Sabtu, 15 September 2018 16:36 WIB 0 Komentar 2613 Dilihat
Alumni Magang Jepang Diminati Perusahaan Asing

Alumni Magang Jepang Diminati Perusahaan Asing

Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada peserta magang yang telah berhasil menerapkan kompetensi yang diperoleh selama di Jepang  setelah kembali di Indonesia.

  Kompetensi atau keahlian yang diperoleh selama magang di Jepang bisa diterapkan di tempat kerja baru maupun ketika merintis usaha (wirausaha).

“Banyak perusahaan asing yang berminat merekrut alumni magang Jepang. Bahkan salah satu contoh peserta magang Jepang yang berhasil, saat ini sedang terlibat dalam proyek MRT di Jakarta, ” ujar Direktur Bina Pemagangan Kemnaker Asep Gunawan, mewakiliki Dirjen Binalattas Kemnaker saat memberikan sambutan acara Grand Opening Jakarta Training Centre PT. OS Selnajaya Indonesia, di Cipayung, Jakarta,  Jum’at petang (14/9/2019)

Dalam rangka program pemagangan ke Jepang, Kemnaker menyambut positif atas dibukanya Jakarta Training Centre di Indonesia yang diperuntukkan khusus bagi program pelatihan caregiver.  Selaku accepting organization, perusahaan swasta diharapkan dapat terus menerus meningkatkan kontribusinya dalam program pemagangan ke Jepang, baik kualitas maupun kuantitasnya.

“Seluruh unit kerja kami, termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia, siap bekerjasama dengan berbagai pihak sepanjang program pemagangan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, “ kata Asep.

Hal senada dikatakan Satoshi Miyajima selaku Presiden Direktur PT. OS Selnajaya. Para peserta magang yang akan beraktivitas di Jepang dengan baik, diharapkan setelah kembali ke Indonesia, akan mempergunakan keahlian yang diperolehnya. “Sehingga dapat melahirkan banyak SDM yang dapat berkontribusi besar untuk kemajuan Indonesia, “ katanya. 

Satoshi mengungkapkan  kapasitas Training Center termasuk asrama, dapat menampung hingga 300 orang. Namun, saat ini, dirinya telah mulai bekerja sama dengan pemerintah daerah dan juga kampus-kampus di daerah dan menargetkan dapat memberangkatkan hingga 1.000 orang per tahun. 

Miyajima menambahkan  saat ini bidang kerja dalam pemagangan di Jepang juga semakin luas seperti bidang manufaktur dan pengelasan, mekanik otomotif, konstruksi, pertanian dan yang lainnya.  “Adanya Training Center di Bandung dan Lembang, kami  mentargetkan untuk memberangkatkan 3.000 orang perserta magang setiap tahunnya, “ ujarnya.

Miyajima pun berharap kerjasama semua pihak, baik instansi pemerintah maupun lembaga pendidikan agar bersama-sama membantu terselenggaranya program pemagangan ke Jepang.

Sedangkan Kazushige Ashida selaku Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menegaskan dibukanya training centre khusus caregiver, diyakini akan semakin mempererat hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. Hal tersebut kata Kazushige, sebagaimana slogan “Kerja Bersama, Maju Bersama” yang digaungkan pada perayaan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara. 

Kazushige menambahkan saat ini  ada sekitar 240.000 orang pemagang yang beraktivitas di Jepang dari berbagai negara.  “Namun pemagang dari Indonesia dikenal dengan keseriusan, keakraban, keramahan dan senyumnya, sehingga bagi pihak Jepang mereka adalah partner yang penting, “ ujarnya.

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi

07 Desember 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah  tenaga kerja skilled dan bersertifikasi. Massifikasi tenaga kerja bersertifikasi diharapkan bisa [...]

Kemnaker Minta Syarat Peserta Pemagangan Di Perusahaan Dipermudah

05 Desember 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai mempermudah persyaratan bagi peserta pemagangan.

2.513 Siswa BLK Semarang Mendapat Sertifikat Kompetensi Kerja

13 November 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri memberikan sertifikat kompetensi kepada 2.513 lulusan Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Semarang. Tak hanya itu, 200 sertifikat [...]