Senin, 22 Agustus 2016 20:38 WIB 0 Komentar 85 Dilihat
Menaker: Jumlah Pekerja Ter-PHK Turun 7,24 Persen pada  Semester 1 tahun 2016

Menaker: Jumlah Pekerja Ter-PHK Turun 7,24 Persen pada Semester 1 tahun 2016

Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan RI  merilis data jumlah tenaga kerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  terus mengalami penurunan, Dalam periode semester 1 tahun 2016 tercatat penurunan jumlah pekerja ter-PHK sebanyak 7,24 persen dibandingkan tahun 2015.

Berdasarkan data dari Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, hingga satu semester tahun 2016, tercatat dari 1.494 kasus, dengan sebanyak 7.954 tenaga kerja yang mengalami PHK. Jumlah angka PHK tersebut jelas menurun dibanding tahun sebelumnya di semester yang sama, dengan 8.575 tenaga kerja di PHK, dari 126 kasus.

“Berdasarkan data sementara, terjadi penurunan jumlah pekerja yang ter-PHK di tahun 2016 sebanyak 621 pekerja atau sekitar 7,24 persen dibandingkan tahun 2015 dengan periode yang sama,” kata Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dakhiri  di Jakarta, Senin (22/8).

Menaker Hanif merincikan dalam satu semester 2016, bulan Juni merupakan bulan terbanyak yang terPHK yakni 3933 pekerja dengan 770 kasus, disusul bulan Januari sebanyak 1414 jumlah pekerja terPHK dan diikuti Februari (1305 pekerja/422 kasus). Menyusul di peringkat berikutnya bulan Maret (1076/12), April (213/69) dan Mei (13/13).

Sedangkan di periode yang sama tahun 2015 lalu, tercatat bulan April  terbesar jumlah yang ter-PHK yakni 2.256 pekerja dari 25 kasus, disusul bulan Mei (1.991/21), Juni (1.334/25), Maret (1.294/20), Februari (1.201/20) dan Januari (499/15).

Para pekerja yang ter-PHK terdiri dari  berbagai sektor kerja yaitu sektor sektor pertanian/perikanan sektor perdagangan, jasa dan investasi,  pendidikan, pertambangan, infrastruktur, transportasi, keuangan dan industri.

Menaker Hanif mengatakan pemerintah pemerintah terus melakukan berbagai upaya dan strategi dalam mencegah terjadinya (PHK) terhadap pekerja/buruh  serta terus melakukan perluasan kesempatan kerja  dan mengurangi pengangguran.

“Pemerintah terus mengupayakan langkah preventif untuk mencegah PHK terus bertam­bah. Selain itu, kita juga mengimbau pengusaha dan pekerja untuk mengefektifkan forum bipartit dan dialog di perusahaan,” kata Menaker.

Selama ini pihak Kemnaker melakukan klarifikasi terhadap semua informasi rencana PHK yang diterima. Informasi mengenai PHK itu, lanjutnya, bisa diperoleh dari laporan dinas ketenagakerjaan, serikat pekerja/Serikat buruh , pengusaha maupun dari pemberitaan media massa.

“Kita  juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menghindari terjadinya PHK. Jangan sampai terjadi PHK,  usahakan dulu dialog secara bipartit. Kita bersama dinas Ketenagakerjaan di daerah juga akan bantu mediasi untuk mencari jalan keluar terbaik, “kata Menteri Hanif.

Menteri Hanif menekankan posisi pemerintah yang tidak menghendaki adanya PHK terhadap pekerja.

“Kita juga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi, Kabupaten maupun Kota untuk melakukan beberapa hal yaitu mengefektifkan LKS (lembaga kerja sama) Tripartit Provinsi dan Kabu­paten atau Kota, “ katanya.

“Intinya kita mengefektifkan de­teksi dini terjadinya PHK terutama yang terjadi di daerah- daerah, Kata Hanif. Upaya-upaya mencegah PHK yang bisa dilakukan perusahaan diantaranya mengurangi upah dan fasilitas pe­kerja tingkat atas, membatasi / menghapuskan kerja lembur, mengurangi jam kerja, mengurangi hari kerja, meliburkan atau merumahkan pekerja / buruh secara bergilir untuk sementara waktu.

Selain itu upaya lainnya adalah tidak atau memperpanjang kontrak pekerja yang sudah habis kontraknya serta  memberikan pensiun bagi yang sudah memenuhi syarat.

“Namun kalau sudah mencegah, tapi PHK tetap dilakukan, Pemerintah berharap penyelesaian hubungan kerja diselesaikan secara musyawarah mufakat atau adanya dialog antara pengusaha dengan pekerja untuk menyelesaikannya dengan baik,” lanjut Menaker

Pemerintah pun meminta agar terjaminnya pembayaran hak-hak bagi pekerja jika terjadinya PHK. Sikap pemerintah berikutnya akan mengembangkan program pelatihan bagi pekerja yang terkena PHK untuk alih ketrampilan.

“Setelah memperoleh keterampilan, pemerintah mendorong pekerja untuk memperoleh bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), wirausaha, dan paket kebijakan lainnya,” kata Menaker.

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Kawal Klaim Asuransi Korban PHK Bin Laden

26 Mei 2016 0

Hingga saat ini sudah ada 246 klaim yang telah dibayarkan, sedangkan klaim yang masih dalam proses pencairan sebanyak 100.  Jumlah pengajuan klaim yang telah masuk saat ini sebanyak 346 TKI [...]

Kemnaker Susun Strategi Lanjutan Pembangunan Ketenagakerjaan Nasional

10 Maret 2016 1

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di bawah komando Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri terus mengurai benang kusut ketenagakerjan Indonesia dengan menyusun strategi lanjutan [...]

Hindari PHK, Pengusaha dan Pekerja Wajib Lakukan Dialog Bipartit

01 Maret 2016 0

Dialog bipartit merupakan langkah awal dan wajib ditempuh oleh pihak yang berselisih sebelum memutuskan untuk melakukan PHK