Selasa, 14 Februari 2017 18:31 WIB 0 Komentar 119 Dilihat
Indonesia-Uni Eropa Jajaki Peluang Kerjasama di Bidang Tenaga Kerja

Indonesia-Uni Eropa Jajaki Peluang Kerjasama di Bidang Tenaga Kerja

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri menerima kedatangan 21 Duta Besar dari negara-negara Uni Eropa di Ruang Tri Dharma, Kementerian Ketenagakerjaan (14/02). Menaker menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan request dari pihak Uni Eropa sebagai langkah lanjutan dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Komisi Eropa, Jean Claude Juncker pada tahun 2016 yang lalu. Pertemuan tersebut membuahkan peluncuran Perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada tanggal 18 Juli 2016 di Brussel.

“(Pertemuan hari ini) lebih seperti audiensi untuk masing-masing pihak bisa menyampaikan perkembangan,” jelas Menaker Hanif.

Perundingan IEU-CEPA mencakup 10 hal, yaitu: Trade in Goods; Customs and Trade Facilitation; Technical Regulation (SPS and TBT); Trade in Services and Investment; Public Procurement; Intelectual Property Rights; Competition Policy; Transparency of Regulation; Dispute Settlement; serta Trade and Sustainable Development. Kemnaker sendiri terlibat dalam perundingan Trade in Services and Investment danTrade and Sustainable Development.

Sejatinya Perundingan EU-CEPA lebih banyak menyoal kerjasama perdagangan, namun menurut Menaker semua perjanjian perdagangan tak bisa lepas dari konsekuensi tenaga kerja. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pembukaan akses yang lebih luas bagi tenaga kerja asal Indonesia ke Uni Eropa.Menaker ingin melalui IEU-CEPA, mobilitas dan kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia di EU menjadi lebih luas.

“Banyak dong (peluang tenaga kerja Indonesia di Eropa), Eropa sekarang lagi mengalami problemageing, misalnya kebutuhan mereka untuk perawat katakanlah, itu cukup besar, di sektor maritim juga cukup terbuka,” ungkap Menaker.

Menaker menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perundingan IEU-CEPA agar perjanjian yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi tenaga kerja di Indonesia. Kemnaker akan fokus pada skema penempatan (bekerja atau magang), sertifikasi profesi, kesetaraan upah, jaminan perlindungan tenaga kerja, dan kontrak Kerja.

Senada dengan Menaker, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend juga memiliki harapan yang sama, “melalui IEU-CEPA kami harap akan semakin banyak pekerja Indonesia yang bekerja di Uni Eropa,” tandasnya.

Selain itu Menaker juga menginginkan dapat dibukanya peluang kerjasama antara Indonesia dan Uni Eropa terkait pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK). Kemnaker sendiri telah membuka peluang investasi bagi negara asing dengan membuka BLK di Indonesia, hal ini telah tertuang dalam Peraturan Menaker RI No. 5 Tahun 2015 tentang Standar Operasional Prosedur Penerbitan Izin Usaha Pelatihan Kerja Dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu di BKPM, Peraturan Menaker RI No.17 Tahun 2016 tentang Tata Cara Perizinan dan Pendaftaran Lembaga Pelatihan Kerja.

“Kita semua tahu bahwa negara-negara Eropa memiliki expertise yang bagus dalam penyelenggaraan vocational training, termasuk dalam mendorong pihak swasta untuk berpartisipasi penuh dalam penyelenggaraan vocational training,” Jelas Menaker.

Hingga saat ini terdapat 301 BLK di Indonesia, dari jumlah tersebut 263 BLK tercatat aktif, sedangkan 38 BLK tidak aktif. Kemnaker memang tengah gencar menjalankan Program Reorientasi, Rebranding dan Revitalisasi BLK (3R BLK) agar fungsi BLK dapat berjalan dengan lebih baik.

Keinginan Menaker ditanggapi postitif oleh Vincent yang menyampaikan ketertarikan pihaknya dalam membantu pengembangan pelatihan vokasi di Indonesia. Menaker juga menjelaskan bahwa tidak ada salahnya membuka pintu investasi dari luar negeri, jika manfaat yang diperoleh negara dari investasi tersebut besar dan dapat langsung dirasakan oleh rakyat.

BIRO HUMAS KEMNAKER

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia-Uni Eropa Cari Peluang Bangun Sistem Informasi Pasar Kerja

14 Februari 2017 0

Menurut Menaker, saat ini jumlah tenaga kerja keterampilan tingkat menengah (middle skill) Indonesia sudah cukup banyak. Sebaliknya pekerja terampil level atas (high skill) masih minim. Oleh [...]

Menaker Ingin Indonesia Mendapatkan Akses Pasar Kerja di Eropa

11 Maret 2016 0

Kerja sama pasar bebas antara Indonesia dengan Uni Eropa diharapkan mampu membuka akses pasar kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Eropa