerja

02 Juni 2017 0

Menarik investor masuk ke daerah adalah salah satu strategi yang harus dikembangkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, Pemda juga harus menyeimbangkan sisi [...]