Kamis, 18 Mei 2017 14:03 WIB 0 Komentar 196 Dilihat
Di Era Persaingan, SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

Di Era Persaingan, SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

Subang – Pondok pesantren merupakan salah atu lembaga pendidikan yang menitik beratkan pada pendidikan karakter. Menurut Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri, dengan adanya pendidikan berbasis karakter tersebut, pondok pesantren memiliki peranan penting bagi Indonesia di tengah era kompetisi saat ini.

“Di pesantren ini anak-anak bukan hanya belajar, tetapi juga terdidik karakternya. Karakter yang kuat itu penting pada era persaingan saat ini,” kata Menteri Hanif saat memberikan sambutan pada acara Istighosah Kubro dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Al-Istiqomah di Kebondanas, Subang pada hari Rabu (17/5/2017).

Keterampilan bukan lah satu-satunya bekal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa lain di era kompetisi saat lain. Di samping keterampilan, SDM Indonesia juga harus memiliki karakter yang kuat.

Oleh karena itu, Menaker mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian pondok pesantren.

“Maka pesantren sebagai salah satu pusat pendidikan karakter ini perlu kita untuk kita jaga bersama. Karena nantinya di pasar kerja, anak-anak yang memiliki karakter justru lebih dipilih,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Menaker juga meminta pondok pesantren agar mampu membekali alumninya dengan keterampilan. Karena, manusia kompetitif saat ini harus memiliki soft skill yang meliputi karakter, budi pekerti, etos kerja dan sebagainya, serta hard skill yang mencakup keterampilan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Pemerintah juga ikut melengkapi apa yang dilakukan pesantren dengan mendorong agar alumni-alumni pesantren ini memiliki keterampilan dan kompetensi,” jelas Menaker.

Menaker memaparkan, saat ini pemerintah memiliki skema pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) dan program pemaganga untuk meningkatkan keterampilan SDM Indonesia. Kedepan, pelatihan kerja dan pemagangan diharapkan juga diakses oleh pondok pesantren untuk membekali santri didik maupun alumninya.

“Kemnaker punya program Balai Latihan Kerja dan pemagangan baik di dalam maupun di luar negeri yang bisa dimanfaarkan para santri pesantren,” paparnya.

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi

07 Desember 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah  tenaga kerja skilled dan bersertifikasi. Massifikasi tenaga kerja bersertifikasi diharapkan bisa [...]

2.513 Siswa BLK Semarang Mendapat Sertifikat Kompetensi Kerja

13 November 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri memberikan sertifikat kompetensi kepada 2.513 lulusan Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Semarang. Tak hanya itu, 200 sertifikat [...]

Menaker: Peningkatan Kompetensi SDM Harus Dipercepat

10 Oktober 2018 0

Pemerintah mendorong agar proses peningkatan SDM Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi juga melibatkan lembaga swasta dan dunia usaha. Hal ini dibutuhkan agar proses peningkatan [...]