Kamis, 07 Juni 2018 15:47 WIB 0 Komentar 2195 Dilihat
Indonesia dan Singapura Sepakati Kerjasama Antisipasi Dampak Revolusi Digital

Indonesia dan Singapura Sepakati Kerjasama Antisipasi Dampak Revolusi Digital

JENEWA - Indonesia dan Singapura menyepakati kerjasama mengantisipasi dampak ketenagakerjaan dari revolusi digital. Kerjasama disepakati setelah Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan  Menteri Tenaga kerja Singapura Josephine Teo melakukan pertemuan bilateral di sela-sela sidang perburuhan ILO di Jenewa, Swiss, kemarin.

 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Singapura yang selama ini telah bekerjasama dengan Indonesia dalam hal ketenagakerjaan melalui Temasek Foundation dan Singapore Polytechnic. 

 
“Indonesia berharap kerjasama peningkatan skill pekerja harus terus ditingkatkan, guna mengantisipasi dampak revolusi industri 4.0,” kata Menteri Hanif. Ia juga menambahkan, Indonesia berharap kerjasama melakukan pemetaan transformasi sebagai respon terhadap digitalisasi dan industri 4.0. “Indonesia ingin melihat pengalaman yang telah dilakulan Singapura”.

 
Selain itu, Indonesia juga meminta Singapura bertukar pengalaman dalam menjalankan skema pembiayaan peningkatan keterampilan bagi pekerja (skills development fund).

 
Kedua menteri sangat menyadari dampak digitalisasi industri atau yang lazim disebut revolusi industri 4.0, yang banyak menghilangkan jenis pekerjaan konvensional. Namun pada saat yang sama akan menghadirkan banyak jenis pekerjaan baru di masa mendatang.  Oleh karenanya, diperlukan   pemetaan jenis pekerjaan yang akan muncul di masa mendatang.

 
“Singapura membuka diri bekerjasama dan berbagi pengalaman dalam memetakan future of work,” kata Josephine. 

 
Menurutnya, dalam mengantisipasi dampak industri digital, Singapura telah memperkenalkan konsep industrial map dan profesional engagement dimana setiap industri memiliki peran penting dalam mengatasi perubahan jenis pekerjaan. Untuk itu, keberadaan pelatihan di setiap perusahaan menjadi sangat penting. Dengan pelatihan, akan diketahui kenutuhan jenis pekerjaan. karena itulah cermin kebutuhan pekerjaan di setiap perusahaan. 

 
Di ujung pertemuan, Josephine mengundang Menaker RI datang ke Singapura dalam rangka mengkonkritkan berbagai kerjasama yang dapat dilakukan untuk bersama sama kita meningkatkan kualitas SDM di era digitalisasi ekonomi.

 
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, perlunya kerjasama dengan Singapura untuk memastikan seluruh pekerja migran Indonesia di Singapura dan sebaliknya, mudah mengakses jaminan sosial. Dengan demikian, kesejahteraan pekerja makin meningkat.




 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia-Singapura Bangun Inisiatif dan Kolaborasi Baru Bidang Ketenagakerjaan

18 Juli 2019 0

Untuk memperkuat kerja sama dengan Singapura, Indonesia mengusulkan inisiatif dan kolaborasi baru di bidang ketenagakerjaan. Inisiatif dan kolaborasi ini mencakup 2 hal, yakni pengembangan kapasitas [...]

Hindari Kepentingan Kelompok, Serikat Pekerja Diminta Fokus Sejahterakan Pekerja

27 Juni 2019 0

Tugas utama pengurus serikat pekerja adalah mengorganisir isu dan tujuan yang akan dicapai. Namun tugas terpenting adalah mengorganisir kesadaran individu pengurus serikat pekerja itu sendiri [...]

Luncurkan Profil dan Portal K3, Kemnaker - ILO Ajak Pekerja Budayakan Keselamatan Kerja

27 Juni 2019 0

Kementerian Ketenagakerjaan bersama dengan International Labour Organization (ILO) mengajak para pekerja untuk menerapkan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat bekerja.