Rabu, 18 Mei 2016 22:21 WIB 0 Komentar 428 Dilihat
Ayo Jadikan K3 Sebagai Budaya di Lingkungan Kerja

Ayo Jadikan K3 Sebagai Budaya di Lingkungan Kerja

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI kembali menggelar Penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award. Acara yang digelar Kemnaker tiap tahunnya ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pengusaha dan pemerintah daerah yang telah berhasil menyelenggarakan dan menerapkan K3 dengan baik. Penganugerahan yang akan diberikan meliputi kategori penghargaan nihil kecelakaan kerja, penghargaan SMK3, penghargaan program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja serta pembina K3.


"Salah satu indikator dalam pembangunan ketenagakerjaan adalah peningkatan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Secara filosofi K3 ditujukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya, melalui pengendalian potensi bahaya di tempat kerja," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada acara K3 Award di di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2016). 


Menurutnya, penerapan K3 diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja dan mengurangi terjadinya penyakit akibat kerja serta menjamin setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja dan perusahaan.


"Kita meminta semua pihak yang terlibat dalam proses produksi, khususnya para pengusaha dan tenaga kerja agar memahami dan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan K3 ini merupakan kegiatan utama dan memerlukan upaya bersama, sehingga Pemerintah akan terus menerus bersama-sama dengan dunia industri, akademisi, praktisi dan masyarakat umum berkewajiban berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya meningkatkanpenerapanK3 sehingga dapat berjalan secara maksimal," Imbau Menaker.


Ia menambhakan, untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja secara terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasidalam satu kesisteman, maka dunia industri perlu secara terus menerus menerapkan Sistem Manajemen K3 atau SMK3. Hal itu diperlukan guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang melibatkan unsur manajemen, pekerja, dan atau serikat pekerja dalam rangka mencegah kecelakaan kerja dan mengurangi penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat menciptakan tempat kerja yang nyaman, efisien dan produktif. 


"Perlindunganatas keselamatan dan kesehatan kerja mencakup juga pencegahan dan penanggulangan HIV –AIDS ditempat kerja. HIV - AIDS merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah besar di dunia termasuk di Indonesia, dan jumlah pengidapnya terus meningkat secara signifikan. HIV – AIDS bukan hanya berdampak pada masalah kesehatan saja, akan tetapi juga berdampak luas pada masalah ekonomi, bisnis dan sosial yang dapat mempengaruhi produktivitas perusahaan," imbuh Menaker.


Program pencegahan dan penanggulangan HIV - AIDS (P2HIV - AIDS) merupakan bagian dari program K3 yangbertujuan untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja, penyakit akibat kerjamaupun gangguan kesehatan lainnya.ProgramP2-HIV - AIDS di tempat kerja akan memberikan kontribusi dalam mencapaitingkat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi pekerja. Menaker juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berupaya menjadikan k3 sebagai budaya kerja dan mencegah HIV AIDS di lingkungan kerja.

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Hanif Terbitkan Kepmen Cuti Bersama Sektor Swasta

20 Juni 2017 0

Kepmen ini telah ditandatangani oleh Menaker M. Hanif Dhakiri pada tanggal 19 Juni 2017 dan mulai berlaku sejak ditetapkan. Kepmen tersebut diterbitkan berdasar pada Keputusan Presiden (Keppres) [...]

Lima Bupati Raih Predikat Terbaik Dalam Upaya Penghapusan Pekerja Anak

12 Juni 2017 0

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan  memberikan penghargaan tertinggi kepada lima orang Pimpinan Daerah  sebagai pelaksana terbaik upaya pencegahan dan penghapusan pekerja anak [...]

Menaker: Perbanyak Bursa Kerja, Kurangi Pengangguran

26 Mei 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta pemerintah daerah memperbanyak penyelenggaraan bursa kerja untuk mengurangi pengangguran di daerah. Selain sebagai ajang pertemuan langsung [...]